Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Jalan Itu
    Puisi

    Jalan Itu

    30 Juni 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar2 Mins Read19 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi adalah penanda. Puisi adalah pengingat. Penanda yang diberikan oleh penyair pada sesuatu atau peristiwa-peristiwa, pengingat atau apresiasi dari penyair terhadap sesuatu atau peristiwa-peristiwa. Penanda dan pengingat yang tentunya diharapkan oleh sang penyair dapat menyentuh imaji maupun perasaan pembacanya. Seperti puisi-puisi Ca’at Fa di bawah ini. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi – Puisi Ca’at Fa

    Jalan itu

    jalan itu harus kau lalui
    lihat jalan itu
    dengan mata tidak terpejam
    dan kepala tetap tegak

    boleh merunduk sesekali
    tuk memastikan langkah
    atau tengok ke kiri dan kekanan
    agar tidak bersenggolan

    jangan dongakkan kepalamu
    terlalu lama
    nanti kau bisa tersandung
    atau malah terperosok
    ke dalam lubang

    juga jangan kau
    menoleh kebelakang
    terus menerus
    nanti kau akan tersesat
    boleh menoleh kebelakang
    tetapi sesekali saja
    agar kau tahu arah yang benar

    tegakkan kepalamu
    melangkahlah dengan kepastian
    berlenggang sambil tersenyum

    sf
    11.05.18
    17:08

    Suara-Suara

    kembali mulut-mulut berbusa
    mengeluarkan bau tak terkata
    sambil menunjuk-nunjuk kepala
    ludahnya muncrat bagai racun berbisa

    orang-orang berdiri terkesima
    kepalanya manggut-manggut berirama
    lalu bagai kesurupan berteriak bersama
    sambil menampar orang dengan kaos berbeda

    kamu mau apa
    kamu itu siapa
    tak usah berkata-kata
    semua kan sia-sia

    sudahlah jangan lagi mengumbar suara
    simpan saja dengan rapi di kolong meja
    biarkan ia di situ sampai waktunya tiba
    lalu kau berikan kepada yang kau suka

    sf
    12.05.18
    06:05

    Angin

    angin tak ada
    tak ada angin
    ada angin tak
    : kataku

    aku dianggap angin
    dianggap angin aku
    apa aku cuma angin
    : kataku

    angin diperlukan ketika
    badanmu terasa gerah
    agar sejuknya
    menentramkan hatimu
    : kataku

    sf
    12.05.18
    23:27

    Senja

    senja meraja
    lembayung berkilau keemasan
    ditingkahi semilirnya angin
    ombak bermanja di pasir pantai

    sementara senja dengan setia
    mengantar sunyinya malam

    aku sendiri

    sf
    14.05.18
    16:31

    Malam

    malam sudah melipat senja
    senja dengan segala kenangnya
    yang meluruhkan hati
    menuntun kata menjadi puisi

    malam sudah menggelar mimpi
    mimpi dari segala mimpi
    yang bertebaran
    di langit-langit kamar sepiku
    semua tentang kamu duhai kekasih

    malam sudah menebar bintang
    bintang terhampar bagai permata
    kan kurangkai bagai kalung mutumanikan
    yang kan kupersemahkan hanya untukmu

    dan malam semakin malam

    sf
    14.05.18
    20:17

    penyair indonesia Puisi Cinta puisi indonesia puisi kehidupan Puisi Romantis sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBelajar Hidup dari Berteater
    Next Article Pengakuan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 2026

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 2026

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202621 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202650 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.