Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Labirin
    Puisi

    Labirin

    15 Desember 2019Tidak ada komentar2 Mins Read64 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Peristiwa yang hadir pada kehidupan sehari-hari biasanya menjadi inspirasi bagi penyair untuk mewujudkannya menjadi puisi. Meskipun peristiwa itu hanya sebatas daun jatuh, sungai yang mengalir atau kekosongan. Seorang penyair memang selalu merasa gelisah. Selamat Membaca. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi-Puisi Rahem
    Labirin

    Kita bagaikan jalan
    Sipang siur antara salah dan kebenaran
    Belok kanan, belok kiri
    Seperti para pengemudi bermain hati

    Lampu lalu lintas di persimpangan jalan
    Adalah jeda menuju luka
    Bila dilanggar
    Akan hancur sebuah harapan

    Sumenep, 2019

    Suatu Pagi di Giliyang

    Sebelum matahari benar-benar merangkak dari keningmu
    Lengking kokok ayam pertanda pagi akan beranjak
    Di halaman-halaman, juga di luar jendela
    Sebuah fajar jatuh menyamari cinta

    Di pulau ini
    Harapan melayang seperti helai mimpi
    Waktu mengintip dari balik senyummu
    Matahari terus kau genggam
    Bagai belas kasihan yang menghunjam

    Ada pun di matamu terukir sebuah harapan
    Bercelaru pada kepastian yang ranggas
    Membelai masa depan tak hendak tuntas

    Di bulan-bulan yang jatuh cinta
    Waktu terus menyingsing
    Bagai tapak jejak basah
    yang kemudian menggasing

    Sumenep, 2019

    Sebuah Sungai di Negeri Pasaman

    Sungai yang kejatuhan cerita
    Melipat banyak waktu terus bersua
    Derap perjuangan terlukis di kanvas waktu
    Sebagai lecutan para pemimpi
    Menyimpan banyak kenangan di hati

    Rekam jejak masa lalu
    Tertulis dalam kenangan anak negeri
    Angin meniup sejarah
    Cerita tumpah di negeri tuan
    Menyimpan sejuta kisah para pahlawan,
    Tuanku Imam Bonjol

    Di persada negerimu
    Engkau menjadi Lembar-lembar mimpi
    Dan bulan mencatatnya’, sebagai sejarah para pejuang
    Yang tak kunjung habis terus terbayang

    Sumenep, 2019

    Rahem, Pria kelahiran Sumenep 20 April 1999, Alumni Miftahul Ulum Bancamara Giliyang dan Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur Gapura Sumenep, Semasa di sekolah aktif di Komunitas ASAP(Anak Sastra Pesantren) dan Sanggar Relaxa. Saat ini aktif di Kelas Puisi Bekasi, beberapa puisinya di antologikan di beberapa Event, diantaranya : Antologi Gus Punk (Pelataran Sastra Kaliwungu 2018), Sahabat (2018) Surat Berdarah diantara Gelas Retak (2019), Tanah Air Beta (2019), Jazirah II (Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019), Antologi Membaca Asap (2019)  Antologi Puisi untuk Bj. Habibie (2019) dan Tanpa Aku (Group Strafara 2019). Dan juga dalam Media Massa di antaranya : Koran Radar Madura, Radar Cirebon, Bangka Pos.Di tahun 2017 Puisinya Maduranya dinobatkan sebagai juara II di STKIP PGRI Sumenep dengan tema “Dha’ Songennep”.

    Puisi Cinta puisi kehidupan puisi mahasiswa puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTeater di Indonesia
    Next Article Rully dan Ki Gede Panji

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.