Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Rifqi Septian Dewantara
    Puisi

    Puisi-Puisi Rifqi Septian Dewantara

    23 Maret 2025Tidak ada komentar3 Mins Read5 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Kabisat Palsu

    Kutembak kalender baru
    Untuk membunuh semua resolusi
    Dari angka-angka yang berdiri tegak nan angkuh!

    Di kelipatan-kelipatan sunyi
    Tahun kembali lahir
    Oleh masa lalu
    yang dipinjam untuk menegasi
    hari-hari kebangkitan

    Bulan-bulan hanyalah menunda kehilangan—kebinasaan.

    Menutup setiap kekosongan janji
    Menunggu yang tak kunjung tiba,
    Berharap pada Februari yang tak genap
    Atau Maret yang hanya setengah fana

    Apakah waktu benar-benar memberi,
    atau hanya mencuri tanpa kita sadari?

    Pada akhirnya,
    Kita adalah korban dari hitungan hari,
    Terjebak dalam ilusi
    Panjang-pendek
    Detak-detiknya; waktu
    Dan bertanya
    “Apakah kita hidup untuk memanggil masa lalu, atau menolak maut di penghujung masa depan?”

    2025

    Inkarnasi

    Aku adalah bayangan
    Dari tubuh-tubuh yang pernah bernapas,
    Roh yang ditenun ulang
    Dalam gumpalan daging baru,
    Nama-nama baru,
    Komersialisasi (identitas) lalu

    Tiap-tiap kelahiran, telah disapu gelombang

    Lingkaran kehidupan manusia
    Mencari cerminannya sendiri-sendiri
    Memantulkan diri kita yang sebenarnya

    Lantas, siapa memungkiri?
    Jikalau menebus sesuatu
    Untuk melanjutkan bab-bab
    Dari cerita yang tak kunjung selesai?

    Setiap luka yang kini kuhadapi
    Kupagut pantulan langkahnya
    Dan selalu tertuju pada karma

    2025

    Kratom

    Gelas-gelas kecil berserakan di meja
    Jatuh, pecah, tumpah, mengaliri sel-sel otak sementara
    Seperti janji hujan pada tanah gersang
    Yang memberi kelegaan rasa sakit
    Pada tumbang-tambang-nya penguasa

    Atau kau hanya ilusi lain,
    Batas tipis antara sakit dan sekarat
    di dunia yang tak pernah benar-benar sembuh?

    2025

    Disleksia

    Huruf “u” dan “v” saling bertukar tempat
    seperti anak kembar nakal di sekolah

    Dan aku,
    hanya bisa menebak siapa yang benar

    Seumur hidup aku tak bisa mengeja
    Kata-kata yang diukur semata
    hanya menurut dan mengiyakan

    Wajarlah untuk menerima kekurangan ini
    karena kita memang lahir di negara yang masih gagap membaca.

    2025

    Terperangkap Dalam Mitos

    Duniaku bongkar-bangkir
    ditombak panah kemunafikan!
    kerikil-kerikil kaca yang pecah
    kupungut bertimpuh darah
    menyembah yang tak ingin ditengadah
    tiarap yang tak ingin diharap

    Duniaku bongkar-bangkir
    hangus; mutlak!
    seperti kau membariskan bom api
    yang disejajar sampai perjanjian awal
    meledak dilahap kebohongan

    Kini terpaksa kutelan dalam-dalam
    di tebing jurang keraguan itu
    di carut-marut kebiadaban itu

    Harus rela menyerahkan
    semua kecaburan, kecentang-perenangan
    dan sifat-sifat kebinatangan!

    2025

    Dekadensi

    Sefrustrasi diriku
    masih saja aku
    mengucap nama-Mu
    : Tuhan

    Di rongga-rongga mulut manusia
    menggaung igauan
    apayamuka

    Senang sekali
    berdiksa diri
    menatap-natap suul adab
    memasrahkan kilauan mimpi
    di langit-langit kahyangan

    Terkadang was-was
    terkadang tenang
    diri menyabit diri
    seperti bercampur distilasi
    mendiskusikan jiwa-jiwa suci
    hingga ternahak-nahak imajinasi

    Di hari-hari sideris
    aku hanya ingin berserah
    berterima kasih
    kepada sang puja-puji
    sang dewa-dewi
    sang penguasa illahi..

    2025

    Kadaluarsa

    Semua bentuk cinta
    sudah kusimpan rapi
    di gudang rumahku

    Bertumpuk
    kulipat-lipat
    kususun-susun
    kolase roman itu
    agar tak terjamah oleh siapapun

    Aku gembok
    kunci dan serepnya kubuang
    di palung laut terdalam

    Cintaku adalah angan-angan yang usang
    berdebu, tak tersentuh
    digerogoti rayap
    hingga tak tersisa satu pun hati
    yang aku redam di dalamnya

    Cinta cukup menjadi memori
    yang berserak-serakan dan terlintas
    dalam setiap ucap manusia
    menjadi racau dalam kata-kata
    menjadi racun dalam ingatan

    Tuhan, aku tahu
    kau memang menakdirkanku abadi dalam kesendirian, dan kini aku telah menerimanya
    sebagai luapan emosi yang mengerti arti kadaluarsa.

    2025

    Rifqi Septian Dewantara asal Balikpapan, Kalimantan Timur Mei 1998. Karya-karyanya pernah tersebar di beberapa media online dan majalah digital. Buku antologi puisinya berjudul “LIKE” yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Ekspresi (Tabanan, Bali) sekaligus meraih Penghargaan Sastra Penyair Favorit Bali Politika 2024. Kini, bergiat dan berkarya di Kota Balikpapan

    penyair indonesia penyair kalimantan sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePuisi ‘Meditasi Batu’ Karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Sampai di Skotlandia Inggris
    Next Article Anjing yang Ada Matahari di Kepalanya dan Perempuan Terkutuk

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Situ Bagendit: Danau Melegenda di Banyuresmi, Garut

    30 April 20262 Views

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20267 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (163)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.