Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Ach Jazuli
    Puisi

    Puisi-Puisi Ach Jazuli

    19 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read8 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Jannah di Bibirmu

    Bulan tersenyum di hadapan doa-doa
    pulang dengan gembira berbunga rahmat
    manusia yang sedang jatuh cinta rupanya
    telah menggila dalam zikir

    Jannah di bibirmu
    mengalir taman kautsar dari paras perangaimu
    aku telah lumpuh di hadapan cinta dan kasihNya
    sungguh nyata iman dan budi pekerti
    yang menjadi saksi
    engkaulah rumah atas segala resah dan bahagia
    engkaulah teduh dari sekian panjang
    perjalanan dan pergantian musim
    engkaulah mata air atas gelap dan keterasingan
    engkaulah cinta untuk bersama-sama
    merindu sang nabi, bermunajat
    mendekat pada rabbul izzati

    Lekuk tubuh itu
    kesaksian atas segala nafsu
    aku mencintaimu sejak di pertemuan itu
    menghindar semakin jatuh
    menjauh semakin dalam
    ah, ini nafsu, teriakan persyetan
    tubuhmu terlalu gemulai untuk aku miliki
    parasmu begitu menggoda pada setiap tatapan
    aku melupakan dan
    aku telah benar-benar gila
    cinta telah membawaku sampai detik ini

    Atas nama cinta pada nabimu
    Nabi yang sama, nabi Muhammad
    aku berlindung dari segala kemunafikan
    mengagumimu sungguh bukan perkara rencana
    menikahimu inilah sebenar-benarnya keberanian

    Madura, 2024

    Pagi yang Malang

    Pada pagi yang kusam
    ditambah hasil panen berantakan
    politik menyapa lewat janji yang dilebih-lebihkan

    Ibu mengaduk kopi
    gulanya dua sendok tanpa kebohongan
    di luar sedang berisik mencari dukungan
    pagi makin pekat
    kekayaan alam lenyap
    janji politik telah mematikan suara kebenaran

    Apa yang disebut pembangunan
    gedung tinggi dengan pemangkasan proyek
    atau aspal jalan desa dengan bahan dasar tepung
    yang dipoles dokumentasi cantik
    pekerjanya pulang
    jalannya kembali berlubang
    ah, pagi-pagi sudah dibuat suram

    Di kantor kota pegawainya rujakan
    menunggu absen datang dan pulang
    seragamnya coklat keemasan
    dibalut acara ceremonial
    lengkap sudah sebagai bahan laporan
    sungguh pemandangan pagi
    yang sudah dilumrah-kaprahkan

    Madura, 2023

    Pekat

    Pada malam yang pekat
    di antara kabar dan kabut awan
    aku berdiri di muka jendela
    menanti yang datang sebelum turun air mata
    inilah sebongkah harapan di bawah
    langit dengan Tuhan yang sama
    Kuasa dan Esa untuk segala perwujudan cinta

    Pada malam yang pekat
    di antara kekhawatiran dan sisa-sisa hujan
    aku menyebut nama indah
    memanggil keras dengan tangan menggalah bintang
    Tuhan telah melempar senyum
    pada doa dan manusia yang sedang jatuh cinta

    Di tengah malam yang pekat
    aku telah lebur dalam peluk mimpinya
    tiada bekas kecuali candu
    cahaya itu berlinang nan manja
    menjemput wahai orang-orang menyinta

    Madura, 2024

    Ach Jazuli asli kelahiran Sumenep-Madura. Pernah belajar di IAIN Madura dan UNISMA Malang. Selain menjadi penulis lepas di media cetak dan online, pria yang akrab disapa Ajaz ini juga ngopeni komunitas literasi yakni Komunitas Ghâi’ Bintang (KGB). Buku terakhirnya yang terbit di tahun 2023 berjudul Kisah Hujan yang Lain.

    penyair muda madura puisi kehidupan puisi religius
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePergi Tak Kembali
    Next Article Puisi-Puisi Fajrul Alam

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202610 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20265 Views

    Pada Hari Ketika Penyair Mati, Kata-Kata Menolak Pemakaman

    5 Mei 202648 Views

    Wisata Lumi Land di Kota Cirebon

    3 Mei 202627 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.