Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Negeri Kolor
    Puisi

    Negeri Kolor

    18 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read67 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Cevi Whiesa Manunggaling Hurip begitulah Penyair yang satu ini memperkenalkan nama. Dari biografi singkatnya terbaca bahwa Sang Penyair mempunyai potensi multi talenta. Betapa tidak, di tiga puisinya pun terendus adanya beberapa rasa yang datang hampir bersamaan, namun sanggup diusahakan dilayani secara bersamaan juga. Gejala multi talenta ini semakin terlihat di tiga puisinya, lihat saja di besutan puisi /Negeri Kolor/. Puisi ini mencoba menarasikan fakta keseharian menjadi jajaran kata bermakna, yang kadang diperlukan sedikit pikir agar berhasil menelusuri segala makna, baik yang tersembunyi di balik kata atau pun yang tertampamg gamblang di depan cahaya. Talenta membuat pilihan kata yang rumit diungkapkan menjadi diksi yang mengundang imajinasi terendus di Puisi ini.

    Puisi berikutnya :
    /Harapan Terasingkan/
    Di sini talenta berkelit terlontar kuat dan cenderung jenaka tertangkap di perkelitannya
    seolah berkata segalanya
    /hanya soal waktu/.

    Begitu juga di puisi ketiganya ada Talenta berbeda lagi, yang tersebar aromanya. Temukan pada lipatan-lipatan diksinya. (redaksi).

    Negeri Kolor

    Celanaku, Si Batik asal tanah kelahiran
    Tak pernah menggerutu
    Pada Kaos impor di atasnya
    Mereka akur-akur saja, seperti;
    Sebada hajat demokrasi
    Tapi, tak ada damai bagi Si Kolor
    Terperangkap di ruang pengap
    Padahal ia sangat tabah
    Menjaga harga dan jati diri
    Tapi, Si Batik dan Si Kaos bilang
    Beruntunglah Si Kolor, aman dari bahaya
    Pandangan dan pikiran liar
    ”Lebih baik di negeri sendiri, sengsara
    Sedikit gak apa-apa” Katanya.
    Lantas kenapa kau aman-aman saja, Batik?
    ”Jelas, sebab aku punya dua nama, Kuno.”

    2021

    Harapan Terasingkan

    Terasingkan kita oleh senyap orasi
    Yang biasa menggema di pusat kota
    Berpindahnya mulut pada layar
    Membungkam teriak dan keinginan
    Suaranya nyaris tak terdengar lagi
    Dikecoh tumpukan tutorial
    Disamarkan goyangan remaja

    Pada keagungan waktu
    Banyak yang menitipkan harapan;
    Seperti bandrol mengurangi angka nol
    Atau sembako tak sok jual mahal
    Namun, nadi terus berdenyut
    Semua harap dan semboga berkumpul
    Menggelegar lagi di tubuh jalan
    Hanya persoalan waktu

    2021

    Hikayat

    Yang tertidur pulas di trotoar bersaksi
    Kehidupan tak melulu perihal senja
    Atau minum kopi di beranda kafe
    Melainkan mengubah botol plastik
    Menjadi sebungkus nasi, segelas teh
    Atau sepotong roti pondasi hari
    Sesungguhnya ia merasakan kehidupan
    Bukan sebatas menyicipi hidup saja

    2021

    Cevi Whiesa Manunggaling Hurip lahir dan tinggal di Tasikmalaya. Puisinya dimuat di berbagai portal media online, di antaranya Haripuisi.id, Inskripsi.com, dan Klikanggaran.com. Kumpulan puisi pertamanya berjudul Setia Ialah Farhatun terbit tahun 2020 (langgam pustaka). Selain menulis, aktif sebagai dalang wayang golek, penyiar di Radio Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, mengajar di beberapa sanggar seni, madrasah, dan taman baca masyarakat.

    puisi mbeling puisi naratif puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePengumuman Lomba Perayaan Hari Puisi Indonesia 2021
    Next Article Emles Sang Penyanyi

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20269 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202664 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202636 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.