Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Dongeng » Legenda Gunung Geulis
    Dongeng

    Legenda Gunung Geulis

    28 Maret 2020Updated:28 Maret 20201 Komentar2 Mins Read2,955 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Legenda Gunung Geulis

    Diceritakan, pada jaman dahulu kala ada sepasang suami istri yang sudah cukup lama hidup berumah tangga, namun belum juga dikaruniai anak. Siang malam, sang suami tak kunjung henti memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sampai akhirnya, pada suatu malam ia mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa melalui sebuah mimpi. Dia harus pergi ke sebuah gunung yang berada di sebelah timur dari desanya. Ia harus bertapa di lereng gunung tersebut.

    [iklan]

    Pada pagi harinya, ketika terbangun dari tidurnya, ia menceritakan mimpinya itu kepada istrinya. Usai suaminya menceritakan mimpinya, sang istri menghela nafas, tersenyum dan menganjurkan agar suaminya segera melaksanakan petunjuk yang datang melalui mimpi tersebut. Maka, berangkatlah sang suami mencari gunung yang akan dijadikan sebagai tempat untuk bertapa. Setelah menemukan gunung yang dimaksud, sesuai dengan petunjuk dalam mimpinya, ia mulai bertapa yang harus dijalaninya selama empat puluh hari empat puluh malam.

    Pada malam terakhir, ia didatangi oleh seorang putri yang sangat cantik. Putri itu tak lain adalah mahluk gaib penunggu gunung tersebut. Melihat putri yang sangat cantik jelita, ia jatuh hati, dan lupa akan niatnya semula. Akhirnya, ia menikah dengan putri itu, putri yang sebenarnya adalah penjelmaan dari seekor seekor ular besar.

    ***

    Setelah berbulan-bulan menunggu tapi sang suaminya tak kunjung datang istrinya mencari di mana suaminya berada. Sampai akhirnya ia menemukan suaminya sedang dililit oleh seekor ular besar. Ia terkejut dan takut akan keselamatan suaminya. Namun rasa sayang pada suaminya telah membangkitkan keberaniannya. Ia mencari cara untuk menyelamatkan suaminya. Ia menjerat ular tersebut. Setelah ular berhasil dijerat, ia mencari seekor kuda dan menyeret ular tersebut, dibawa turun dari lereng gunung. Setelah sampai di suatu tempat, kudanya diikat pada sebatang pohon. Tempat itu, sekarang dikenal dengan nama Cikuda.

    Sang suami, yang diam-diam mengikuti perjalanan sang istri, ketika dilihatnya ular itu akan dibunuh oleh istrinya, segera menghalangi perbuatan istrinya. Rupanya yang dilihat oleh suaminya itu bukan seekor ular, tetapi seorang putri yang cantik jelita. Karena kesal maksudnya hendak membunuh ular dihalangi oleh suaminya, sang istri jadi kalap. Ular dan suaminya ia bunuh.

    Seminggu kemudian, bangkai ular dan jasad suaminya hilang tanpa bekas. Konon katanya, jasad suaminya itu telah berubah wujud menjadi ular, kemudian hidup di gunung tersebut. Gunung itu dikenal dengan nama Gunung Geulis, sebuah gunung yang ada di daerah Jatinangor Kabupaten Sumedang. (AY)

    ****

    DST, Maret 2020.
    Diceritakan kembali oleh: Abah Yoyok.

    cerita rakyat cerita rakyat sumedang sumedang larang
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleJokowi Bersedih Ibunda Tercintanya Meninggal
    Next Article Gandrung Marisi

    Postingan Terkait

    Setana

    23 Januari 2025

    Legenda Batu Menangis

    13 Mei 2024

    Pohon Jati yang Lari-Lari

    23 Desember 2023

    1 Komentar

    1. Loffy on 19 Januari 2021 12:50 pm

      Terimakasih cerita ini sangat luar biasa

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 202610 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202676 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202639 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.