Tradisi

Permainan Galasin

galasin
Jangan Lupa Di Rate Ya!
Tinggal Pilih Bintang Saja!

Permainan  Galasin

Galasin, atau gobak sodor adalah jenis permainan yang dikenal di beberapa wilayah nusantara. Jenis permainan tradisional ini sudah jarang dimainkan, bahkan nyaris punah. Galasin bisa dimainkan oleh anak-anak dan remaja, bahkan oleh orang dewasa. Inti permainan Galasin adalah melewati beberapa penjaga garis di area lapangan permainan. Dimainkan oleh 2 regu. Masing-masing regu terdiri dari 3 – 5 orang. Satu regu bertugas menjaga garis, regu yang lain berusaha melewati penjaga garis. Apabila seluruh anggota kelompok berhasil lolos bolak-bolak balik melewati para penjaga garis, maka regu tersebut dinyatakan menang.

Untuk memainkan Galasin ini dibutuhkan lapangan yang cukup luas. Kira-kira seluas lapangan bulu tangkis yang dibagi menjadi beberapa  kotak segi empat (disesuaikan jumlah pemain). Garis pembatas kotak lapangan dapat dibuat dengan kapur atau tali plastik.


Lapangan Galasin

Lapangan galasin berupa kotak empat persegi panjang yang terdiri dari beberapa kotak yang berpasangan. Ukuran lapangan dan jumlah kotak dapat disesuaikan dengan area yang tersedia, jumlah pemain dalam satu regu, dan tingkat usia pemain (anak-anak atau dewasa). Berikut adalah contoh bentuk lapangan untuk 1 regu yang jumlahnya 4 orang.

Permainan Anak

Keterangan:

  1. Garis A, B, C dan D adalah garis jaga untuk masing-masing pemain dari regu yang giliran jaga.
  1. Khusus untuk pemain yang jaga di garis A (jaga tengah), dia diperbolehkan juga bergerak di garis B.
  2. Jika salah satu pemain yang jaga berhasil memegang atau mencolek lawan yang akan melewati garis maka yang jaga garis gantian.
  3. Semua pemain dari regu jaga hanya boleh bergerak mengikuti garis jaga masing. Jika dia berhasil menangkap atau mencolek lawannya tapi kakinya tidak berada di garis maka permainan terus dilanjutkan.

Cara Bermain

  1. Dua Kelompok, Regu atau Tim yang akan bermain terlebih dahulu menentukan siapa Tim yang akan bermain terlebih dahulu dan siapa yang jaga garis. Penentuan ini bisa ditentukan dengan Gamsit atau Suit oleh salah seorang wakil dari kedua Tim.
  2. Yang kalah gamsit jaga garis yang menang main. Segera anggota Tim yang kalah gamsit menempati posisi garis jaganya masing-masing. Siap untuk menjaga lawan yang akan melewati garis. Penjaga Garis Tengah adalah Kapten atau Selodor yang memimpin/mengatur penjagaan lawan. Kapten bebas bergerak sepanjang garis tengah lapangan dan garis paling depan.
  3. Setelah Tim jaga garis siap di tempat, anggota Tim lawan (tim penyerang) yang akan menerobos garis-garis melewati kotak-kotak permainan, mulai beraksi. Masing-masing anggota harus bisa melewati penjaga garis secara bolak balik. Jika dalam melewati garis ada salah satu pemain yang tersentuh oleh penjaga garis maka yang  jaga garis gantian.
  4. Bila salah satu dari anggota Tim Penyerang berhasil melewati para penjaga garis dengan selamat dari dari belakang ke  depan, maka Tim Penyerang dinyatakan menang dan permainan dilanjutkan ke babak berikutnya.
  5. Pemain dari Tim Penyerang yang sudah berhasil kembali ke garis terdepan, ketika melewati garis B, dia berteriak: “Asiiiinn….!”. Tanda kalau Tim memenangkan pertandingan.
  6. Pemain dari Tim Penyerang yang sudah kembali belum bisa melewati garis terdepan dan meneriakan  “asin” jika masih ada pemain yang belum memasuki lapangan (masih belum bisa melewati  garis pertama karena dijaga oleh Kapten lawan yang menjaga garis tengah).

Catatan:

Tim Penyerang yang sedang bermain akan didiskualifikasi jika  salah  satu dari anggota timnya keluar lapangan pemainan. Tetapi kalau hanya satu kaki yang keluar masih diperbolehkan. (AY)

Leave a Comment