Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Berita Terkini » Rindu Rendra Megatruh
    Berita Terkini

    Rindu Rendra Megatruh

    19 November 2019Updated:19 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read49 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    kangen rendra
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Satu Dekade Mengenang Rendra

    Rindu Megatruh

    Rendra adalah budayawan Indonesia, yang karya-karyanya tersebar di mancanegara. Ia pujangga kelas dunia. Puisi, esai maupun naskah drama karyanya merupakan ekspresi dari opini, visi dan misinya mengenai situasi dan kondisi poleksosbud negara kita.  Termasuk, renungan Megatruh-nya yang diilhami“ramalan” Ronggowarsito.

    Sayangnya, pendapatnya tersebut tidak banyak  diketahui oleh banyak pihak – oleh rakyat. Apalagi pihak pemerintah yang boleh disebut nyaris memandang sebelah mata.

    [iklan]

    Untuk itulah Clara Sinta, putrinya mendirikan yayasan Daya Cipta Rendra, antara lain untuk merawat, mendokumentasi, dan terus menjadikan karya-karya Rendra “tak rapuh oleh hujan, tak lekang oleh panas” – menjadi warisan yang bernas bagi generasi berikutnya.

    Cuplikan pemikiran Rendra, yang ditulis dalam “Megatruh Kambuh – Renungan seorang Penyair dalam menanggapi Kalabendu,” penting disimak :

    “..yang dianjurkan oleh Ronggowarsito agar orang bisa selamat di masa “Kalatida” adalah selalu sadar dan waspada tidak ikut dalam pernainan gila. Sedangkan di masa “Kalabendu”  harus berani prihatin , sabar, tawakal, dan selalu berada di jalan Allah sebagaimana tercantum dalam kitab suciNya. Maka nanti akan datang secara tiba-tiba masa “Kalasuba” yang ditegakkan oleh Ratu Adil.” (Pidato WS Rendra pada acara pengukuhan Doctor Honoris Causa di  Bidang Kebudayaan dari Universitas Gajah Mada, 4 Maret 2008).

    rindu rendra

    180 Kabupaten/Kota

    Sejarah mencatat Rendra lahir di Solo, 7 November 1935 – meninggal di Depok, 6 Agustus 2009, maka didukung Komunitas Burung Merak Rendra, Telkomsel, Sinematek, Nusantaranews.co, dan lainnya, Clara Sinta   menyelenggarakan acara “Rindu Rendra: Megatruh, Satu Dekade Mengenang Rendra,” 6 – 7 Nopember 2019, di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, di jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Pameran Foto dan Poster tentang perjalanan kesenian dan kebudayaan maupun pemutaran film yang pernah dibintangi oleh Rendra dipampang-tayangkan.

    Juga, yang menarik adalah dilaksanakannya Lomba Video Baca Puisi Rendra Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 5 September 2019 – dateline 20 Oktober 2019. Video lomba ini diunggah di channel YouTube Komunitas Burung Merak Rendra. Di luar dugaan ternyata hampir 1000 peserta mengirim-unggah karyanya – yang setelah diseleksi awal ada 840 peserta berasal dari 180 Kabupaten/Kota – tersebar di 30 Provinsi, yang siap dinilai oleh juri.

    rindu rendra

    Selain itu panitia pelaksana memberikan ruang apresiasi terhadap para pengagum dan pecinta sosok dan karya Rendra. Caranya diminta untuk menulis puisi tentang dan untuk Rendra. 51 orang dari berbagai kalangan mengirimkan puisi, yang kemudian dibukukan dalam Antologi Puisi untuk Rendra: Rindu Rendra. Pada 6 November 2019 antologi puisi ini diluncurkan dan dibacakan oleh sekitar 20 penyairnya, dibuka oleh Taufiq Ismail yang membacakan karya mengenang persahabatannya dengan Rendra.

    Esoknya, 7 Nopember siang,  Diskusi Publik yang menampilkan Emha Ainun Nadjib dan  Adhi M. Massardi sebagai narasumber, dimoderatori Teguh O Wijaya, berlangsung hangat. Terjadi dialog interaktif  terutama antara Cak Nun dengan beberapa orang hadirin – yang memenuhi auditorium PPHUI. Menggugah.

    Kangen

    Malamnya dilaksanakan Pengumuman dan Penyerahan Hadiah untuk pemenang Lomba Video Baca Puisi Rendra Tingkat Nasional, yang didahului dengan pembacaan puisi dari tokoh masyarakat maupun penyair. Rizal Ramli orasi dan membaca sajak “Sebatang Lisong” karya Rendra yang menurutnya ditulis Rendra semasa demo mahasiswa ITB. Kemudian tampil Linda Djalil, Sudibyanto, Bambang Oeban dan Imam Ma’arif.

    Kemudian atas pilihan dewan juri : Jose Rizal Manua, Clara Sinta, Uki Bayu Sedjati, ditayangkanlah karya 10 nominator Lomba Video Baca Puisi Rendra Tingkat Nasional, sebelum pemenang-pemenang diumumkan.

    Pemenang pertama membaca “Kangen” yang ditulis Rendra untuk Sunarti Suwandi.

    Kamu tak akan mengerti bagaimana kesepianku

    menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

    kau tak akan mengerti segala lukaku

    karena cinta telah sembunyikan pisaunya.

    Membayangkan wajahmu adalah siksa

    Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

    Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

    Apabila aku dalam kangen dan sepi

    itulah berarti aku tungku tanpa api.

    (dari buku: Stanza dan Blues – Malam Stanza).

    Kerinduan terhadap sosok maupun karya-karya pujangga Nusantara penting untuk dirawat dan terus dipublikasikan sebagai warisan kepada generasi berikut. Untuk kepentingan itu Komunitas Burung Merak Rendra merancang hajatan setiap tahun dengan ragam acara yang selaras peluang dan tantangan jaman. (UBS)

    penyair indonesia ws rendra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMusik Tradisi Sumatra
    Next Article Mimpi Penjual Roti

    Postingan Terkait

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 2026

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202618 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202644 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.