Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Sil Sila Yusuf
    Puisi

    Puisi-Puisi Sil Sila Yusuf

    1 Juni 2025Updated:1 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read43 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Cerita Jalanan

    Banyak kendaraan di jalanan
    Lupa memberikan perhatian
    Kepada aspal yang menutupi kerikil dengan penuh cinta
    Meski terkadang mereka harus terbakar
    Atau habis dikikis air hujan
    Mereka tanpa keluhan
    Membuat orang merasa nyaman
    Hilir mudik
    Membawa kenangan
    Ia memang tak hafal
    Langkah mereka yang memilih masa depan
    Yang tertatih di trotoar
    Atau yang menetap di satu jalan
    Tapi kepergian selalu menjanjikan
    Meski berakhir samar dan temaram

    Di jalanan mereka belajar melupakan

    Tangerang, 24524

    Karena Luka Kita adalah Sakit Semua Orang, Sayang

    Kita sedang menikmati sakit yang berbeda di waktu serupa
    Aku dengan kepala terapung di udara
    Dibawa lari kereta dorong
    Mengejar bulan agar tak pudar bila tiba pada siang
    Karena bayangan
    Akan berarti bila ia memilih pergi

    Engkau dengan banyak luka di mulut yang sama
    Merasakan perih diam diam
    Seperti pada saat petang
    Tak ada yang bersuara kecuali malam

    “aku sariawan”
    Bisikmu perlahan

    Aku tersenyum
    Merasakan bumi terguncang
    Rindu teramat tua lama sekali ia pendam
    Sampai terjatuh
    Mencium aroma tanah yang hitam
    Seperti napas kita
    Beradu nasib dengan pujangga
    Saling kuat
    Meski sekarat
    Karena luka kita, adalah sakit semua orang, sayang

    Tangerang, 25425

    Penjual Soto

    Kau tahu penjual soto yang berkalung kain basah setiap sore di samping rumah?
    Ia menyimpan banyak keringat
    Merebusnya bersama keratan daging dan angan-angan
    Esok bisa beli tiga pasang
    Sapi yang belang kulitnya
    Tebal dagingnya
    Bila berjalan bokongnya kelihatan hamil tua

    Penjual soto selalu sumringah
    Tak ada pembeli, ia tabah
    Menusuk-nusuk dadanya sendiri dengan garpu
    Menyiraminya dengan doa-doa
    Sambil berhentak
    Tangannya mengumpulkan mangkuk-mangkuk yang tercecer menunggu ada antrian
    Dalam otaknya
    Dua lembar bon belanja harian belum terbayar tunai
    Anak-anak masih suka jajan
    Dompet terus merasakan kesepian

    Tukang soto punya motor
    Ingin ia jual
    Tapi tak ada yang menawar
    Padahal sudah tiga kali ia mandikan
    Tetangga dekat melihatnya, heran
    Ia tak tahu orang orang di sekitar juga banyak hutang
    Kebutuhan pokok saja harganya main perasaan

    Tangerang, 25425

    Sepi Biarlah Pergi

    Akhir-akhir ini aku lelah sekali memerah sepi dan mempekerjakannya setiap hari
    Ia tak mau bersuara
    Apalagi menanggapi ocehanku yang kadaluarsa
    Padahal mulutnya lebih tajam dari Bu Tejo
    Lebih berbisa dari ular
    Apa karena aku tak pernah mengistimewakannya
    Lantas dia menyimpan suara suara sumbang
    Dan menyalakannya bila aku tumbang

    Aku ingin ia pergi
    Dari kotaku ke kota batu
    Biar bertemu sesama anak balian
    Menjadi patung-patung
    Menjadi arca
    Dipuja tapi tak terbukti luar biasa

    Biarlah aku tak memilikinya
    Sekali atau untuk selamanya

    Tangerang, 27425

    penyair madura puisi kehidupan puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMembaca Peta Jalan Pemikiran Gus Dur: Catatan dari Esai Republik Bumi di Surga
    Next Article Perempuan di Mata Mak Kaeh

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.