Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Rindu Rendra Dalam Puisi
    Buku

    Rindu Rendra Dalam Puisi

    14 November 2019Tidak ada komentar3 Mins Read63 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Rindu Renda Dalam Puisi

    ANTOLOGI puisi ‘Rindu Rendra’ ini ditulis tidak hanya oleh para Penyair, tetapi juga oleh para penggemarnya, dan orang-orang yang pernah mengenalnya. Melalui antologi ini kita akan melihat aneka ragam daya daya ungkap yang bermuara pada kerinduan akan Rendra, yang dikenal luas sebagai Penyair, Dramawan, Sastrawan, dan Budayawan.

    Penulis yang puisinya terhimpun dalam antologi ini, pada umumnya pernah mengenal Rendra, atau setidak-tidaknya pernah membaca karya-karyanya atau menyaksikan kehebatannya dalam membaca puisi. Seperti puisi karya Harry Hariawan di bawah ini.

    [iklan]

    TAMAN ISMAIL MARJUKI 1978

    Kau belum selesai membaca sajak ketika bom amoniak
    dilempar ke panggung
    Kau tetap bertahan sambal terus membaca kertas demi kertas itu
    walau bau menusuk hidung,
    dan menggoda iman untuk meninggalkan pentas
    Namun kau tetap di sana,
    seolah menantang rezim militeristik
    yang kelak baru turun sekitar 20 tahun kemudian
    Ditumbangkan anak-anak muda dan mahasiswa,
    yang terbakar semangatnya membaca sajak-sajakmu

    Untuk sang burung merak,
    8.8.2016/11.26 pm

    Puisi tersebut mengungkapkan tentang seseorang yang tidak bertanggung jawab melemparkan bom Molotov saat Rendra membacakan puisi-puisi famletnya di Teater Terbuka Taman Ismail Marjuki, di tahun 1978.

    Ada juga yang ditulis oleh murid-muridnya. Seperti puisi yang ditulis oleh Anton Daryanto Bendet berikut ini.

    MENGINGAT GURU
    Untuk: Rendra

    Mengingat sang guru
    Belajar untuk tahu
    Atau malah takut karena tabu
    Mengingat sang guru
    Belajar untuk meniru
    Atau memperkembangkan hal baru
    Mengingat sang guru
    Belajar tangkas dalam berburu
    Atau tetap tergopoh-gopoh dan terburu-buru
    Mengingat sang guru
    Belajar apa itu kalbu
    Belajar apa itu batu
    Dan jangan bersekutu dengan apa namanya hantu

    Jakarta, 8 Nop 20172.

    Rendra adalah seniman yang sangat terkenal di Indonesia, baik sebagai Sastrawan, maupun sebagai Dramawan. Bakat sastranya sudah terlihat sejak ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerpen dan drama. Orang-orang di Tikungan Jalan adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA.

    Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal  di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa asing, di antaranya Bahasa Inggris, Belanda , Jerman, Jepang dan India.

    Rendra juga aktif mengikuti festifal-festifal di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiky International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival of the Art (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

    Tahun 1967, sepulang dari Amerika Serikat, ia mendirikan Bengkel Teater yang popular di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air.

    Diharapkan antologi puisi yang beraneka ragam ini dapat di apresiasi oleh masyarakat yang mempunyai kerinduan yang sama pada Rendra.

    Sebagai penutup, saya turunkan salah satu ungkapan Rendra yang sangat terkenal.

    Kesadaran adalah matahari
    Kesabaran adalah bumi
    Keberanian menjadi cakrawala
    Dan perjuangan adalah adalah pelaksanaan kata-kata

    (WS. Rendra)

    Joze Rizal Manua

    penyair rendra penyair satire rendra rindu penyair
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMengenal Puisi Akrostik
    Next Article R.I.P Djaduk Ferianto

    Postingan Terkait

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    26 November 2025

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202529 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.