Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Dongeng » Dongeng Populer : Menolong si Tuan Pemarah
    Dongeng

    Dongeng Populer : Menolong si Tuan Pemarah

    14 September 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar3 Mins Read17 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Dongeng Anak Indonesia
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Menolong si Tuan Pemarah

    diceritakan oleh Zahra Zetira

    Di sore hari Mimi Tikus dan teman-temannya sedang bermain Petak Umpet di taman. Ketika Mimi mendapat giliran bersembunyi, ia sembunyi di dalam pipa besar yang gelap. Ia tidak mengetahui kalau di dalam pipa tersebut ada Tuan Mio, si Kucing pemarah yang sedang tidur. Tak sengaja ia menginjak ekor Tuan Mio yang pemarah itu.

    “Meoooong!” Tuan Mio terkejut ketika ekornya terinjak oleh Mimi. Ia terbangun dan menangkap Mimi dengan cakarnya.

    “Ma…maaf, maafkan aku, Tuan Mio,” kata Mimi dengan gemetar, “aku tak sengaja telah menginjak ekormu. Lepaskan aku, tuan, aku mohon, ” pinta Mimi penuh harap agar kiranya Tuan Mio akan melepaskan dirinya.

    “Tidak! Kau telah mengganggu tidurku. Aku tak akan melepaskanmu,Mimi.”

    “Sungguh, aku tak tahu kalau ada tuan yang sedang tidur dalam pipa ini.”

    “Apapun alasanmu, aku tetap tidak akan melepaskanmu. Kau akan kujadikan santapanku.”

    “Jangan, Tuan Mio. Aku mohon. Jika tuan melepaskan aku saat ini, aku berjanji kalau pada suatu saat nanti tuan mengalami kesulitan, aku akan membantu tuan.” Mimi mencoba merayu tuan Mio agar mau melepaskan dirinya.

    “Lucu sekali ucapanmu, Mimi. Mana mungkin hewan kecil sepertimu bisa membantu  kesulitanku.” Si Kucing pemarah itu merasa lucu mendengar janji Mimi. Ia pun tertawa,

    “Ha…ha…ha…” tuan Mio tertawa terus menerus, hingga tak sadar kalau Mimi sudah terlepas dari genggaman cakarnya.

    [iklan]

    Mimi segera melompat, dan pergi meninggalkan tuan Mio Kucing yang masih tertawa. Mimi kembali ke taman. Di sana teman-temannya sedang menunggu dengan hati khawatir akan keselamatan dirinya. Mimi lalu menceritakan kepada teman-temannya tentang apa yang baru saja terjadi dengan dirinya. Hari semakin sore, Mimi dan teman-temannya mengakhiri permainan mereka. Dan kembali ke rumah masing-masing.

    Keesokan harinya, Mimi dan teman-temannya kembali bermain di taman. Ketika sedang asik bermain, tiba-tiba mereka mendengar suara seekor kucing meminta tolong.

    “Meooong…meooong! Tolong… tolong aku!”

    Mimi segera menyadari siapa pemilik dari suara tersebut. “Teman-teman Itu seperti suara Tuan Mio!” seru Mimi, “sepertinya dia sedang dalam bahaya. Ayo teman-teman, bantu aku untuk menolongnya.” Mimi meminta bantuan kepada teman-temanya untuk ikut menolong Tuan Mio dari bahaya.

    “Baiklah, Mimi. Kami semua akan membantumu. Ayo teman-teman kita bantu Mimi menolong Tuan Mio, si kucing pemarah itu!” perintah salah satu teman Mimi. Kemudian mereka semua segera menuju ke tempat suara Tuan Mio berasal.

    Mereka berhasil menemukan tuan Mio. Ternyata tuan Mio sedang diserang oleh tiga ekor Anjing liar. Segera Mimi dan teman-temannya membantu Tuan Mio. Mimi dan teman-temannya menggigit ketiga Anjing liar itu. Ada yang memanjat tubuh Anjing-anjing tersebut lalu menggigitnya, ada juga yang menggigit ekor-ekornya, ada juga yang menggigit kakinya.

    “Rasakan gigitanku ini, anjing-anjing pengganggu!” seru Mimi, “cit…cit..cit…cit…cit…” Mimi menggigit ekor salah satu Anjing liar itu sampai akhirnya anjing liar itu pun berlari kessakitan, meninggalkan teman-temannya.

    Tuan Mio kemudian berterima kasih kepada Mimi dan teman-temannya karena sudah menolong dirinya dari gangguan anjing-anjing liar. Tuan Mio merasa malu karena telah menertawakan dan meremahkan Mimi kemarin. Ia pun segera meminta maaf.

    “Maafkan aku karena telah menertawakanmu kemarin, Mimi.” pinta tuan Mio.

    “Tidak masalah, tuan. Aku hanya menepati janjiku kepada tuan,” jelas Mimi. Akhirnya mereka menjadi teman. Mereka berjanji akan saling membantu dalam susah dan senang.

    dongeng anak indonesia Dongeng Nusantara fabel indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBelajar Bersama Mister Nana TV
    Next Article Ekologi dan Metafora Penyair : Puisi – Puisi Ni Made Purnamasari

    Postingan Terkait

    Setana

    23 Januari 2025

    Legenda Batu Menangis

    13 Mei 2024

    Pohon Jati yang Lari-Lari

    23 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.