Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Kisah Sepasang Mata Indah dan Secangkir Kopi
    Puisi

    Kisah Sepasang Mata Indah dan Secangkir Kopi

    28 Juli 2019Updated:15 November 20192 Komentar3 Mins Read77 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    puisi romantis
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Tertegun. Itulah ketika pertama kali membaca puisi karya Syukur Budiardjo. Puisi-puisinya begitu hangat, menyengat juga memikat layaknya sepasang mata yang menjadi jendela jiwa, sebuah anugerah dari yang Maha Kuasa agar manusia melihat kehidupan dengan kesadaran melalui matanya. Mata yang membuka pikiran dan perasaannya. Mata sebagai indera terkuat untuk fokus menatap harapan di masa depan, menutup pintu kelam masa lalu dan melihat ke dalam diri (introspeksi) agar mampu melihat keluar tentang kesadaran dan kebesaran Ilahi. Silakan dibaca dan mari kita renungkan. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi-puisi Syukur Budiardjo

    Sajak Mata Gadis Itu

    /1/
    Mata gadis itu menyapa senja
    yang dilumuri garis-garis wajah lelaki.
    Menanti angin membawa nyanyi
    asmarandana. Ketika sunyi menjelaga.

    /2/
    Mata gadis itu mendengar ringkik
    kuda jantan. Berlari di panas terik
    padang sabana. Mencumbu bau gerai
    rambutnya. Mengoyak biru sansai.

    /3/
    Mata gadis itu menanti isyarat
    matahari. Menggelucak di antara batas
    impian dan harapan. Gairah memekat.
    Kapan waktu akan mendekat.

    Jakarta, 3 November 2015

    Kisah Sepasang Mata Indah dan Secangkir Kopi

    “Selamat pagi!” Sepasang mata indah menyapa secangkir kopi. Lama menatapnya. Kemudian mengenangnya. Sebelum bibir merah merekah menyentuhnya. Bibir cangkir memintanya untuk teguk pertama.

    “Sudahlah, kita akhiri saja! Karena engkau diam-diam menyimpan nama lain. Juga foto. Di dalam album dan buku harianmu. Tak perlu dipertahankan. Tak perlu dilanjutkan. Jika ini beraroma pengkhianatan!”

    Pada teguk kedua, terbayang hijau telaga. Air menggigir. Angin berdesir. Langit biru. Serombongan belibis terbang mengoyak senja. Mengayuh dayung. Perahu tak lelah menyisir. Seolah mengekalkan cinta!

    Pada teguk ketiga, terbayang rinai hujan. Mengguyur wajah, juga tubuh. Pinus dan cemara. Mengiring berjalan. Tak ada resah, juga keluh, Seolah cinta tak kan merapuh!

    Pada teguk keempat, terbayang belati. Mengajaknya bunuh diri. Darah meruah. Rindu mengalah. Senyum matahari dan bulan, juga bau parfum melambai. Seolah cinta telah selesai!

    Pada teguk terakhir, sepasang mata indah berbinar. Ketika kopi pagi diseruput lelah hatinya pudar. Hidup tak selamanya manis. Tak selamanya pahit. Berkelindan. Telah dirasakan. Telah ditemukan. “Selamat pagi, kawan!” Suaranya lirih tapi menyenangkan.

    Jakarta, 5 November 2015

    Sajak Mata Harimau

    /1/
    sepasang mata harimau jantan
    di belantara. menyapa betina,
    juga anak-anaknya. kuku tajam
    membelai. seringai dan auman
    memecahkan cemburu purnama.

    /2/
    mata tajamnya mencabik kelam.
    mengirim kabar kepada semesta.
    malam diliput kabut gurau senda.
    hingga pagi menyapa. malam
    tersuruk. mata tajamnya membenam.

    Jakarta, 28 Oktober 2015

    Sajak Mata Elang

    /1/
    sepasang mata elang betina
    melayang. mencumbui angkasa.
    matanya menyihir semesta
    hingga aku tersungkur, dinda.

    /2/
    ketika kau menakik senja
    mata pedangmu lumerkan baja
    yang mengeram di hati. iba
    menjaga marwah. senantiasa.

    Jakarta, 27 Oktober 2015

    Syukur Budiardjo, pensiunan guru Bahasa Indonesia SMP di DKI Jakarta. Dengan suka hati menulis artikel, cerpen, dan puisi di media massa cetak, media online, dan media sosial. Tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    puisi indonesia puisi kehidupan Puisi Romantis
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleOrgasme Perjaka
    Next Article Sintren

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    2 Komentar

    1. Ujang Kasarung on 30 Juli 2019 10:37 am

      Sukur adalah sosok nyastra dan ngartikel yang mumpuni. Saya pikir masalah mutu karyanya tak perlu diragukan atau dipertanyakan lagi. Ia konsisten dan loyal terhadap budaya tulis menulis sastra. Ia termasuk spesies yang langka. Ia layak didoakan panjang umur agar tetap berkarya. Aku suka karyanya yang polos, jujur, dan efektif.

      Reply
    2. Syukur Budiardjo on 1 Agustus 2019 3:04 pm

      Saya tak layak dipuji demikian Kang Ujang Kasarung. Saya mencoba konsisten atau istikhomah menulis. Justru setelah pensiun dari ASN atau PNS saya memiliki waktu yang banyak untuk menulis. Segala puji bagi Allah. Salam literasi Kang. Ayo nulis puisi di sini Kang Salam puisi.

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202610 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20265 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 20267 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202611 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.