Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Resonansi Bumi
    Puisi

    Resonansi Bumi

    22 Maret 2020Updated:22 Maret 2020Tidak ada komentar2 Mins Read27 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi bisa jadi seperti virus. Tak mudah terditeksi penyebarannya. Jika satu orang sudah terinfeksi, orang-orang di sekitarnya pun terbawa, sehingga mereka berlomba-lomba menemukan ‘puisi’ dalam dirinya. Selamat membaca. (Redaksi)

    [iklan]

    Si Buruk Rupa

     
    Orang berkata ia “berwajah buruk”
    Bertopeng simulakra
    Dihujat, dihunjam kata-kata kotor
    Yang keluar dari mulut-mulut pembual

    Sungguh kasihan kau sayang
    Harus meneguk pahitnya kehidupan
    Tenggelam dalam penistaan

    Menikam lara
    Tergores duka
    Jangan bersedih
    Bangkitlah

    Bahwa hatimu kuat
    Selaksa baja yang tak mudah dibengkokkan
    Annuqayah, 06 Maret 2020

     

    Resonansi Bumi

     
    Gelombang elektromagnetik bumi
    Mengguncang tanah pertiwi
    Meretak tanah kerontang
    Melebur semesta lapang

    Angin topan menderu keganasan
    Menampakkan geram berkepanjangan

    Bahtera menghempaskan airnya
    Menenggelamkan tanah kelahiran kita

    Gunung memuntahkan lava
    Mengalirkan api yang membara

    Tanah menggoncang raga
    Menguburkan makhluk diatasnya

    Adakah sisa dari bencana

    Annuqayah, 06 Maret 2020

     

    Celurit Sakera

    Sakera
    Kau beri isyarat tanya
    Menyelipkan doa
    Menembus kelamnya cita-cita

    Pada madura
    Kau lantakkan tanah
    Membajak kerontang dada
    Berkecai raga, berlumur darah

    Pada lengkung tubuhmu
    Kau hunjam otak dungu para serdadu
    agar mereka tak menyerbu
    dengan selempang hangat peluru

    kau tak ragu tuk maju
    terbakar dalam bara tungku
    mengoyak daging selaksa dadu

    namun, kau tak mau itu
    tumbal seribu yang kau butuh
    luluh dalam dekapan prabu
    mengalir darah air mata ibu

    kau bekaskan goresan sejarah yang suram
    dalam kitaran cerlang lampu temaram
    mengenang kisah pekat melebur hitam
    di sini kau bubungkan sumpah
    “maju tak gentar, membela yang benar”

    Annuqayah, 30 desember 2019

     

    Pelacur-pelacur pesantren

     
    Kupu-kupu berterbangan
    Di tengah kesucian pesantren
    Mereka berusaha menggerogoti keasrian kemaren
    Yang tersisa sebuah tubuh berbaju kotoran

    Ia hidangkan dua daging segar
    Bervitamin kemaksiatan
    Tak seorang sukar
    ‘tuk menolak kenikmatan

    Tuhan, mengapa kuharus terima daging racun itu
    Padahal diri tak mau menanggung dosa
    Meringik ketakutan raga
    Pada kelamnya neraka

    Pergi!
    Kalian kupu-kupu
    Dari desaku
    Ku tak mau meneguk madu
    Yang kau curi dari bunga lara

    Pergilah jauh
    Dari desaku
    Sebuah ucap usir yang luluh
    Isyarat diri tak mau dirimu

    Hanya ampun yang kupinta pada-Nya
    Jauh dari rerumpunan dosa keluarga
    Kembali menjajaki lajur sang kuasa
    Dan terus istikamah
    Bersama lakon seorang sutradara
    Annuqayah, 07 februari 2020

     

    M. Hidayat merupakan santri Annuqayah Lubangsa, tempat kelahiran Jelbudan- Dasuk- Sumenep. Sekarang sedang berteduh di Gubuk Sastra Annuqayah (GSA). Ia aktif di Sanggar Kopi, Iksaputra.

    puisi pesantren puisi popular puisi santri
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTanah Leluhur
    Next Article Punakawan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.