Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sains » Mengenal Pesawat Terbang Male – UAV
    Sains

    Mengenal Pesawat Terbang Male – UAV

    22 Mei 2020Tidak ada komentar4 Mins Read106 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    male - UAV
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Konsorsium Nasional Indonesia yang terdiri dari PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), PT. LEN, Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), TNI-AU, bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), telah meluncurkan purwarupa (prototipe) Pesawat Terbang Tanpa awak kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE UAV) untuk kebutuhan militer. Pesawat ini diberi nama Elang Hitam (Black Eagle), dan telah resmi diumumkan ke publik pada 30 Desember 2020 di PT. DI., Bandung.

    Pesawat MALE-UAV Elang Hitam mampu menyerang pertahanan musuh, serta andal terbang di malam hari. Pesawat ini memiliki panjang 8,65 m, tinggi 2,6 m, dan lebar sayap 16 m.

    Desain Pesawat sebagian mengadopsi desain pesawat MALE CH-4 UAV buatan China [1].

    Male-UAV

    LAPAN dalam hal ini Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) bertugas mendukung litbangyasa dan rancang bangun Pesawat terbang Elang Hitam di bidang Penyediaan Peralatan Uji Pesawat terbang MALE-UAV termasuk Laboratorium terbang Pesawat LSA02, Sistem komunikasi MALE-UAV berbasis sistem komunikasi satelit, dan Sistem SAR.

    Peralatan Uji Pesawat terbang MALE UAV termasuk Laboratorium terbang berupa Pesawat LSA02 telah disiapkan oleh Pustekbang. Pada saat ini peralatan Uji Pesawat MALE UAV berada di Hangar Pustekbang di Bogor. Peralatan ini telah terpasang dan siap dioperasionalkan. Sedangkan Pesawat terbang LSA02 hasil kerjasama LAPAN dengan Jerman, kualifikasi teknisnya mirip dengan jenis Pesawat Terbang Seri LSA01 milik LAPAN.

    Male - UAV

    Disamping Laboratorium terbang tempat uji terbang komponen Pesawat MALE UAV, satu diantara kebutuhan penting pesawat MALE UAV adalah tersedianya konektivitas data komunikasi kontrol dan komunikasi non-payload (CNPC) yang dikenal sebagai komunikasi perintah dan kontrol (Control and Command /C2) [2]. Tautan komunikasi non-payload didedikasikan untuk komunikasi yang aman dan andal antara stasiun kontrol darat pilot jarak jauh dan pesawat terbang. Hal ini untuk memastikan operasi penerbangan UAV yang aman dan efektif. Tautan mereka dapat berupa tautan line of sight (LOS), air-ground (AG) atau tautan beyondline-of-sight (BLOS) yang menggunakan platform lain seperti satelit atau pesawat tanpa awak kelas high altitude platform (HAP).

    [iklan]

    Kecepatan data untuk tautan tersebut diharapkan bisa sesederhana-mungkin misalnya maksimum 300 kbps untuk video terkompresi yang tidak digunakan terus menerus.

    Dalam sistem Satelit komunikasi (Satkom) diperlukan Terminal Satkom, yang sebisa mungkin dapat digunakan untuk operasi bergerak dalam arti portable dan ringan, Sistem komunikasi mikro yang fleksibel, memiliki fitur block upconverter (BUC) dan modem yang terintegrasi, dan menyediakan operasi otonom untuk transmisi serta penerimaan kecepatan data bandwidth tinggi. Sistem komunikasi ini diantaranya berbasis sistem komunikasi satelit, yakni pemanfaatan satelit untuk komunikasi di Pesawat terbang MALE UAV.

    Contoh konsep jalur komunikasinya seperti di Gambar 4.

    male - UAV

    Sedangkan untuk pemantauan lingkungan, pemetaan sumber daya bumi, dan sistem militer dengan citra area luas dan resolusi tinggi, serta beroperasi di malam hari atau selama cuaca buruk, Pesawat terbang MALE UAV memerlukan Radar Aperture Sintetis (SAR) yang mampu bekerja pada linkungan operasional seperti itu.

    Male UAV

    Sistem SAR memanfaatkan karakteristik propagasi jarak jauh dari sinyal radar dan kemampuan pemrosesan informasi yang rumit dari elektronik digital modern. Hal ini untuk memberikan citra resolusi tinggi. Sistem SAR bisa melengkapi kemampuan fotografi dan pencitraan optik lain, karena tidak dibatasi oleh waktu atau kondisi atmosfer. Disamping itu respons frekwensinya juga unik sehingga target radarnya juga bisa unik.

    male UAV

    Teknologi SAR juga telah memberikan informasi struktural medan kepada ahli geologi untuk eksplorasi mineral, batas-batas tumpahan minyak di atas air untuk para pencinta lingkungan, peta keadaan laut dan bahaya es bagi para navigator, dan pengintaian serta penargetan informasi untuk operasi militer. Ada banyak aplikasi lain untuk teknologi ini. Beberapa di antaranya, terutama warga sipil, belum dieksplorasi secara memadai karena elektronik berbiaya rendah baru saja mulai dalam membuat teknologi SAR ekonomis untuk skala kecil [3].

    DAFTAR PUSTAKA

     [1] Ridzwan Rahmat, 2019, Indonesia unveils prototype of indigenously developed

         strike-capable UAV, Jane’s,

    [2] Nozhan Hosseini, Hosseinali Jamal, David W. Matolak, Jamal Haque, Thomas Magesacher Cesium Astro Austi, 2019, UAV Command and Control, Navigation and Surveillance: A Review of Potential 5G and Satellite Systems, This paper is accepted to be published in IEEE Aerospace Conference March 2019

    [3] Sandia Laboratoruim, What is Synthetic Aperture Radar (SAR),

          https://www.sandia.gov/radar/what_is_sar/

    —

    *Disiapkan oleh AB

    Jenis Pesawat Terbang Pesawat Male - UAV pesawat tanpa awak
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleKenali Demam Berdarah Pada Anak Usia Dini
    Next Article Boss Tulalit

    Postingan Terkait

    Perpanjang Masa Bonus Demografi Melalui Pemanfaatan Teknologi

    19 Januari 2025

    SAF Bahan Bakar Alternatif untuk Pesawat Udara

    20 April 2024

    Prospek Industri Ban Pesawat di Indonesia

    21 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Rumah Makan Rumah Mertua Indramayu

    9 April 202622 Views

    Menikmati Keindahan Alam di Taman Batu Hanjuang

    8 April 20266 Views

    Pesona Situ Cicerem Kaduela Kuningan

    8 April 202621 Views

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 202687 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (149)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.