Berawal dari kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an, lembaga yang berdiri sejak 2024 ini mengembangkan program tahsin, Yanbu’a, tahfidz, dan pemahaman kandungan Al-Qur’an.
BOGOR — Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an terus mengembangkan perannya sebagai ruang pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungan Perumahan Puri Arraya, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Lembaga yang berdiri sejak 2024 ini hadir dengan perhatian pada pembentukan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki bacaan yang baik, hafalan yang terjaga, serta akhlak yang mulia.
Kehadiran Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan anak di tengah perkembangan era digital. Arus informasi dan hiburan yang semakin mudah diakses dinilai dapat mengurangi waktu anak-anak untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kondisi tersebut mendorong perlunya ruang pendidikan nonformal yang dapat mendampingi santri secara lebih intensif dan terarah.
Berawal dari Kepedulian terhadap Generasi Qur’ani
Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an diinisiasi dan didirikan oleh Ustadz Agus Imam Wahyudi, M. Ag. Lembaga ini berangkat dari niat untuk membentengi akhlak generasi penerus sekaligus menyiapkan para penjaga Kalamullah. Sekretariatnya berada di Perum. Puri Arraya Blok I H 1, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Sejak kehadirannya, Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an mendapat sambutan dan dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua yang menginginkan lingkungan belajar yang positif dan kondusif bagi putra-putri mereka.
Peresmian dan Pembukaan Kelas Yanbu’a
Salah satu momentum penting dalam perjalanan lembaga ini adalah terselenggaranya agenda peresmian sekaligus Pentas Seni Islami. Kegiatan tersebut menjadi tonggak penataan sistem administrasi dan kurikulum pendidikan Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an.
Dalam momentum tersebut juga dibuka kelas Baca Tulis Al-Qur’an menggunakan Metode Yanbu’a. Metode ini digunakan sebagai pendekatan pembelajaran yang terstruktur untuk membantu santri membaca dan menulis huruf-huruf Al-Qur’an secara tepat, sekaligus memperhatikan akurasi makhraj dan kaidah tajwid.
Empat Program Utama Pendidikan Al-Qur’an
Untuk mewujudkan visi mencetak generasi cinta Al-Qur’an yang berakhlak mulia dan berilmu, Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an menjalankan empat program utama:
- Tahsinul Qur’an: Bimbingan untuk menyempurnakan bacaan Al-Qur’an agar tartil, fasih, dan sesuai kaidah tajwid.
- Baca Tulis Al-Qur’an Metode Yanbu’a: Pembelajaran terstruktur untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis huruf-huruf Al-Qur’an secara presisi.
- Tahfidzul Qur’an: Program menghafal Al-Qur’an secara bertahap melalui setoran yang teratur dan muraja’ah untuk menjaga kekuatan hafalan.
- Memahami Isi Al-Qur’an (Tafhim): Pemberian pemahaman dasar mengenai makna dan kandungan ayat agar santri dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Program pendidikan dilaksanakan oleh para asatidz dan asatidzah dengan pendekatan yang sabar dan ramah anak. Di sisi lain, lembaga tetap memberikan perhatian pada pencapaian kualitas hafalan santri.
Evaluasi hafalan dilakukan secara berkala, salah satunya melalui Ujian atau Tes Hafalan Juz ‘Amma (Juz 30). Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur kualitas hafalan santri sebelum melanjutkan ke tahapan juz berikutnya.
Menumbuhkan Ekosistem Pendidikan Al-Qur’an
Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an menempatkan pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar sebagai kegiatan belajar membaca dan menghafal, tetapi sebagai proses pembentukan karakter. Sinergi antara pengelola, wali santri, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi Qur’ani.
Dengan program yang terus dikembangkan, Rumah Tahfidz Aliyyul Qur’an diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pendidikan yang membantu anak-anak mencintai Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan membaca dan menghafalnya, memahami kandungannya, serta membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari. (Liputan Pendidikan Islam – Kontributor: Ustadz Agus IW)
