Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosial Politik » Jangan-Jangan Corona itu Antivirus?
    Sosial Politik

    Jangan-Jangan Corona itu Antivirus?

    26 Mei 2020Tidak ada komentar3 Mins Read8 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Penyebaran virus corona, Covid-19, yang semakin meluas mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Hal ini tentu saja  hal yang wajar, karena mulai banyak media yang memberitakan kasus meninggal karena Corona yang semakin meningkat.

    Virus yang menular melalui pernapasan tubuh, tangan, hingga permukaan kulit ini mulai menjadi mahluk misterius yang menghantui kehidupan masyarakat, khususnya Indonesia. Bahkan sempat beredar informasi bahwa virus ini juga bisa menular melalui mata.

    Tapi apakah kita semua tahu bahwa di balik pandemik ini ada sesuatu-nya? Karena, Tuhan menciptakan sesuatu bukan tanpa alasan. Semua itu ada hikmah dan maknanya. Lalu, apa maksud dari semua ini? Mari kita bahas lebih lanjut.

    Oke, sebelum kita berlanjut ke pembahasan yang lebih dalam lagi, artikel ini ditulis hanya dari sudut pandang penulis saja, selebihnya diserahkan kepada pembaca.

    [iklan]

    Apa Iya, Corona Antivirus?
    Mungkin saja Corona atau Covid 19 bukanlah virus. Corona bisa jadi adalah Antivirus. Ya, bisa dibilang antivirus bagi bumi.

    Kita tahu bahwa bumi sudah semakin tua, dan lingkungan bumi pun semakin terasa memburuk. Mulai dari semakin tipisnya lapisan ozon, hutan-hutan mulai gundul, sampai pada hewan-hewan tertentu yang mulai punah. Bagaimana dengan manusia?

    Bisa dibilang manusia semakin tidak sadar bahwa semua makhluk hidup di bumi adalah satu kesatuan. Kalau di pelajaran IPA disebut sebagai ekosistem dan Biosfer.  Ketidaksadaran itu tampak ketika manusia mulai mengeksploitasi sumber daya alam yang terlalu berlebihan hanya demi keuntungan semata tanpa melihat dampaknya.

    Tak usah dijelaskan lebih panjang lagi soal eksploitasi manusia pada sumber daya alam. Di sini penulis menganggap bahwa Corona sebagai antivirus dengan menjaring atau membersihkan virus (manusia) di bumi agar perangkat bumi bisa bekerja lebih optimal lagi.

    Namun, apakah semua manusia disebut sebagai virus? Tentu tidak. Perlu diketahui, pada umumnya suatu antivirus ketika membersihkan sebuah perangkat akan mengorbankan beberapa perangkat lain. Contohnya beberapa software atau hardware mengalami kerusakan bahkan mati total.

    Di sini sedikit lebih jelas, bahwa manusia-manusia yang meninggal karena Corona bukan berarti sebagai virus juga. Hanya saja, sebagian mungkin bisa disebut sebagai virus perangkat bumi. Ini hanya pendapat penulis saja.

    Corona Adalah Jembatan
    Ketika berpendapat bahwa Corona adalah antivirus, bisa dikatakan bahwa Corona adalah jembatan. Dengan adanya Corona, PSBB pun terjadi. Dengan adanya PSBB, polusi udara pun semakin membaik. Dengan begitu, lapisan ozon mulai menebal kembali, dan lingkungan bumi pun mulai membaik.

    Ya, bisa dibilang bahwa Covid-19 adalah jembatan dari lingkungan buruk menjadi lingkungan baik. Apakah terasa? Mungkin saat ini tidak. Tapi perlahan akan terasa bagaimana dampak positif dari adanya Corona ini.

    Itulah sudut pandang penulis mengenai corona. Tentunya Tuhan menciptakan suatu hal bukan tanpa sebab. Semua pasti ada alasan dan hikmahnya. Bagaimana menurut kalian? (Heru Cakiel)

    antivirus corona covid 19 pandemi corona
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMain Ular Naga
    Next Article Pesona Curug Cidomba Kuningan

    Postingan Terkait

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 2026

    Mengenal Sistem Administrasi Negara Indonesia

    30 Oktober 2025

    Antara Paradoks Kekuasaan dan Sejarah Perjuangan Bangsa

    1 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20269 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202662 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202634 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.