Berita Terkini

Pengumuman Karya Terpilih Antologi mbludus.com

Jangan Lupa Di Rate Ya!
Tinggal Pilih Bintang Saja!

Mbludus.com adalah Jurnal Online milik Komunitas Dapoer Sastra Tjisaoek, Tangerang, Banten, Indonesia. Jurnal ini berisi berbagai Rubrik, satu di antaranya adalah Rubrik Sastra, khususnya Sub-Rubrik Puisi dan Cerpen. Beberapa Penyair dan Cerpenis telah singgah melabuhkan nama dan memancangkan bendera Puisi puisinya di Sub-Rubrik ini.

Pada tahun 2020 ini mbludus.com memperingati Hari Lahir (Harlah) yang pertama, Dewan Redaksi pun berusaha menampilkan Puisi-puisi dan Cerpen-cerpen terpilih selama setahun perjalanan portal ini dalam memasuki dunia Online, baik Puisi dan Cerpen yang berasal dari penjaringan kiriman Puisi dan Cerpen terbaru maupun dari pemilihan Puisi dan Cerpen yang sudah tayang di mbludus.com.

Antusiasme Penyair dan cerpenis dalam berkarya sekaligus mengikuti perhelatan Harlah ini sangat besar, terbukti dengan banyaknya Puisi dan Cerpen yang masuk ke meja Redaksi, namun demikian, karena keterbatasan halaman penerbitan yang tersedia, maka sungguh sangat terpaksa Dewan Redaksi harus melakukan Kurasi untuk pemilihan puisi dan cerpen yang masuk ke Dewan Redaksi, dan disesuaikan dengan semangat mbludus.com yakni menjadikan Literasi Lokal berkualitas Global, sehingga terpilihlah puisi dan cerpen dari beberapa Penyair dan Cerpenis seperti yang ditayangkan di buku Antologi Puisi Perjamuan Perempuan Tanah Garam dan Antologi Cerpen Burung Gagak dan Isyarat dari Sepotong Surat.


Berikut daftar nama-nama yang karyanya terpilih untuk dibukukan yang dikurasi oleh Abah Yoyok, Kek Atek dan Nana Sastrawan. Semua karya yang masuk tetap memiliki hak cipta pada penulisnya, dan hak terbit pada mbludus.com yang bekerjasama dengan penerbit CV Poiesis Indonesia.

A. Cerpen

  1. Ibadah di Jam yang Sama – Barokatus Jeh
  2. Cinta dan Dusta – Muhammad Lutfi
  3. Halimun – Dewi Linggasari
  4. Jembatan Suram-Adu – Akhmad Idris
  5. Isyarat dari Sepotong Surat – Muhaimin DS
  6. Hidji – Rizky Alvian
  7. Manusia Tanpa Kepala – Hendy Pratama
  8. Aku Akan Menjadi Seorang Ayah – Pensil Kajoe
  9. Perempuan Hujan – Fahrul Rozi
  10. Dongeng Gagak – Sasti Gotama
  11. Rully dan Ki Gede Panji – Siti Nurkayatun
  12. Dilarang Membunuh – Aljas Sahni. H
  13. Sebuah Pilihan – Emroni Sianturi
  14. Bahaya Sikap Keras Kepala – Anugrah Gio Pratama
  15. Perempuan Yang Menjadi Kupu-Kupu – Nurhidayah Tanjung
  16. Perempuan yang Membenci Matahari – Ede Tea
  17. Kado Istimewa untuk Ibu – Harishul Mu’minin
  18. Penjual Koran dan Nenek Tua – Ruhan Wahyudi
  19. Ada yang Mesti Kita Lupakan Setelah Ini – Purnama Jingga
  20. Memesan Takdir – Ema Afriyani
  21. P a m a n – Romi Afriadi
  22. Rindu Ayah – Widarti

