Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi Rumah
    Puisi

    Puisi Rumah

    27 Juni 2021Updated:27 Juni 2021Tidak ada komentar2 Mins Read90 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi selalu hadir untuk menyimpan sebuah harapan, mimpi-mimpi. Begitulah yang terkandung pada larik-larik puisi yang dipublikasikan kali ini. Ada semacam kegelisahan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi suatu cita-cita untuk menuju sesuatu yang indah, yaitu kasih sayang. (redaksi).

    Rumah

    #1
    Rak sepatu usai dimakan rayap
    Juga dihuni lebah dan sarang laba-laba
    memberikan cemas disetiap pagi.
    “Ribut sekali telingaku, bising dari apa ini?”
    sudah tak bisa lagi aku melelapkan bahuku
    rubuh di bantal berkapuk, atau di tumpukan buku
    berserakan di kacamataku.

    #2
    “Sakit, mataku sakit.”
    Sinar panas siang bolong
    tak kunjung menerobos rongga rumah ini.
    Mataku mulai gelap, meraba-raba jendela.
    Sekujur mataku dijatuhi embun bekas semalam.

    #3
    “Pergi!”
    Jeritan siapa itu,
    Seperti mengejar seorang wanita yang lenyap
    ditelan pendatang baru.
    Disergap, seorang wanita muda tak berdaya.

    #4
    Seperti memahat dirinya dalam kolam.
    Tubuh wanita itu belum juga kering
    tapi tetap indah dan bercuram-curam
    seperti badan pantai yang mengguyur bibiran pantai dengan jumawa,
    wanita itu menarikan kain-kain handuk disekujur badannya.
    Dunia bergoyang-goyang diremas kerlap-kerlip perkotaan.
    Sepertinya harus ada perjamuan tengah malam ini,
    menunggu semua anak-anak tertidur
    dan tak sadarkan diri.
    Seperti ini ternyata menjadi raja dunia
    dengan dayang-dayang di istana pribadi.
    Tak ada hukum dan kecaman yang menakutkan,
    “Ayolah istriku, bawalah dirimu ke pelukanku!”

    2020

    Muhammad Lutfi adalah penulis kelahiran pati, 15 Oktober 1997.

    Puisi Cinta Puisi dan Kehidupan Keluarga Rumah dan Keluarga
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleWelcome to the Paradise ‘Steven’
    Next Article Mati

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.