Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Wiwit NF
    Puisi

    Puisi-Puisi Wiwit NF

    1 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Jeritan Semut di Atas Tanah Sang Tuan

    Penderitaan apa yang paling menyakitkan, tuan?
    Melangkahkan kaki di atas tanah mu, atau hangus di genggaman mu?
    Apa jaminan hidup yang akan kau berikan pada ku, tuan?
    Kesengsaraan? Penghinaan? Penderitaan? Penghianatan?

    Aku yang membuat tanah ini berlambak
    Lantas setelah itu? Kau rampas tanpa belas kasih
    Menjadi budak di atas tanah kelahiran
    Melayani kebengisan berdarah dingin
    Menjerit pedih namun terhiraukan

    Bagaimana jika aku pergi meninggalkan tempat ku berpijak kini?
    Tentu saja bukan masalah besar bagimu, karena kau berkuasa
    Bagaimana jika aku memberontak dihadapan mu?
    Tentu saja, aku akan menjadi domba hitam tak berguna
    Muak, dengar teriakan ku ini tuan.

    Tuan Aku Muak.

    Mencari Sekeping Rupiah Ditumpukan Emas  

    Di negri yang kaya ini aku asing
    Matahari pun menertawakan ku dengan teriknya
    Siapakah manusia miskin ini?
    Bekerja dari pagi hingga petang, hanya menghasilkan keringat

    Aduh. sialnya  ku gagal mendapatkan sekeping rupiah
    Tuan. Berikan aku sesuap nasi
    Bodohnya, ini negri ku. Tapi aku lah pengemisnya
    Mereka memperkaya diri dengan mengumpulkan emas
    Sedang aku?

    Lihat Lah!

    Mereka mengatas namakan tujuan untuk menumpuk harta
    Sedangkan
    Aku!
    Hei Tuan
    Aku hanya berharap keluarga ku tetap hidup
    Tapi apa yang terjadi?
    Bahkan negri ini pun telah Mati!

    Mati rasa sosial.

    Menangkis Martabat yang Terinjak

    Pagi ini kami bersuara dihadapan anda, puan dan tuan
    Betekadkan keberanian dan kepercayaan diri
    Mengharapkan sikap dan solusi yang bijak
    Payah. Kami rasa sia sia

    Bahkan seekor anjing pun paham,
    Bila tidak boleh sembarang menggigit
    Demi, menjaga harga dirinya, dia menghancurkan banyak harap
    Bodoh nya, semua sudah diatur dengan tahta terlarang
    Yang dia dapatkan dengan hasil suap

    Bermodalkan suara, untuk menangkis martabat yang terinjak
    Pulang, gagal membawanya
    Hanya luka yang membekas di tubuh
    Berlabel kan kashian. Sesak di dada dan berdoa
    Semoga keadilan akan berpihak dan kebenaran menjadi saksinya.

    puisi konkrit Puisi Kritik Sosial puisi satire
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleNovel Jodoh pasti Bertemu karya Nana Sastrawan
    Next Article Varian Dosa Perempuan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.