Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Risalah Seorang Petualang
    Puisi

    Risalah Seorang Petualang

    26 Oktober 2021Updated:30 Oktober 2021Tidak ada komentar4 Mins Read62 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    MH. Dzulkarnain nama pena dari Noer Moch Yoga Z adalah Penyair yang patut diendus mempunyai kemampuan memilih kata apa adanya dan cenderung menukik pada perenungan lintas ruang dan lintas waktu melalui perlintasan kosa kata sehari hari.

    Puisi puisi Penyair yang memperkenalkan diri lahir di Pulau Madura, yang tayang kali ini berpotensi bisa dinikmati sambil menyendiri di kamar merenungi masa lalu, saat kekinian serta harapan ke depan, atau pun dibaca menjadi semacam penyiar radio di malam hari untuk mengantarkan pendengar agar hanyut mengaduk aduk imajinasi perasaan yang timbul ketika setiap diksi sudah terlanjur dibaca.

    Lihat saja dari judul judul puisinya:
    / Memori Kosa Kata ‘Kisah Pisah Kita’/,
    / Risalah Seorang Petualang/,
    /Setangkai Kisah Beranting Puisi
    ;daduwi nh./ dan
    /Lembaran Waktu/

    Judul judul tersebut dapat memantik Perenungan yang bisa jadi akan melahirkan perenungan juga atau justru tidak hendak memikirkan, segalanya terserah pembaca. (redaksi).

    Memori Kosa Kata ‘Kisah Pisah Kita’

    Mungkin tak ada lagi cerita yang bakal kita bahas tuntas
    Jika  benang layang-layang kasih sayang telah rela kau lepas
    Mendiami ruang dengan raung di kening penuh kunang-kunang kenang
    Hingga jangkrik, cicak dan nyamuk pun
    Kerap kali gundah bahkan gaduh membuat irama lagu
    Hanya untuk mengganggu percakapan kita
    Di balik hitam waktu tak berpintu

    Dan itu semua telah kuarsip dalam buku catatan
    Meski sedikit dari huruf-hurufnya berterbangan
    Menjelma merpati yang setia hinggap di jendela
    Namun tidak dengan dua kata
    Yaitu aku dan kamu yang telah dikutuk selamanya
    Menjadi Maha Kita
    Dalam memori kosa kata ‘kisah pisah kita’

    Annuqayah Mata Pena, 2021

    Risalah Seorang Petualang

    Kini malam menjadi tantangan
    bagi seorang petualang
    merelahkan diri nya bertelanjang
    karena undang-undang yang ia pegang
    lepas dari genggaman tangan

    maka terpaksalah ia menaru muka
    di bawah atap purnama
    bersama gantungan tanda tanya

    Annuqayah Mata Pena, 2021

    Setangkai Kisah Beranting Puisi  
    ;daduwi nh.

    Nuansa baru pagi itu aku menemukanmu di balik bilik mimpi
    Etika tingka dan senyum yang tak pernah alpa sempurna mekar bunga
    Napas yang kau lepas berdesir meraba dada
    Gincu seakan tak berguna pada kedua pipimu yang telah lebih dulu merona

    Nostalgia bersama malam tak cukup mengobati goresan kenang
    Ingatkah kau, dulu kita pernah pasang wajah di jendela Tuhan
    Hampir dua puluh empat jam kita hitung bersama di kening malam
    Aku dan kau memang diksi Tuhan yang larut dalam secawan peradaban
    Laila dan majnun pun adalah bukti profil dari kisah kita yang terlarang

    Lupakah engkau saat kata terucap pilu padaku?
    Untuk apa kau menerima lelaki lain, jika kau masih menerimaku sebagai butiran debu di pipimu
    Nestapa air mata yang berlinang deras disela-sela pipi itu, aku tak rela melihatnya jatuh

    Nama kita telah diikrar oleh Tuhan dalam setangkai puisi
    Alam pun gembira mendengarkannya
    Desir ombak di laut sana akan hening seketika
    Andai kata kita bertatap muka mencuci luka

    Annuqayah Mata Pena, 2021

    Lembaran Waktu

    Lembaran waktu terus terbuka
    Burung-burung hinggap di pundak rumah
    Meratapi jejak subuh merangkul doa
    Becericit menyambut rona bagaskara

    Aku masih berada di tepi gubuk mati
    Menjemput segala yang surga pada lekuk tubuhnya

    Aku pun terbangun dari ranjang Tuhan
    Dengan serpihan angan menempel di tembok ruang
    Cericit para burung masih tetap bersenadung
    Memberi kabar, bahwa waktu telah membawanya pudar

    Ternyata, di gubuk mati itu
    Seorang perempuan
    Yang selama ini menjadi penghuni detak waktuku

    Annuqayah Mata Pena, 2021

    MH. Dzulkarnain nama pena dari Noer Moch Yoga Z. Pemuda kelahiran Sumenep, 16-06-2003. Alamat rumah Desa Gunung kembar Kec. Manding Kab. Sumenep, Santri PP. Annuqayah Daerah Lubangsa , Siswa kelas akhir MA 1 Annuqayah, Aktif di Organisasi Daerah ‘IKSAPUTRA’ (Ikatan Santri Pantai Utara), dan salah satu Masyarakat  ‘Majelis Sastra Mata Pena’. Buku Antologi bersamanya a.l.: Menjadi Sajak dan Jarak (Tazik zona barokah, 2020); Ajher (Keraton, 2020); Antologi DNP 11 KHATuLISTIWA (KKK, 2021). Dan beberapa karya lainnya pernah dimuat di Koran Jawa Pos Radar Madura (JPRM); Majalah Sidogiri (Sya’ban1442). dan beberapa puisi juga bisa di lihat di media Online : NU Online Sumenep; Takanta.id; ddl.

    Puisi Cinta puisi kehidupan puisi populer
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleCoretan Pendek di Hari Lahir
    Next Article Elegi Puisi Cinta

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202611 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20266 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 20267 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.