Oleh Atik Bintoro
Pada dewasa ini dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang yang tidak mengenal iptek, dan tidak ada yang bisa menghindar dari pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan iptek yang begitu luas, mulai untuk pemenuhan keperluan kehidupan sendiri, masyarakat, kenegaraan, sampai hubungan antar Negara di seluruh dunia.
Indonesia sebagai Negara besar dengan jumlah penduduk pada awal tahun 2026 sekitar lebih dari 287 juta Orang, sudah sepantasnya jika Indonesia berusaha sekuat tenaga, satu di antaranya supaya penduduknya menjadi manusia-manusia yang mampu berdiri di atas kaki sendiri alias mandiri di bidang iptek, tanpa kehilangan tradisi dan budaya bangsa Nusantara.
Satu di antara beraneka ragam tradisi dan budaya bangsa Nusantara adalah kebiasaan membaca Al-Quran atau mengaji bagi warga Negara Indonesia yang beragama Islam.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara agar kebiasaan membaca Al-Quran ini mampu meningkatkan, minimal niat dan minat di dalam mengupayakan kecintaan bangsa Indonesia, khususnya pada dunia iptek.
Dari pertanyaan di atas tentu akan melahirkan jawaban beraneka ragam, dari cara sederhana sampai yang paling rumit. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya menengok Ayat Al-Quran yang diperkirakan bisa melahirkan inspirasi akan semangat lahirnya temuan baru tentang iptek.
Kata para ahli AlQuran, tentulah banyak ayat-ayat Al-Quran yang mengandung semangat atau pun anjuran untuk mempelajari, memproduksi, sampai memanfaatkan iptek.
Satu di antara contoh ayat Al-Quran adalah ayat Pertama Surat Al-Fatihah, yaitu:

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Artinya:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (QS. Al-Fatihah: 1).
Sepertinya ada semangat iptek di Al-Quran Surat Al-Fatihah ayat pertama, yang selanjutnya untuk memudahkan mengingat disebut sebagai ayat Bismillah. Ayat ini diprediksi bisa melahirkan inspirasi untuk terus menggeluti iptek, mulai dari usaha penasaran, agar bisa menemukan hal-hal baru di dalam iptek, mempelajari segala macam syarat pemenuhan untuk melahirkan iptek baru, membuat dan memproduksi prototip iptek sampai melahirkan peralatan teknologi baru beserta pemanfaatannya bagi kehidupan umat manusia, khususnya untuk bangsa Indonesia.
Dalam ayat Bismillah tersebut Allah SWT telah menginformasikan bahwa Maha Pengasih lagi Maha Penyayang adalah satu di antara sifat Allah SWT. Allah Ilahi Robbi yang Maha Besar lagi Maha Kuasa memilki sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tentu kita sebagai manusia khususnya manusia Indonesia, sudah semestinya berusaha mengikuti sifat Allah SWT tersebut, dalam arti bisa mempunyai semangat untuk mengasihi dan menyayangi kepada sesama umat manusia, dan alam semesta.
Satu di antara cara manusia untuk bisa menyayangi dan mengasihi kepada sesama manusia dan alam semesta, dapat melalui penguasaan dan pemanfaatan iptek.
Kata para ahli Al-Quran bahwa sifat Maha Pengasih Allah SWT itu berlaku bagi manusia pada umumnya, dan diberikan pada semua manusia tanpa perbedaan. Sedangkan sifat Maha Penyayang berlaku pada manusia tertentu yang mengikuti dan mengamalkan ajaran Allah SWT, dan Rasul-Nya. Keberkahan sifat Maha Penyayang ini akan diberikan nanti di alam kubur, dan di alam akhirat.
Dari uraian di atas dapat dimengerti bahwa sifat Maha Pengasih Allah SWT bisa dirasakan langsung pada saat di dunia ini, sedangkan sifat Maha Penyayang terkait dengan upah kebaikan yang akan diterima di masa depan, yakni di alam kubur maupun di akhirat kelak, keberadaannya masih gaib, atau minimal masih berada di level keimanan maupun keyakinan.