B. Puisi

  1. Adybonga Nuryadi
  • Sepasang Mata
  • Menonton Masa Lalu
  1. Titis Nariyah
  • Melankolia Hujan dan Musik Bisu
  • Seseorang yang Kujabat Tangannya Dua Kali
  1. Yoyong Amilin
  • Hujan
  • Coklat Panas
  • Kucing
  • Kubur
  1. Ca’at Fa
  • Jalan itu
  • Suara-Suara
  1. Khalimatu Sa’ Diah
  • Halaman Pertama
  • Negeri Skripsi
  1. Imam Budiman
  • Membawa Pesan dari Dayak Kenyah
  • Masa Depan Dua Tubuh
  1. Rey Baliate
  • Yordan
  • Ketika Kau Pergi
  1. Ardhi Ridwansyah
  • Rumah Tanpa Televisi
  • Kerikil Bercerita
  1. Gusfahri
  • Gamelan Tahun Baru
  • Lima Sajak Tentang Ibu
  1. Nur Fitri Agustin
  • Mengayak Nikmat dalam Lautan
  • Balairung Rasa di Gurun Busung
  1. Lasinta Ari Nendra Wibawa
  • Penembak Misterius
  • Tugas Belajar
  1. Dewi Linggasari
  • Perjamuan
  • Keranda
  1. Nur Zulfiani Imamah
  • Merapal Wajah
  • Asmarandana
  1. Yohan Fikri Mu’tashim
  • Kalaulah Engkau Laut
  • Mengintip Pagi Menggeliat
    Dari Balik Kaca Jendela
  1. Safrina Muzdhalifah
  • Ibuku Penjahit
  • Mungkin
  1. Indarka Putra Pratama
  • Berpulang
  • Dua Ribu Dua Puluh
  • Gincu
  • Victoria Metafisika
  1. Ach Atikul Ansori
  • Minta Maaf
  • Menyelam ke Laut Bahasa
  1. Tao Hidayat
  • Afirmasi
  • Kata Benda
  1. Nurinawati Kurnianingsih
  • Kepergian Kekasih
  • Saat Hujan Bersamaan dengan Senja
  • Ritual Rindu
  1. Halaik
  • Halaik
  • Tarekat
  1. Hidayat
  • Resonansi Bumi
  • Celurit Sakera
  1. Misnoto
  • Atas Namamu, O, Kekasihku
  • Tirakat Rindu
  1. Joe Hasan
  • Malam Minggu di Café
  • Jangan Tanya Di mana Wajahku
  1. Firmansyah Evangelia
  • Surat Tunggal Kepada Perempuan Tanah Garam
  • Manuskrip Resah
  1. Anugrah Gio
  • Potret Sungai
  • Solitude
  • Amsal Cahaya
  • Seperti Hari yang Tersesat
  1. Khossinah
  • Mandi Kembang
  • Dua Simponi
  1. Zen KR. Halil
  • Perempuan Tanah Garam
  • Nadzam Annuqayah
  1. Kurliyadi
  • Lorong
  • Sisa Air Hujan
  1. Ma’rifat Bayhaki
  • Panorama Manusia
  • Bocah Plastik
  1. Rahem
  • Labirin
  • Suatu Pagi di Giliyang
  1. Akid
  • Di Kotaku
  • Di Perbatasan Rindu
  1. M Ivan Aulia Rokhman
  • Hutan dan Lahan Melahap si Jago Merah
  • Melewati Daerah Terpencil
  1. Raeditya Andung Susanto
  • Aku
  • Sajak Tukang Bangunan
  1. Rofqil Junior
  • Besakih
  • Hari Raya Sepi
  1. Ruhan Wahyudi
  • Sebelum Tidur
  • Perjalanan Rindu
  1. Faris Al Faisal
  • Hujan Berkisah
  • Melankolia
  1. Cunong Nunuk Suraja
  • Aku Menulis Senja
  • Meremas Malam
  1. Seha Nanika
  • Keledai Badrul
  • Badrul
  1. Rasman Maulana
  • Mencari Cita-Cita
  • Seseorang di Bawah Mentari Pagi
  • Buaya Telaga Anteng
  1. Nanang Suryadi
  • Di Pesisir Puisi Berpasir
  • Pada Desir Laut
  1. Laras Sekar Seruni
  • Pada Sebuah Akhir Pekan
  • Denpasar di Kaki Malam
  1. Windhihati Mazhaya
  • Suatu Hari di Bulan Mei
  • Aku dan Daun-Daun Berwarna Lembayung
  1. Moh Zaini Ratuloli
  • Tak Perlu Ada Diksi
  • Relung Hati yang Bocor
  1. Beni Satria
  • Ekologi
  • Antara Senja dan Aku
  1. Syukur Budiardjo
  • Sajak Mata Gadis Itu
  • Kisah Sepasang Mata Indah dan Secangkir Kopi
  1. Novy Noorhayati Syahfida
  • Perayaan Sepi
  • Yang Tak Selesai Dibaca

Semua karya-karya yang terpilih akan kami bukukan, yang semula akan kami buat menjadi buku digital, kami ubah menjadi buku cetak dengan oplah terbatas sebagai dokumentasi dan tidak diperjual belikan secara bebas. Namun, kami juga tidak dapat memberikan dengan secara gratis kepada para penulis, disebabkan keterbatasan anggaran. Jika para penulis menginginkan bukunya, bisa ikut berdonasi sebesar Rp 60.000 (sudah termasuk ongkir), tetapi kami tidak mewajibkannya. Untuk berdonasi, bisa menghubungi Tao Hidayat (089638169929).

Demikianlah informasi ini, semoga dapat dimaklumi. Terimakasih.

Pimpinan Redaksi

Nana Sastrawan

Leave a Comment