DI MASJID INI

anak-anak mengaji
berdzikirĀ  mengusik langit
mengetuk-ngetuk dengan harapan
esok lebih baik
esok lebih jujur
jauh dari masjid ini
pejabat, wakil rakyat
bertikai, menghasut
mengamankan jabatan

Ponorogo, 1 September 2022

MERAYU HUJAN

aku tidak bosan merayu hujan
tentu dengan bahasa yang kita
pahami berdua
sudah kusediakan ranjang
tempat memadu kerinduan
saling memeluk kenangan
menindih menghempaskan kebencian
kucium kening hujan
menari dengan elok
rintik-rintiknya

Ponorogo, 31 Agustus 2022

TEMBOK RATAPAN

suara tengah malam
yang menendang-nendang telingaku
merobek-robek mimpiku
suara kebencian
kebencian mata peluru zionis
lahap mengoyak-ngoyak tubuh
lunak anak-anak palestin
di mana keberadaan dunia?
asik di podium berbusa-busa
istilah perdamaian, keadilan
di tembok ratapan do’a-do’a
menembus berikade kemunafikan

Ponorogo, 30 Agustus 2022

RANJANG PERSELINGKUHAN

kuselundupkan malam-malam
cinta abu-abu di sebuah ranjang
bercinta di perbatasan maut dan nafsu
sekarang kau mengandung
janin malam jahanam
kelak akan lahir niridentitas
hasil perselingkuhan
tanpa sah perkawinan
menghitamkan peradaban

Ponorogo, 29 Agustus 2022

SIAPA YANG DI SANA

mengetuk memori suram
bumi sudah bersiap memeluknya
menina bobokkan dengan lagu perpisahan
sekali lagi siapa yang di sana
hangat merayu menghindari kematian
jiwa itu telah bangkit lagi
menyusuri dan merangkai
petualangan kemarin

Ponorogo, 6 September 2022

KEMARAU MEMELUK HUJAN

enggan melepaskan
asmara memuai diterbangkan angin
tinggal pilunya saja
dipunguti sisa-sisa perdu
dilipat dititipkan senja
dan tiba-tiba malam bersalju
semua terdiam membeku

Ponorogo, 5 September 2022

DI TANAH INI

monumen ketidakadilan
terbentuk alam
terpahat terseleksi pemikiran
kejahatan dan kebenaran
rapuh terkoreksi
jiwa yang melolong karena syahwatnya
roh-roh yang membeku
karena kedengkiannya
di tanah ini
terkubur berbagai kejahatan
tumbuh subur hijau
rumput-rumput

Ponorogo, 4 September 2022

Tri Cahyadi, guru Bahasa Indonesia sekaligus pegiat literasi di SMKNĀ  Mlarak, Ponorogo. Beberapa puisi diterbitkan dalam antologi bersama. Ia lebih cenderung menulis puisi dengan kritik sosial. Salah satu punggawa Sanggar Interlude ini bisa di hubungi via HP: 085233645823 dan surel: tricahyadi3166@gmail.com.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *