Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosialita » Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Kuningan
    Sosialita

    Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Kuningan

    23 September 2020Updated:23 September 2020Tidak ada komentar3 Mins Read61 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Kebun Raya Kuningan
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Kebun Raya Kuningan merupakan obyek wisata Taman dengan sejumlah bunga langka dan aneka warna. Berada di kaki Gunung Ciremai, pemandangan indah Cirebon serta pantai Laut Jawa terlihat jelas. Destinasi wisata ini disebut sebagai kebun raya terunik di Indonesia karena khazanah bebatuan tematik.

    Objek wisata ini merupakan kebun raya terbesar dan terluas di Indonesia. Dibangun di atas lahan seluas 156 hektar, Kebun Raya ini memiliki 23.000 jenis tanaman. Tanaman khasnya berdaun dan berbunga kuning sehingga Kebun Raya ini juga disebut Taman Kuning.

    Memasuki area wisata kebun raya dikenakan tiket yang sangat murah. Harga tiket pun ditetapkan sama baik untuk dewasa dan anak-anak juga berlaku setiap hari.

    [iklan]

    Menyematkan diri sebagai daerah konservasi, membuat Kuningan mengembangkan wisatanya berbasis lingkungan. Wisata teranyar, Kebun Raya Kuningan merupakan salah satu jawabannya. Berkunjung ke kebun raya terbesar di Indonesia ini. Perjalanan yang dilalui pun cukup menantang. Kebun Raya Kuningan, berada di kaki Gunung Ciremai, tepatnya di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sekitar satu jam 20 menit dari pusat Kota Kuningan, dan 1.5 jam dari Kota Cirebon.

    Kelokan dan perbukitan di Kecamatan Pasawahan ini menjadikan perjalanan semakin menantang, medan perbukitan itu akan luput oleh panorama-panorama indah; pesawahan, perkampungan, hutan lindung, hingga pemandangan kota dari ketinggian. Ketika sudah terlihat bebatuan vulkanik besar di sisi jalan. Udara sejuk begitu terasa saat sampai di kawasan konservasi teranyar di Kabupaten Kuningan. Ada beberapa tempat untuk dikunjungi Seperti Rock Garden, Taman Awi (taman bambu), Taman Endemik Ciremai, dan yang lainnya.

    Kebun Raya Kuningan

    Tujuan wisatawan pertama ialah ke tempat parkir, yang tak jauh dari landmark Patung Kuda Kuningan. Menuju patung ini, wisatawan perlu sedikit jalan menanjak. Dari atas patung kuda tersebut kita bisa melihat ke sekeliling 360 derajat KRK. Setelah dari sana, menuruni tangga dan jalan setapak untuk menuju beberapa taman. Salah satunya Taman Kuning yang ramai dijadikan wisatawan berfoto. Taman yang ditumbuhi khusus bunga-bunga dan buah berwarna kuning ini memang menyita mata. Terlebih kombinasi gundukan batu vulkanik yang menambah kesan artistik. Selain taman kuning, ada juga ragam fasilitas dan zona-zona tematik unik lainnya. Antara lain, Taman Tematik Mangga, Taman Bambu, Zona Vegetasi Gunung Ciremai, Green House, dan masih banyak lainnya.

    Taman Kuning

    Di samping itu juga ada bundaran air mancur, yang dihiasi warna-warni bunga begonia. Di sisi bagian barat KRK, dialiri Sungai Cipari. Salah satu perlintasannya yang berbentuk cekungan juga menjadi situ atau danau alami. Salah satu ciri khas KRK dibanding kebun raya lain ialah banyaknya bebatuan vulkanik yang besar. Uniknya, batuan tersebut terletak pada posisi yang artistik, bagus untuk spot foto. Lalu persawahan yang berada di sekitar kawasan juga menambah daya tarik KRK sebagai obyek wisata yang alami.

    jalan-jalan indah kebun raya kuningan taman kuning
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleFilm dan Teguh Karya
    Next Article Novel Sumbi, Perempuan yang Mengawini Anjing

    Postingan Terkait

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 2026

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 2026

    Pada Hari Ketika Penyair Mati, Kata-Kata Menolak Pemakaman

    5 Mei 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202641 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202612 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202631 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.