Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Balairung Rasa Di Gurun Pasir Busung
    Puisi

    Balairung Rasa Di Gurun Pasir Busung

    16 Agustus 2020Tidak ada komentar4 Mins Read21 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Memindai Puisi puisi besutan Penyair Nur Fitri Agustin serasa melayari perjalanan sinyal dari satu frekwensi ke frekwensi berikutnya, kadang kudu punya Kuota rasa dan logika yang sedikit berlebih, sebab ada jebakan multi makna di situ, atau bahkan malah salah sambung sehingga tak lagi konek dengan rasa dan makna yang tersembunyi di balik setiap bait puisi. Jika kuotanya hanya sedikit, dijamin tidak akan mencukupi, boleh jadi justru bisa menambah penasaran si Penikmat untuk terus menelusuri setiap misteri, meski dengan sedikit nekat dan berani memprediksi apa sich… maunya sang Penyair dengan puisi puisinya.

    Asyiknya justru di multi maknalah misteri dari Puisi bisa terus digali meski pun sejatinya si Penyair sudah tidak lagi mempunyai kendali atas Puisi puisi yang terbang menuju layar daring atau pun di media cetak.

    Seperti Pulsa begitu sudah berangkat menemui frekwensi, dia tidak pernah kembali, dan tidak pernah mengenal adanya mantan Pulsa. Makin didalami makin timbul pengertian dan pemahaman rasa dan logika yang baru. Selamat menjelajahi Puisi puisi Sang Penyair (redaksi).

    [iklan]

    Suwiran Rindu Untukmu

    Tangan ini kian melepuh
    Menahan suwiran rindu yang makin memanas
    Dan, jenakanya aku tetap bertahan

    Liurku kian berceceran
    Kala penghidu menghirup aroma lezat suwiran
    Dan, kocaknya aku menyesap liurku

    Netraku kian membulat
    Kala melihat tawanya yang memilin jiwa
    Dan, lucunya aku tak bisa memutihkan kenangan hitamku padanya

    Tahukah kawan?
    Nyatanya rinduku terasa hambar
    Tak seperti teriakan pohon kurma yang kian menjauh dari utusanNya

    Cirebon, 26 Juni 2020

    Serutan Angin Pembawa Legit Kehidupan

    Angin, menapis rasa yang kian menggigilkan tubuh
    Angin, mengayak rindu yang makin menjarah
    Angin, merabuk hasrat yang tadinya melepuh
    Angin, layaknya stempel yang menyegel cinta dengan pongah
    Angin, mengedit gairah yang salah
    Angin, mentadaburi gelisah yang alamiah
    Sekiranya aku bisa meronce qadarku, makin giat ku menapis angin kehidupan
    Agar rasanya tak tawar

    Cirebon, 26 Juni 2020

    Mengayak Nikmat dalam Lautan

    Ku tiup panasnya minuman kehidupan
    Kepul asapnya menerpa jiwaku
    Membuatku makin teradat dengan alpa
    Lupa akan tugasku
    Ku hirup parfum angan
    Wanginya merasuk hidung
    Membuatku makin teristiadat dengan abai
    Abai akan kewajiban
    Ku julingkan mataku
    Pada perawan yang melenggok
    Membuatku makin pikun
    Pikun dengan anak bini
    Ku arsir ayatMu
    Dalam kemunafikan akhlak
    Menjadikanku lalai
    Lalai pada khutbahku
    Ku putihkan  nostalgia
    Dalam kelam kenangan
    Menjadikanku lazim lengah
    Lengah bertatapan dalam hening sepertiga malam
    Ku coba mengguyur jilatan lena
    Teringat Sang Pencipta menundukkan lautan bagi manusia
    Pun hati kian ganyar, tawar tanpaMu
               
    Cirebon, 27 Juli 2020

    Gemuruh Rindu

    Hati berlumus noda dalam kelam
    Seperti mengusung keranda kematian sang penista
    PukauMu ku lupakan
    Aku meraba sungkawa
    Yang memilin jiwa makin liat
    MahaMu ku abaikan
    Sederet kerling kedustaan
    Ku tangkap dalam kamera netra
    Mahar syahadat ku lalaikan
    Rindu, makin menggemuruh
    Dalam senyap gelap
    Menggegerkan hati nurani
    Hijrah, ku citakan

    Cirebon, 27 Juni 2020

    Balairung Rasa Di Gurun Pasir Busung

    Di Gurun Pasir Busung,
    Dalam kisahku menuju anjungan jiwa
    Menerawang dalam gempita
    Merabuk renjana
    Paseban beralas asmara
    Kian hablur di Gurun Pasir Busung
    Bagai aurora yang jenaka mengerling gurun
    Senyuman manismu kala itu terpilin
    Oleh ukiran pilu pada pilar
    Bagai pohon yang berhenti berfotosintesis
    Gelisah berpagut
    Menyatu dalam Gurun Pasir Busung
    Bertumbuh dalam bijak ruang rasa
    Bersama membaca luka menjadi kisah romansa indah 

    Cirebon 27 Juni 2020

     
    Nur Fitri Agustin (Umi Fitri), merupakan anggota FLP Cirebon. Si bungsu dari lima bersaudara yang berprofesi sebagai guru TK, merupakan istri dari Kariri, serta ibu dari Jelita (kelahiran 2009) dan Fikri (kelahiran 2011).  Alhamdulillah sudah merilis beberapa buku antologi puisi dan pernah memenangkan lomba puisi di Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Selain itu juga menulis artikel tentang parenting, buku pengayaan (Tiga Serangkai). Penulis bisa dihubungi melalui FB: Nur Fitri Agustin dan WA: 081803873866 serta blog: www.nurfitriagustin.blogspot.com. Salam Edukasi Ramah Anak!

    puisi kearifan lokal puisi liris puisi narasi puisi naratif
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMatematika Tuhan
    Next Article Bidadari Undercover

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20269 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202665 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202638 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.