Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Berita Terkini » Maestro Lukis Jeihan Meninggal Dunia
    Berita Terkini

    Maestro Lukis Jeihan Meninggal Dunia

    30 November 2019Updated:30 November 2019Tidak ada komentar2 Mins Read14 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Maestro Lukis Jeihan Meninggal Dunia

    Innillahi wainnailaihi rojiun.

    Telah pergi ke pangkuan Illahi seorang maestro lukis Indonesia, Jeihan Sukmantoro, pada hari Jum’at tanggal 29 Nopember 2019 jam 18.15 di studionya, Jl. Padasuka 147, Bandung-Jawa Barat.

    Pada akhir tahun 2018, Jeihan didiagnosa terkena kanker kelenjar getah bening. Ia sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada bulan Juli 2019, kondisi Jeihan semakin menurun. Ia pun sempat dirawat di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Mendiang juga didiagnosa mengalami gagal ginjal.

    Jeihan dikenal sebagai pelukis atau seniman lukis yeng berkarakter. Gaya melukisnya berkarakter figuratif dengan mata hitam dan warna datar sederhana. Karena ciri khasnya itu, ia juga kerap disebut si mata hitam atau mata cekung. Oleh karena itu banyak yang menafsirkan mata yang sepenuhnya dicat hitam pada lukisannya melambangkan misteri. Salah satu lukisannya yang terkenal adalah lukisan Satrio Piningit.

    [iklan]

    Jeihan menemukan ciri khasnya itu pada tahun 1963 semasa ia kuliah di ITB. Masa itu dianggap sebagai saat tersulit dalam hidupnya. Ciri khas lainnya adalah penggunaan dua warna dalam latar yang berbeda di lukisannya.

    Riwayat Singkat
    Jeihan Sukmantoro lahir di Kota Surakarta, Jawa Tengah, 26 September 1938 di Surakarta, Jawa Tengah. Sejak masih kecil ia sudah senang melukis dan belajar seni lukis di Himpunan Budaya Surakarta. Tahun 1960, untuk memperluas wawasan seninya, dia pergi ke Bandung, Jawa Barat dan menuntut ilmu di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, dia tidak pernah menyelesaikan pendidikannya di ITB karena sikapnya yang cenderung memberontak.

    Tahun 1978 Jeihan Sukmantoro mendirikan studio Seni Rupa Bandung yang kemudian menjadi tempat pengembangan kreativitas kaum muda di bidang seni lukis. Karena itu Jeihan dinobatkan sebagai Perintis Seni Rupa Jawa Barat pada 2006, dan pada 2009, ia juga mendapatkan penghargaan Anugerah Budaya Kota Bandung.

    Kiprah kesenimanannya sudah malang melintang di kancah internasional. Sebagaimana diketahui Jeihan juga masuk dalam komite The Wolrd Art and Culture Exchange Association yang berpusat di New York.

    Selain melukis, Jeihan juga membuat karya sastra berupa Puisi. Dia lekat dengan gerakan Puisi Mbeling. Salah satu puisinya yang berjudul DO’A ditulis pada tahun 1970-an. Karyanya ini mendapat tanggapan dari kalangan penyair maupun kritikus sastra.

    Tak banyak orang yang tahu jika Jeihan kecil pernah mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya. Ia pun divonis mengalami cedera otak dan diyakini telah meninggal. Sebelum dimakamkan, Jeihan Sukmantoro terbangun. Kejadian ‘bangkit dari kematian’ tersebut, sedikit  banyak mempengaruhi cara berpikir dan setiap karyanya. (AY)

    Sumber:
    https://seleb.tempo.co/
    https://jabar.tribunnews.com
    https://id.wikipedia.org/

    Maestro pelukis Maestro pelukis indonesia Pelukis indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleGerimis di Belgia
    Next Article Melewati Daerah Terpencil

    Postingan Terkait

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 2026

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 2026

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202644 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202612 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202632 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.