Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Main Petak Umpet
    Tradisi

    Main Petak Umpet

    2 Maret 2020Tidak ada komentar3 Mins Read1,096 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Permainan Petak Umpet, yang nama lainnya Tak Umpet, Umpetan, Pongpongan, atau Tembak Nama, adalah salah satu jenis permainan yang paling digemari anak-anak di Betawi pada jaman dulu. Jenis permainan yang sama juga ada di daerah lain di Nusantara ini. Kalau di Jawa permainan ini disebut Jethungan. Entah di daerah lain.

    [iklan]

    Permainan Petak Umpet ini cukup sederhana dan mudah untuk dimainkan oleh 2 orang atau lebih, dan lokasinya di luar sekitar rumah atau lapangan.  Inti dari permainan ini adalah sembunyi dan mencari.  Yang sembunyi banyak yang mencari hanya satu orang.  Tata cara bermainnya adalah sebagai berikut:

    1.Menentukan Pos Jaga
    Sebelum permainan dimulai, hal perlu disiapkan/ditentukan dan disepakai bersama adalah Pos Jaga atau biasa disebut INGLO atau PONG. Pos Jaga ini bisa berupa sebatang pohon, tiang, atau sekedar tanda, sebagai pos (base camp) tempat anak yang nantinya menjadi Pencari .

    2.Menentukan siapa yang jaga pos (yang menjadi Pencari)
    Setelah Pos Jaga  disepakati permainan dimulai dengan menentukan siapa yang jaga dan siapa yang sembunyi  (yang nantinya harus dicari oleh Pencari). Penentuan itu dilakukan dengan cara:

    a.Gamsit atau Suit bila pemain hanya 2 orang. Yang kalah jaga dan yang menang sembunyi.

    b.Bila pemain lebih dari 2 orang dilakukan Hum Pim Pah. Yang menang sembunyi. Hum Pim Pah terus dilakukan sampai pemain tinggal 2 orang, lalu gamsit. Yang kalah jaga.

    3.Mulai sembunyi (ngumpet)
    Selanjutnya, yang menjadi Jaga Pos atau Pencari, menutup matanya dengan menghadap ke Pos Jaga atau INGLO, dan menghitung 1 s/d 10. Sementara dia menghitung, anak-anak yang sembunyi segera mencari tempat untuk sembunyi.

    4.Proses Pencarian
    Begitu selesai menghitung sampai 10, si Pencari membuka mata mata, dan siap-siap untuk segera mencari mereka yang sedang bersembunyi. Jika si Pencari berhasil menemukan temannya yang bersembunyi, ia harus menyebut namanya dan cepat-cepat menyentuh Pos Jaga atau INGLO. Jika si anak yang ditemukan dan disebut namanya lebih dulu memegang (mencapai) Pos Jaga atau INGLO, maka ia dianggap menang dan boleh sembunyi kembali. Bila ia kalah dulu memegang INGLO maka dia menjadi tawanan dan dikumpulkan di sekitar INGLO sampai semua yang bersembunyi berhasil ditemukan.

    Bila dalam pencarian, ada seorang pemain yang bersembunyi  berhasil mencapai (menyentuh) INGLO maka semua tawanan dinyatakan bebas, dan permainan dimulai dari awal lagi. Bila seluruh pemain yang bersembunyi berhasil ditemukan, maka anak yang pertama kali ditemukan adalah dia yang menjadi Pencari pada permainan berikutnya.

    Catatan:
    Permainan Petak Umpet ini  bisa melatih kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak terlatih dalam berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Begitu pula yang mencari, dia terlatih untuk teliti dan hati-hati. Permainan ini juga bisa membentuk fisik anak-anak menjadi menjadi kuat dan tangkas. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif. (AY)

    permainan ana-anak permainan anak indonesia Permainan petak umpet Permainan zaman dulu
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleRenny Djajoesman Pentaskan Drama ‘Ayahku Pulang’ di Bulungan
    Next Article Rempah Sebagai Perisai Tubuh

    Postingan Terkait

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 2026

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202621 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202658 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.