Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Halal Bihalal
    Tradisi

    Halal Bihalal

    2 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read105 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Mengenal Halal Bihalal; mengingat sejarah lahirnya istilah Halal Bihalal ketika pertama kali disampaikan oleh Presiden Soekarno.

    Kalimat: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, MAAF LAHIR BATIN adalah kalimat keramat bangsa Indonesia yang beragama Islam, khususnya Nahdlatul Ulama (NU) untuk seluruh warga negara Indonesia, agar saling memaafkan ketika dalam suasana bergembira di hari lebaran.

    Pada tahun 1948 sesuai permintaan saran dari Presiden Soekarno bahwa di hari lebaran sebaiknya bikin acara apa? Maka Mbah Wahab Chasbullah satu di antara Kiyai pendiri NU mengusulkan ke Presiden Soekarno agar bangsa Indonesia mengadakan acara Halal bihalal, maksudnya agar saling menghalalkan satu sama lain, tidak saling salah menyalahkan pada saat Lebaran telah tiba.

    Presiden Soekarno pun kemudian mengadakan acara Halal bihalal bersama Kiyai, Ulama, Penggede Negara, Politisi, Tokoh dan Masyarakat luas.

    Sejak saat itu istilah Halal bihalal, Selamat Hari Raya Idul Fitri, MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, Mohon maaf lahir dan batin menjadi kalimat tradisi khas bangsa Indonesia yang beragama Islam, khususnya di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU).

    Ohya, kalimat; MINAL AIDZIN WALFAIDZIN adalah kalimat bahasa Arab tingkat tinggi yang mengandung makna:

    “Dari orang-orang yang kembali (Kembali fitri/suci) dan dari orang-orang yang menang (telah berpuasa memenangkan perang melawan hawa nafsu)”.

    Perkara orang-orang non-Indonesia tidak paham dan bingung tidak mengerti maksudnya apa terhadap istilah tersebut, tidak apa-apa. Toh, mereka bukan bangsa Indonesia. Masing-masing bangsa seringkali punya tradisi lebaran berbeda beda.

    Kira-kira seperti itu.
    Wallohu a’lam.

    Rumpin, 30 April 2022
    Penulis Kek Atek.

    Halal Bihalal Hari raya idul fitri Lebaran
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTuma’ninah Rasa
    Next Article Lebaran di Masa Transisi

    Postingan Terkait

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 2026

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202622 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202611 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202628 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.