Panjalu, Ciamis – Di tengah hiruk-pikuk arus mudik dan momen silaturahmi Idulfitri, ada satu titik di utara Kabupaten Ciamis yang kembali menjadi muara rindu bagi ribuan orang, Situ Lengkong Panjalu. Destinasi ini seolah tak punya masa kedaluwarsa, ia tetap menjadi magnet utama bagi para perantau yang pulang ke tanah Pasundan, membuktikan diri sebagai keindahan yang menolak pudar oleh zaman.
Sejak hari kedua Idulfitri, dermaga Panjalu mulai dipadati pengunjung. Antrean perahu motor yang siap mengantar wisatawan menuju Nusa Larang—pulau di tengah danau—menjadi pemandangan ikonik yang rutin terjadi setiap tahun. Hanya dengan bayar tiket masuk Rp. 10.000 perorang saja pengunjung sudah bisa masuk ke area danau.

“Setiap pulang mudik ke Ciamis, saya selalu kesini, murah meriah aja anak-anak main datang pagi-pagi biar menghirup udara segar, suara burung, dan ketenangan saat berziarah di pulau. Ini tempat untuk recharge energi sebelum kembali ke kota,” ujar Mamah Arga, salah satu pemudik asal Bandung.
Situ Lengkong bukan sekadar objek wisata alam. Di pulau Nusa Larang, terdapat makam Prabu Hariang Kancana, tokoh besar yang membawa ajaran Islam ke wilayah ini. Hal inilah yang membuat Situ Lengkong memiliki nilai abadi. Di saat tempat wisata lain hanya menawarkan hiburan visual, Panjalu menawarkan kedalaman spiritual.
Selama libur Lebaran, ribuan peziarah datang silih berganti, dengan membayar Rp 15.000 perorang untuk ongkos naik perahu motor, mereka menyeberang menggunakan perahu untuk berziarah, membelah hamparan air yang tenang sambil menatap ribuan kalong (kelelawar besar) yang bergelantungan di pohon-pohon. Pemandangan ini seolah membawa kita kembali ke masa ratusan tahun silam, sebuah fragmen sejarah yang tetap terjaga dengan rapi.



Tak hanya keindahan alam, edisi Lebaran di Situ Lengkong juga menjadi pesta kuliner bagi para wisatawan. Deretan warung di pinggir danau menyajikan hidangan khas Sunda yang otentik. Nasi liwet hangat, ikan nila bakar segar dari danau, hingga opak dan ranginang, begitupula deretan toko souvenir dari mulai kerajinan tangan hingga kaos bergambar panjalu yang bisa request sablon nama. Panjalu menjadi pelengkap sempurna untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

Meskipun zaman terus berganti dan banyak destinasi wisata modern bermunculan dengan lampu-lampu neon yang gemerlap, Situ Lengkong Panjalu tetap teguh dengan karakternya yang bersahaja. Situ Lengkong Panjalu adalah bukti nyata bahwa kombinasi antara sejarah, alam yang dijaga, dan nilai spiritual akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat. Ia adalah warisan yang tak lekang oleh waktu, tempat di mana masa lalu dan masa kini bertemu dalam sebuah harmoni yang syahdu di hari yang fitri.
Tips berwisata ke Situ Lengkong Panjalu datang masih pagi, agar bisa menikmati alam yang masih segar dan belum ramai. Jangan lupa buang sampah pada tempatnya dan jangan lupa membeli kerajinan tangan dan baju-baju souvenir serta camilan tradisional khas Panjalu yang dijajakan. Untuk tarif parkir motor kisaran Rp3000- Rp5000 dan mobil Rp10.000. (Ulpa/18/4/26)