Dengan menggunakan analogi yang mirip dengan sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ini, selanjutnya sesiapa yang mengaji ayat Bismillah, khususnya penggemar iptek, tentu akan berusaha untuk menengok kembali fenomena iptek yang sudah ada atas temuan orang lain.
Kemudian dari sekian iptek yang telah ditemukan tersebut, adakah yang belum mempunyai dua sisi nilai manfaat sebagai tiruan yang sangat amat kecil atau pun tidak berguna sama sekali atas inspirasi dari sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atau jangan-jangan masih bisa berguna bagi manusia khususnya bangsa Indonesia?
Apapun jawabannya tentu diharapkan bisa memacu lahirnya temuan baru tentang iptek yang berguna bagi kehidupan umat manusia yang lebih baik.
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang bisa menginspirasi bahwa setiap iptek mengandung komponen perangkat keras (hardware) yang bisa terlihat langsung, misal berupa peralatan teknik, sekaligus iptek tersebut mengandung perangkat lunak (software), misal berupa program komputer maupun konsep-konsep yang masih berada di dalam pikiran.
Perangkat keras yang sudah menjadi peralatan teknik, semisal: HP, TV, Radio, Mobil, Sepeda Motor, Pesawat terbang, Satelit, dan Roket; bisa langsung dimanfaatkan oleh siapa pun yang membutuhkan tanpa persyaratan khusus harus memenuhi penguasaan terhadap iptek tentang: Perancangan, Pembuatan sekaligus Pengembangan teknologi yang menyertainya. Untuk Perangkat keras tersebut hampir semua orang bisa langsung memanfaatkannya.
Sedangkan untuk pemanfaatan perangkat lunak tentulah tidak semua orang bisa langsung memanfaatkan. Siapa pun yang akan mendapatkan manfaat dari perangkat lunak, sudah selayaknya menyiapkan diri minimal mempelajari seputar iptek terkait perangkat lunak tersebut, kadang masih memerlukan pendalaman materi pembelajaran terkait ilmu-ilmu yang mendasari perangkat lunak. Misal perangkat lunak yang terkait dengan iptek permesinan bidang struktur mesin; bagi pengambil manfaat, satu di antaranya perlu mempelajari tentang ilmu Fisika di bidang: Statika, Mekanika, Dinamika, Kinematika, Termodinamika, dan Perpindahan panas. Di samping itu juga diharapkan telah mempelajari ilmu Matematika terkait perhitungan untuk mengetahui fenomena Fisika yang menyertai operasional struktur mesin, selama mesin bekerja.
Dari uraian di atas, dapatlah bisa dimengerti secara iptek bahwa ada hadits Nabi, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah saw bersabda, “Setiap perkara penting (baik) yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, maka amalan tersebut akan terputus berkahnya.”
Terasa begitu pentingnya membaca ayat Bismillah ini pada setiap memulai perkara penting termasuk di bidang iptek, sehingga bisa membuat tersambungnya berkah. Satu di antara hikmah yang bisa diharapkan dengan membaca ayat Bismillah pada setiap memulai amalan penting, khususnya di bidang iptek adalah timbulnya harapan bisa melaksanakan amalan sunah, dan bermohon datangnya tambahan barokah untuk mendapatkan inspirasi lahirnya temuan baru di bidang iptek.
Temuan ini bisa berupa perangkat keras, perangkat lunak, atau pun kedua-duanya, bahkan sampai pada pemanfataan iptek di luar bidang yang biasa digunakan.
Wallahu a’lam.
Penulis:
Atik Bintoro
Instruktur Nasional di Akademi Kepemimpinan Dipantara – Yayasan Panata Dipantara – Jakarta,
sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Portal Online mbludus.com
