Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Tradisi Botram-Makan Bersama di Daun Pisang
    Tradisi

    Tradisi Botram-Makan Bersama di Daun Pisang

    27 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read21 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Botram adalah tradisi makan bersama yang digelar di atas daun pisang. Tradisi ini berasal dari daerah Jawa Barat atau suku Sunda. Makan bersama ini biasanya dilaksanakan saat kumpul bersama anggota keluarga, teman, kerabat, atau orang terdekat. Makanan khas sunda seperti nasi liwet dan lalapan biasanya digelar memanjang di atas daun pisang yang sudah dibersihkan.

    Istilah Botram sebagai acara makan bersama ini lebih populer di kota Bandung. Di beberapa daerah Sunda lain, kegiatan makan bersama ini dikenal juga dengan istilah yang beda, yaitu: Bancakan, Cucurak, dan Ngaliwet.

    Kebiasan Botram atau makan bersama ini dulu biasanya dilakukan oleh petani saat mengolah sawah/ladang. Karena jarak antara sawah/ladang lumayan jauh dari rumah, para petani biasa membawa nasi dan berbagai lauk yang bisa dimakan saat istirahat kerja, tanpa harus keluar dari sawah/ladang.

    Menariknya, Botram atau makan bersama ini merupakan salah satu tradisi yang masih lestari dan banyak dilakukan hingga saat ini. Tak sulit untuk menemukan atau merealisasikan jika ingin melakukan kegiatan makan bersama ini bahkan di perkotaan sekalipun. Alasan yang membuat Botram masih banyak dilakukan adalah karena kepraktisannya. Dengan menggunakan daun pisang, setelah selesai kita tidak perlu repot mencuci piring kotor sebanyak apapun orang yang ikut berpartisipasi.

    Awalnya dulu, Botram biasanya ada di perkampungan dalam sebuah acara perayaan tertentu. jumlah daun yang digunakan lebih dari satu agar saling terhubung memanjang satu sama lain. Semakin panjang daun pisang dan lauk yang digelar, maka semakin banyak pula orang yang bisa berpartisipasi makan bersama.

    Botram menggambarkan makna kebersamaan secara utuh, karena jika makan biasa pada piring masing-masing setiap orang hanya menikmati makanannya sendiri, Botram justru mengumpulkan banyak orang di tempat yang sama sehingga kebersamaan lebih terasa.

    Alasan yang membuat Botram masih banyak dilakukan adalah karena kepraktisannya. Dengan menggunakan daun pisang, setelah selesai kita tidak perlu repot mencuci piring kotor sebanyak apapun orang yang ikut berpartisipasi.

    Bicara soal lauk, bentuk menu yang disajikan saat ini pun tidak jauh berbeda dari zaman dulu, di mana tentu makanan yang disantap adalah makanan khas Sunda. Mulai dari nasi liwet dengan aroma rempah yang khas, berbagai macam sayur lalap, sambal, ikan asin, dan lain sebagainya.

    Dapoer sastra Tjisaoek, 10.12.23

    Dirangkum dari berbagai sumber oleh: Abah Yoyok

    Tradisi Liwetan Tradisi Makan Bersama Tradisi Nusantara
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTaksonomi Cipta, Rasa, Karsa Ki Hadjar Dewantara
    Next Article Falsafah Lakon Bima Suci dan Arjuna Wiwaha

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.