Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Tradisi Unik Cari Jodoh
    Tradisi

    Tradisi Unik Cari Jodoh

    8 Juli 2021Updated:8 Juli 2021Tidak ada komentar3 Mins Read27 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Banyak cara untuk mendapatkan atau mencari jodoh. Mulai dari situs-situs jodoh di internet, aplikasi di smartphone sampai pada acara-acara cari jodoh yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang yang ada di beberapa daerah di Nusantara yang kaya dengan berbagai ragam budaya.

    Ada beberapa tradisi unik dalam mencari jodoh di Nusantara ini yang sampai saat ini masih bisa ditemui. Antara lain: Ngarot dan Jaringan di Indramayu, Gredoan di Banyuwangi, Barempuk di Sumbawa, Kabuenga, Wakatobi, Kamomose, Buton. Dan yang terakhir adalah tradisi Omed-Omedan di pulau Dewata, Bali. Tradisi inilah yang paling terkenal di seluruh nusantara bahkan menjadi daya tarik bagi para wisatawan mancanegara maupun lokal.

    Di pulau Dewata, tepatnya di Desa Sesetan, Denpasar-Bali, setiap tanggal 1 tahun Caka atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, ada tradisi unik yang sudah berlaku turun temurun sejak sebelum zaman kolonial Belanda sampai saat ini. Yaitu tradisi Omed-Omedan, tradisi mencari jodoh yang digelar oleh warga Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan. Tradisi ini merupakan tradisi mencari jodoh yang paling dikenal luas di nusantara ini. Jangan kaget, inti dari acara Omed-Omedan ini adalah peluk, cium, siram lalu tarik! Begitu terus, berulang sampai semua pemuda dan pemudi Desa Sesetan mendapatkan giliran.

    Tradisi Omed-Omedan ini dilakukan oleh muda-mudi dari umur 17-30 tahun dan berstatus masih jomblo, masih single alias belum menikah. Wanita yang datang bulan tidak diperbolehkan mengikuti tradisi ini demi menjaga kesucian ritual.

    Ritual cari jodoh ini dimulai dengan sembahyang. Setelah ritual selesai, lelaki dan perempuan akan memisahkan diri sehingga membentuk kelompok lelaki dan perempuan. Dalam setiap kelompok ada satu orang yang akan digendong ke atas sebagai calon yang akan dijodohkan.

    Setelah kedua kelompok siap dengan jagonya masing-masing, musik gamelan mulai ditabuh dan juri atau panitia segera meniup peluit sebagai tanda ritual segera dimulai. Dua kelompok itu akan menggotong wakil mereka masing-masing sampai wakil lelaki dan perempuan bertemu, lalu mendorong mereka agar saling berpelukan dan berciuman. Apabila ada salah satu wakil atau keduanya yang tidak saling suka, biasanya mereka sebisa mungkin akan menghindar dan tidak mencium meskipun sedang didorong massa. Pasangan kemudian akan dipisahkan setelah panitia mengguyurkan air ke tubuh mereka.

    Begitulah, inti dari acara omed-omedan ini adalah peluk, cium, siram lalu tarik! Begitu terus, berulang sampai semua pemuda dan pemudi mendapatkan giliran. Konon katanya, Tradisi Omed-omedan ini bertujuan untuk memperkuat rasa Asah, Asih, dan Asuh antar warga, khususnya warga Banjar Kaja, Desa Sesetan.

    Di masa lalu, masyarakat Sesetan hanya memandang tradisi omed-omedan sebagai bagian dari wujud masima krama atau dharma shanti, menjalin silaturahmi antar sesama warga. Seiring perjalanan waktu, tradisi ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Menyadari hal ini, masyarakat setempat kemudian mengemas tradisi omed-omedan sebagai sebuah festival warisan budaya tahunan dengan tajuk Omed-omedan Cultural Heritage Festival yang juga dimeriahkan dengan bazar dan panggung pertunjukan.

    Konon, tradisi Omed-omedan berasal dari warga Kerajaan Puri Oka yang terletak di Denpasar Selatan. Para warga dulunya berinisiatif membuat sebuah permainan tarik-menarik. Lama-kelamaan permainan ini semakin menarik, sehingga berubah menjadi saling rangkul. Tapi karena suasana jadi gaduh, Raja Puri Oka yang sedang sakit keras pun marah-marah, sebab terganggu dengan suara berisik tersebut. Namun, begitu Sang Raja keluar dan melihat permainan omed-omedan ini, dia malah sembuh dari penyakitnya. Sejak saat itu, Sang Raja pun memerintahkan warga agar omed-omedan diselenggarakan setiap tahun, setiap menyalakan api pertama atau Ngembak Geni selepas Hari Raya Nyepi.

    ****
    Dihimpun dari berbagai sumber oleh: Abah Yoyok

    Omed-Omedan Tradisi Cari Jodoh Tradisi Unik
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBuku Puisi Instrumentalia
    Next Article Buku Perempuan yang Ngidam Buah Nangka

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 20267 Views

    Objek Wisata Djoyland Haurgeulis

    13 April 202612 Views

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 202634 Views

    Sensasi Wahana Banana Boat di Kuningan Jawa Barat

    12 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (154)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.