Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Dongeng » Seekor Buaya yang Jatuh Cinta
    Dongeng

    Seekor Buaya yang Jatuh Cinta

    29 Agustus 2020Tidak ada komentar4 Mins Read244 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Dahulu kala, sungai Tulang Bawang yang ada di daerah Lampung, terkenal sebagai sungai yang angker. Banyak orang yang hilang jika berlayar melewati sungai itu. Menurut cerita penduduk yang tinggal di sepanjang pinggiran sungai tersebut, mereka hilang karena dimakan oleh buaya ganas, si penghuni sungai.

    Diceritakan bahwa pada suatu hari masyarakat di sebuah desa yang terletak di pinggir sungai Tulang Bawang itu heboh. Seorang gadis cantik bernama Aminah hilang lenyap, entah kemana. Hampir seluruh penduduk kampung mencarinya ke setiap pelosok, tapi Aminah tak ditemukan. Bahkan tak juga ditemukan satu petunjuk di mana kira-kira si gadis Aminah berada. Kedua orang tuanya bingung dan panik. Curiga, jangan-jangan anak gadisnya sudah jadi korban keganasan buaya penunggu sungai Tulang Bawang!

    [iklan]

    Sementara itu, ketika para penduduk sibuk mencari-cari, di dalam sebuah goa besar yang tak jauh dari pemukiman penduduk, seorang gadis terbaring dalam keadaan lemah tak berdaya. Ternyata gadis itu adalah si Aminah yang sedang dicari-cari oleh orang tuanya dan orang-orang kampung. Setelah sadar dari pingsannya, Aminah mengucek-ucek matanya sembari menengok ke kiri dan kanan memperhatikan sekitar. Alangkah terkejutnya ia ketika menyadari bahwa ternyata dirinya ada dalam sebuah Goa. Pelan-pelan ia berusaha untuk bangkit. Semakin ia terkejut ketika melihat ada banyak harta karun yang tak ternilai harganya berupa emas, permata dan intan berlian serta pakaian yang indah-indah.  Selagi ia terheran-heran, tiba-tiba terdengar sebuah suara serak-serak parau dari sudut gua yang agak gelap dan sejenak kemudian muncul seekor buaya yang sangat besar dan mengerikan. Buaya itu bisa bicara. “Jangan takut…! Seperti yang kau lihat, aku memang seekor buaya, tapi asalku adalah manusia seperti kamu juga. Aku dikutuk karena perbuatanku yang buruk. Namaku Somad. Karena itu panggil saja aku Somad.”

    “Oh…”

    “Pekerjaanku merampok di sungai Tulang Bawang. Harta benda yang kurampok kusimpan dalam gua ini. Dan juga ketahuilah, di Goa ini ada terowongan rahasia yang bisa tembus langsung ke desamu. Tak ada yang mengetahul terowongan itu.”

    Dengan tubuh yang masih gemetar, Aminah berusaha untuk menghilangkan rasa takutnya dan menyimak baik-baik ucapan sang Buaya yang menyeramkan itu. Sepintas ia menyadari bahwa ternyata ada jalan rahasia menuju kampungnya dari dalam Goa tersebut. Dalam hati ia berharap bisa keluar dari Goa. Walaupun kiranya Sang Buaya itu baik hati kepadanya banyak memberi hadiah perhiasan emas dan permata atau apapun yang ia suka. Ia tetap tidak merasa nyaman tinggal dalam Goa bersama seekor Buaya yang menyeramkan dan kesepian itu. Ia merasa kalau sang Buaya suka kepadanya, bahkan bisa jadi mencintainya karena pada dasarnya ia adalah seorang manusia yang kena kutukan. Sewaktu-waktu bisa berubah kembali menjadi manusia dengan sarat tertentu. Ada gadis yang mencintainya, misalnya. “Hiiyy…! Tak ingin aku punya kekasih seekor buaya,” teriak Aminah dalam hati.

    Pelan-pelan, Aminah mulai teringat kejadian mengapa ia sampai berada di dalam Goa bersama buaya itu. Kemarin ia berada di tepi sungai untuk membuang sampah, tiba-tiba ada sesuatu yang kuat dan besar menyambar dirinya. Ia seperti tenggelam ke dasar sungai. Ia tak sadarkan diri, dan tahu-tahu berada di dalam Goa bersama sang Buaya.

    Aminah pun coba menyusun rencana untuk kabur. Ia pura-pura menuruti kemauan si Buaya. Tapi diam-diam ia menunggu kesempatan yang baik untuk meloloskan diri melalui jalan rahasia seperti yang telah diceritakan oleh Sang Buaya. Sampai pada akhirnya ketika si Buaya tertidur dan membiarkan pintu guanya terbuka. Aminah segera menggunakan kesempatan ini untuk keluar melalui terowongan rahasia yang sempit dan berbatu licin. Setelah menyusuri terowong yang sempit dan licin itu, tak lama kemudian ia berhasil keluar dan melihat sinar matahari.

    Betapa gembiranya hati Aminah karena sudah berhasil keluar dari gua yang menyeramkan itu. Akhirnya ia bisa kembali ke desanya dengan selamat. Kembali hidup tentram dan bahagia bersama keluarganya. Adalah sebuah hikmah yang dapat dipetik dari perjumpaannya dengan Sang Buaya tersebut. Bahwa harta yang berlimpah ruah tidak menjamin hidup bahagia. Buaya dalam Goa itu memang kaya raya tapi ia kesepian dan menderita akibat perbuatan jahatnya dulu.

    ***

    Dapoer Sastra Tjisaoek, Agustus 2010
    Diceritakan kembali oleh:  Abah Yoyok

    Cerita legenda nusantara cerita rakyat Dongeng Nusantara
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSendal Kayu, Namanya Bakiak
    Next Article Puisi Gaya Tegalan

    Postingan Terkait

    Setana

    23 Januari 2025

    Legenda Batu Menangis

    13 Mei 2024

    Pohon Jati yang Lari-Lari

    23 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.