Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Perempuan Penjaga Tradisi
    Buku

    Perempuan Penjaga Tradisi

    20 Juli 2024Updated:20 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Secara tematis sajak-sajak Ule Ceny banyak bicara tentang kearifan lokal dalam sudut pandang perempuan. Namun, secara substantif, Ule Ceny, sesungguhnya sedang mengungkapkan perasaan batinnya sebagai manusia ciptaan Tuhan yang sangat dekat dengan kehidupan kesehariannya. Inilah yang kemudian menjadikan penasaran pembacanya; yakni tentang sosok perempuan Sumbawa yang selama ini dikenal sebagai perempuan tangguh, cekatan dan sekaligus feminim.

    Nanang R. Supriyatin – Penyair

    “Akar mati pohon mati. Akar tumbuh pohon hidup. Tumbuhlah. Perempuan Penjaga Tradisi.” Ule Ceny penyair matahari bersinar. Menulis dan membaca itu. Menumbuhkan pohon makna. Menegakkan jati diri. Merebut hari esok lebih berarti.

    Dinullah Rayes– Sastrawan

    Dari sekian banyak puisi yang disajikan dalam buku “Kumpulan Puisi Perempuan Penjaga Tradisi” ini, ada dua buah puisi yang sangat berkesan di hati saya setelah membacanya, yakni puisi yang berjudul: Pohonku Kini Tiada dan Tangisku Dalam Diam. Sungguh pandai penulis merangkai kata-kata puitis, tanpa terasa saat membaca kedua pusi tersebut airmataku berurai tak terkira, karena ingatanku melayang ketika ibu dan ayahku pergi. Perasaanku seakan sama dan sebangun dengan perasaan yang dialami oleh Ule Ceny. Kesedihan yang amat sangat karena ditinggal orang tua telah dilukiskan dengan sangat piawai oleh Ule Ceny dalam kata-katanya:

    “kini jemari sayapku patah, raungku tiada berguna, kulangitkan doa-doaku pada sunyi malam, tiada mampu mengobati luka.”

    Rasa pilu yang mendalam setelah membaca dua puisi tersebut telah dipekatkan lagi oleh puisi penutup dalam buku ini yang berjudul Ibu. Perasaanku benar-benar sedih dan airmataku mengalir tambah deras tatkala membaca puisi yang berjudul Ibu tersebut.

    Sungguh isi buku puisi ini bagiku sangat berkesan di hati dan apa yang terjadi pada sebuah tradisi etik berloncatan menjadi tantangan dimasa depan dalam dunia perempuan terhadap anak-anaknya. “Perempuan Penjaga Tradisi” layak menjadi teman setia pembaca di waktu luang.

    Prof. Dr. Galang Asmara, SH. M.H – Guru Besar Universitas Mataram-NTB

    buku puisi Perempuan Penjaga Tradisi puisi tradisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleJika Menulis Sebagai Jawaban
    Next Article Buku Long Distance Relationship

    Postingan Terkait

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    26 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.