Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sains » Pesawat Terbang Tanpa Awak
    Sains

    Pesawat Terbang Tanpa Awak

    2 Agustus 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read23 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    SEKILAS PESAWAT TERBANG TANPA AWAK

    Istilah Drone maupun UAV, pada akhir akhir ini semakin popular, banyak orang telah mendengar bahkan menggunakan istilah kedua jenis benda terbang tersebut.

    Apakah keduanya sama atau berbeda ?

    Benda terbang mainan anak anak semacam helikopter mainan ada yang menyebutnya Drone, begitu juga benda terbang berteknologi tinggi untuk kepentingan pertahanan Negara juga disebut Drone. Kadang kadang dua contoh penyebutan ini bisa membingungkan, yang mana sebenarnya yang disebut Drone atau yang mana UAV. Kalau begitu, sebaiknya bagaimana, apakah perlu dibedakan antara Drone mainan anak anak dan UAV berteknologi canggih?

    Pesawat terbang tanpa awak seringkali dikenal dengan sebutan Drone atau UAV.

    Kebanyakan orang menyangka bahwa Drone adalah benda terbang yang bisa terbang mandiri tanpa pilot. Hal ini benar adanya, tetapi istilah Drone sebenarnya juga bisa digunakan untuk selain benda terbang semacam pesawat terbang, bisa juga untuk kendaraan laut semacam kapal laut yang bisa bergerak otomatis di lautan. Demikian juga kendaraan darat semisal mobil yang bisa bergerak menuju lokasi tertentu tanpa campur tangan sopir. Hanya saja sebagian besar pakar sepakat bahwa istilah Drone hanya berlaku untuk pesawat terbang yang bisa terbang mandiri tanpa campur tangan pilot.

    Sedangkan UAV (Unmanned Aerial Vehicle ) adalah Kendaraan Udara Tidak berawak atau lazim disebut sebagai Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), ada juga yang menyebutnya sebagai Pesawat udara nir awak (Puna). UAV bukan saja bisa terbang jarak jauh menggunakan peralatan pilot kendali jarak jauh, namun bisa juga terbang mandiri tanpa pilot.

    Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa sebenarnya semua Drone adalah UAV, tetapi tidak semua UAV adalah Drone. Sebab ada UAV yang masih menggunakan pilot dalam pengoperasiannya, sedangkan Drone sama sekali tidak perlu pilot.

    [iklan]

    Meskipun Tidak semua UAV bisa terbang tanpa pilot, tetapi desakan keperluan dan kemajuan teknologi yang hampir tak terbendung menghendaki agar semua UAV juga memiliki kemampuan selayaknya Drone, bisa terbang mandiri tanpa pilot untuk pemenuhan berbagai macam misi penerbangan.  Oleh karena itu pemakaian istilah ini sepertinya semua berpulang pada masyarakat luas. Apalagi sebagian media massa mulai dari media cetak, media online maupun televisi, dan medsos, lebih sering menggunakan istilah Drone untuk benda terbang semisal UAV.

    Saat ini pun dari sisi fungsional: Drone dan UAV semakin tidak bisa dibedakan, kecuali untuk kepentingan yang mengharuskan penggunaan teknologi tinggi semisal untuk peralatan pertahanan Negara, Penanggulangan Bencana Alam maupun untuk Patroli Pencegahan tindak kriminal di udara, laut maupun di darat.

    Dalam perkembangannya, UAV merupakan pesawat terbang tanpa pilot manusia yang berada di dalamnya. Beban muatan dibawa terbang menuju lokasi melalui sistem kendali. Pengendalian pesawat ini bisa menggunakan pilot kendali jarak jauh maupun dikendalikan oleh dirinya sendiri ( autonomous ) melalui sistem kendali dan kontrol mandiri yang dibenamkan di dalam badan pesawat. UAV bisa kembali terbang ke tempatnya semula untuk digunakan lagi. Berbeda dengan Roket Kendali (Rodal), walaupun masih mempunyai kesamaan, tetapi tetap dianggap berbeda dengan UAV, sebab Rodal tidak dapat digunakan kembali setelah digunakan, dan Rodal adalah senjata itu sendiri. Sedangkan UAV maupun Drone tidak digunakan sebagai senjata, meskipun bisa membawa senjata.

    UAV pada umumnya mempunyai satu kesatuan sistem penerbangan yaitu: Landasan pacu penerbangan, Pesawat nir awak, Terminal data, dan Stasiun Pengontrol. Satu kesatuan sistem penerbangan dan contoh pesawat nir awak dapat dilihat pada gambar 1.

    Gambar 1: Kesatuan sistem pesawat nir awak ( Atik Bintoro, Dede Racmat, 2013)

    UAV dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sipil maupun militer.

    Untuk kepentingan sipil, misalnya dapat digunakan sebagai pembawa racun api pemadam kebakaran dalam penanggulangan kebakaran, pembawa kamera foto maupun video untuk pemantauan suatu obyek di bawahnya, terutama bagi obyek yang berbahaya jika dipantau dari pesawat berawak.

    Sedangkan untuk keperluan militer, UAV telah dikenalkan sejak tahun 1950_an sebagai obyek sasaran tembak (target drone), kemudian berkembang menjadi pesawat mata-mata pengintai maupun sebagai penyerang pertahanan musuh.

    Dalam perkembangannya UAV ini mempunyai berbagai macam misi, baik sipil maupun militer, sehingga memiliki berbagai macam: bentuk, ukuran, konfigurasi dan karakter, terutama setelah sistem kontrolnya berkembang sedemikian pesat. Sistem kontrol ini meliputi kontrol terhadap: mekanika terbang, posisi dan lokasi penerbangan, maupun kontrol terhadap stabilitas mesin.

    Diantara contoh UAV versi militer adalah Pesawat Predator buatan Negara Amerika Serikat. Predator berfungsi sebagai pesawat pengintai, ketika beroperasi berdaya tahan tinggi, serta mampu membawa peralatan tempur rudal pemandu laser.  UAV versi ini telah digunakan sejak tahun 1995.  Predator mampu terbang dengan kecepatan sekitar  217,261 km perjam, tinggi terbang  7,62 km dan menempuh jarak 724,2048 km. Predator dilengkapi dengan dua rudal AGM-114 Hellfire, dan siap untuk digunakan sesuai misi. (dikutip dari berbagai sumber. /AB).

    pesawat terbang tanpa awak Unmanned Aerial Vehicle
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleApa dan Siapa Penyair Indonesia
    Next Article Popo Si Anak Raksasa

    Postingan Terkait

    Perpanjang Masa Bonus Demografi Melalui Pemanfaatan Teknologi

    19 Januari 2025

    SAF Bahan Bakar Alternatif untuk Pesawat Udara

    20 April 2024

    Prospek Industri Ban Pesawat di Indonesia

    21 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.