Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosialita » Kembali ke Desa
    Sosialita

    Kembali ke Desa

    17 Juni 2022Tidak ada komentar3 Mins Read14 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    desa permai
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    “Nak, kita pindah ke desa, yuk? Mama sudah bayangkan kehidupan di sana pasti akan menyenangkan. Kita akan membangun rumah dari kayu dengan halaman sedikit luas hingga para guguks bisa puas bermain.  Mama juga akan menanam palawija. Mama rindu kenangan petani yang bercocok tanam. Menyaksikan mereka berkegiatan  sambil minum kopi di pagi hari? Itu semua seperti Surga buat Mama. Rumah kita nanti akan memiliki kolam. Tetapi bukan kolam untuk berenang. Karena kolam itu adalah untuk ikan. Ikan Mas, Nila, Gurame dan Mujair akan Mama sebar bibitnya. Kita akan pelihara untuk kebutuhan protein. Selain tentu saja bebek dan ayam juga. Kita akan butuh telur dan dagingnya. Oh ya, kita bisa pelihara domba dan Kambing juga. Jadi… ketika ada tamu atau pas ingin sedikit pesta? Kita bisa meminta orang lain untuk menyembelihnya. Terdengar kejam? Iya sih… Mama juga tak bakal tega. Sate Kambing muda itu gurih sekali. Tetapi jika bicara prosesnya? Kalian lebih baik tak usah mengetahui. Mama kamu ini pun… akan tak lagi doyan sate kambing muda… jika melihat prosesnya.  Ya sudah… Kita bicara hal lain saja ya nak… “

    “Kehidupan di desa tentu akan 180 derajat berbeda. Tapi kalian juga tidak perlu khawatir terlalu. Kamu tidak usah takut tidak ada Mall atau kehidupan yang pasti sepi dan membosankan. Sebulan sekali kita bisa jalan ke Kota. Lagi pula… sejak lahir kamu sudah tinggal di kota, hasilnya apa? Kehidupan kota kadang membosankan. Hingar-bingar… gemerlap… macet. Duh… Mama jadi migrain membahasnya. Soal Wifi? Jangan takut, nak… jaringan seluler itu sudah cukup menjangkau daerah-daerah di Indonesia apalagi seputar Jawa. Soal teman? Di sana kamu akan punya banyak teman. Mereka orang desa masih banyak yang tulus. Kita saja yang tinggal di Kota yang biasanya penuh prasangka dan curiga.”

    “Mama akan buatkan rumah pohon dari pohon-pohon yang pasti akan berbuah sesuai musim. Kamu jangan takut kehilangan teman- teman kalian selama ini. Kalian bisa undang mereka bergantian ketika weekend. Hingga akhirnya kalian akan menjadi sibuk. Soal sekolah? Ini mungkin agak sedikit pelik. Kita bisa mencari sekolah online. Bukankah selama pandemi kemarin, dua tahun kalian semua bersekolah di rumah? Well… tapi ini semua baru wacana. Mama juga tak yakin ayah kalian akan setuju. Padahal dulu… awal awal bertemu… Mama tertarik sama ayah kalian karena impiannya.

    Bahwa mulai usia 40, dia impikan hidup di desa. Waktu itu Mama kalian yang takut. Tapi bulan lalu ketika Mama ingatkan soal keinginan hidup di desa… your daddy… jangankan menyahut. Ngedip aja enggak… hi hi hi hi.

    Ya sudah. Mama pasrah. Lagi juga dalam beberapa tahun kalian akan kuliah. Mau tak mau kalian akan hidup terpisah. Apalagi jika kalian sudah menikah Oh Tuhan. Rasanya, baru kemarin kalian adalah bayi-bayi mungil. Lalu jadi anak-anak lucu dan periang yang kadang berantem hanya karena sebungkus permen karet.

    Kini kalian sudah remaja dan Mama baru bicara soal kehidupan di luar kota. Mama belum yakin akan apa yang terjadi ke depan. Keinginan dan harapan memang selalu tak semudah kenyataan. Tapi selalu serahkan segala hal kepada Tuhan. Tak ada yang tak mungkin bagiNYA. Apalagi hanya mewujudkan satu Angan dan Impian.”

    Tangerang Selatan 08 June 2022 ( Cikeu Bidadewi)

    Desa yang Sejuk kembalikedesa mimpihidupdidesa
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBromelia Si Nanas Hias
    Next Article Novel Museum of Broken Heart

    Postingan Terkait

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 2026

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 2025

    Tiga Giat Keren Penyair Sampai dengan Triwulan ke Tiga – 2025

    11 Oktober 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.