Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Berita Terkini » R.I.P Djaduk Ferianto
    Berita Terkini

    R.I.P Djaduk Ferianto

    14 November 20191 Komentar2 Mins Read28 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    R.I.P Djaduk Ferianto

    Rest In Peace
    Telah kembali pulang ke pangkuan Tuhan Yang Pengasih  seorang seniman musik kelahiran Jogyakarta. Gregorius Djaduk Ferianto. Meninggal karena serangan jantung pada tanggal  13 Nopember 2019 dalam usian 55 tahun. Ia lahir di Yogjakarta pada tanggal 19 Juli 1964.

    [iklan]

    Seniman musik yang pada hari-hari terakhirnya sibuk latihan dan mempersiapkan konser musik Ngayogjazz ini adalah putra seorang maestro tari Bagong Kusudiardjo. Adik kandung dari seniman teater yang cukup kondang, Butet Kartaredjasa. Djaduk pergi ke pangkuan Illahi meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.

    Lelaki yang menamatkan pendidikannya di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Yogyakarta ini semasa hidupnya dikenal sebagai seniman multitalenta. Sejak kecil ia sangat menyukai wayang dan bercita-cita ingin menjadi dalang.

    Sejak tahun 1972, Djaduk sering menggarap ilustrasi musik sinteron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara. Pada tahun 1978, bersama kelompok musik Rheze yang ia dirikan, ia memperoleh penghargaan sebagai Juara 1 Musik Humor tingkat Nasional.

    Penghargaan lain di bidang musik yang pernah ia dapatkan adalah:

    1. Pemusik Kreatif 1996 (PWI Yogyakarta)
    2. Piala Vidia sebagai Penata Terbaik 1995 (Festival Sinetron Indonesia)
    3. Grand Prize 2000 (Unesco)

    Tahun 1972, Djaduk mulai karir musiknya dengan memainkan instrumen tradisonal kendang. Ia lalu mendirikan kelompok musik anak-anak Rheze yang pada tahun 1978 menjadi Juara I dalam Lomba Musik Humor tingkat Nasional. Di sekolah Taman Madya Tamansiswa, ia mendirikan grup musik Wathathitha. Pada tahun 1983 Djaduk mementaskan repertoar Unen-Unen. Tahun 1985 ia bergabung dengan Teater Gandrik, dan pada tahun 1995, bersama dengan kakaknya, Butet Kertaredjasa dan Purwanto, mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika. Grup ini mengeksplorasi musik etnik dengan pendekatan modern. Pada tahun 1997, Djaduk mengolah musik keroncong dengan mendirikan Orkes Sinten Remen. Ia juga mendirikan Kelompok Musik Kreatif Wathathitha.

    Dalam perjalanan karir musiknya Djaduk telah menghasil banyak karya, antara lain:

    1. Orkes Sumpeng Nang Ning Nong bersama Kua Etnika, 1997
    2. Ritus Swara bersama Kua Etnika, 2000
    3. Parodi Iklan bersama Orkes Sinten Remen, 2000
    4. Komedi Putar bersama Orkes Sinten Remen, 2002
    5. Janji Palsu bersama Orkes Sinten Remen, 2003
    6. Maling Budiman bersama Orkes Sinten Remen, 2006
    7. Dia Sumber Gembiraku Lagu Rohani, 2006
    8. Pata Java bersama Kua Etnika dan Pata Master Jerman

    Adapun karyanya dalam Filmografi antara lain:

    1. Petualangan Sherina, 2000
    2. Koper, 2006
    3. Jagad X Code, 2009
    4. Cewek Saweran, 2011

    sumber: Tribunnews.com, regionalkompas.com

    Djaduk Ferianto musik tradisi Musisi Indonesia Perkusi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleRindu Rendra Dalam Puisi
    Next Article Empat Profesor Riset Baru di LAPAN

    Postingan Terkait

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 2026

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 2026

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 2026

    1 Komentar

    1. Christian Heru Cahyo saputro on 15 November 2019 8:19 am

      RIP.Turur berduka cita

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20266 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.