Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sains » Aerodinamika Roket
    Sains

    Aerodinamika Roket

    13 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read257 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    roket
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Aerodinamika Roket

    Salah satu tujuan utama rekayasa disain aerodinamika roket adalah untuk mendapatkan efisiensi konfigurasi eksternal yang maksimal. Konfigurasi ini dapat diperoleh dengan terlebih dahulu mempelajari fenomena aerodinamika yang bersumber dari gerakan aliran udara yang melintasi wahana pada saat meluncur di udara. Bentuk perlintasan aliran udara ini tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain bentuk luar wahana, kecepatan terbang, dan rapat masa udara.

    roket

    Benda terbang yang berkecepatan subsonik yaitu kecepatan terbang di bawah 1 Mach semisal pesawat terbang, dan benda terbang berkecepatan supersonik yaitu kecepatan di atas 1 Mach ( 1 M = 342 m/detik atau 1238 km/jam ) seperti roket, dengan adanya efek aerodinamika dan agar didapatkan efisiensi maksimal, tentu keduanya akan mempunyai bentuk eksternal yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

    roket 3

    Pada saat roket meluncur menembus udara, maka timbul gaya aerodinamika berupa gaya hambat maupun gaya angkat. Besarnya gaya ini dipengaruhi oleh massa jenis udara yang dilalui, koefisen aerodinamika, kecepatan terbang, maupun luas permukaan benda terbang.

    Berbagai bentuk permukaan komponen roket akan memiliki luas permukaan yang berbeda beda. Semakin luas permukaan akan menghasilkan gaya aerodinamika yang semakin besar.

    Beberapa contoh komponen aerodinamika roket seperti hidung dan sirip roket, ada di bawah ini :

    [iklan]

    Komponen Aerodinamika Hidung Roket

    Hidung roket adalah komponen roket terdepan yang akan menembus aliran udara pada saat terbang dan akan menerima fenomena aerodinamika yang paling awal, baik pada kecepatan subsonik maupun supersonik. Bentuk hidung roket pada umumnya berupa kerucut atau busur.

    Roket kecepatan supersonik biasanya menggunakan hidung roket berbentuk kerucut, sedangkan yang berbentuk busur biasa digunakan untuk kecepatan subsonik.

    roket 4

    Komponen Aerodinamika Roket Bagian Sirip

    Komponen roket bagian ekor biasanya terdiri dari sirip yang berfungsi sebagai pengarah terbang dan penjaga stabilitas terbang roket, sehingga tidak terjadi gerakan guling (rolling) yang tidak diinginkan. Kondisi menjaga stabilitas seperti ini biasa disebut dengan istilah “ Jagalah jangan sampai terjadi gerakan berguling-guling “ (keep no roll). Gerakan guling yang tak terkendali dapat menggagalkan misi roket, karena roket meluncur tidak sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini salah satunya dapat disebabkan oleh pembuatan struktur sirip yang tidak tepat, sehingga dalam operasionalnya sirip roket tersebut tidak mampu menerima beban peluncuran roket. Beban yang dimaksud dapat berupa beban getaran maupun beban aerodinamika roket. Beberapa bentuk sirip roket dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

    roket 5

    Disamping tergantung pada bentuk sirip, karakteristik aerodinamika sirip roket juga tergantung pada bentuk belahan airfoil, dan ukuran sudutnya pada ujung sirip. Bentuk-bentuk ini akan menghasilkan karakteristik yang berbeda jika digunakan pada kecepatan terbang yang berbeda, misalnya untuk subsonik ataupun supersonik. Adapun pengertian airfoil adalah bentuk aerodinamika yang dianggap paling efektif untuk menghasilkan gaya angkat, misalnya airfoil penampang lintang potongan sirip roket yang sejajar dengan arah kecepatan terbang roket dan tegak lurus sirip.

    Gaya angkat yang dihasilkan oleh airfoil dan tenaganya bersumber dari gaya dorong roket, harus lebih besar agar roket dapat meluncur dari tanah dan terbang mendatar.

    Ada pun beberapa macam bentuk belahan airfoil sirip roke, seperti pada gambar di bawah ini.

    roket

    Belahan airfoil untuk bentuk depan belakang tirus, gambar a, dari sisi efisiensi aerodinamik, memiliki gaya hambat yang terkecil untuk rasio tebal. Dari sisi manufaktur yang lebih mudah dikerjakan adalah bentuk modifikasi depan belakang tirus, gambar b. Bagian depan dan belakang yang tajam perlu diperhalus dalam bentuk tumpul melingkar (rounded), hal ini untuk mengurangi panas karena pengaruh gaya aerodinamika. Bentuk ini digunakan untuk sirip padat yang berukuran relatif kecil. Bentuk depan belakang cembung, gambar c, memiliki gaya hambat terkecil untuk setiap unit tegangan, dan biasa digunakan untuk sirip yang berukuran relatif besar dengan struktur tidak padat. Sedangkan untuk bentuk bagian belakang tumpul, gambar d, dapat digunakan untuk memperbaiki stabilitas roket.

    Dengan memperhatikan berbagai bentuk sirip maupun belahan airfoil seperti pada gambar di atas,  sebenarnya perhitungan beban aerodinamika sirip roket  relatif sulit untuk ditentukan secara pasti, karena sangat tergantung pada bentuk geometri, luasan sirip dan pengaruh fluida yang dilalui (udara nyata) pada saat terbang. Namun demikian, secara teoritis dapat dikatakan bahwa sirip roket pada saat terbang akan mengalami gaya aerodinamika, baik berupa gaya hambat maupun gaya angkat.

    (Artikel ini dikutip dari berbagai sumber, terutama berasal dari buku Atik Bintoro: Desain Konfigurasi Roket Padat, Analisis Struktur Roket RUM70/100-LP./AB)

    belajar roket dinamit LAPAN Roket
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleDanau Cantik di Puncak Gunung
    Next Article Sineas dan Anak Muda

    Postingan Terkait

    Perpanjang Masa Bonus Demografi Melalui Pemanfaatan Teknologi

    19 Januari 2025

    SAF Bahan Bakar Alternatif untuk Pesawat Udara

    20 April 2024

    Prospek Industri Ban Pesawat di Indonesia

    21 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202687 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202614 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202613 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202695 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (207)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.