Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Main Congklak
    Tradisi

    Main Congklak

    18 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read1,092 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Main Congklak

    Permainan Congklak, Dakon atau Dakonan adalah permainan tradisional masyarakat Jawa. Tapi ternyata, permainan ini juga banyak dikenal di berbagai wilayah nusantara kita. Di Sulawesi misalnya,  permainan ini dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata.

    [iklan]

    Permainan Congklak ini dimainkan oleh dua orang. Bisa dimainkan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, laki-laki atau perempuan. Alat yang digunakan adalah Papan Congklak dan Biji Congklak (lihat gambar 1).

    Gambar 1: Papan Congklak.
    Papan Congklak pada umumnya terbuat dari kayu atau plastik. Biji Congklak bisa terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil diisi biji congklak oleh pemain,  juga 2 lubang besar di sisi kanan dan kirinya yang dianggap sebagai Lumbung atau Gudang milik sang pemain. Fungsi Lumbung atau Gudang adalah tempat menyimpan biji congklak yang selalu diisi oleh Pemain ketika menjalankan biji congklaknya. Jumlah biji congklak secara keseluruhan adalah 98 butir (14×7). Ada juga papan congklak yang jumlah lubang kecilnya hanya 10 (5 pasang), ditambah 2 lubang besar jadi 12 lubang.

    CARA BERMAIN
    Dua orang Pemain duduk menghadapi Papan Congklak. Masing-masing mengisi lubang-lubang kecil dalam Papan Congklak dengan Biji Congklak sebanyak 7 atau 5  butir sesuai dengan jumlah lubang kecil yang ada di Papan Congklak (jika 7 lubang, diisi 7 Biji Congklak per lubang. Jika 5 lubang, diisi 5 Biji Congklak per lubang).

    1. Permainan dimulai dengan 2 cara. Pertama, menentukan siapa pemain yang pertama kali jalan dengan Gamsit, Ingsut, Sut atau Suit. Kedua, permainan dapat dimulai secara bersama-sama tanpa harus saling mendahului. Namun yang ‘mati’ lebih awal otomatis berhenti, sementara lawan terus melanjutkan permainan.
    2. Untuk memulai permainan, pemain yang sedang mendapat giliran main, mengambil 7 (atau 5) biji congklak dari salah satu lubang kecil di papan congklak yang menjadi haknya. Kemudian ia harus menaruh biji congklak yang digenggamnya satu per satu ke seluruh lubang kecil congklak dan 1 lubang Lumbung miliknya searah jarum jam, dari kanan ke kiri (ke arah lumbung sendiri). Lumbung milik lawan main tak perlu diisi.
    3. Jika biji congklak terakhir berhenti di lumbung milik sendiri, pemain masih boleh melanjutkan permainan dengan mengambil biji-biji congklak di salah satu lubang di antara lubang-lubang congklak yang menjadi haknya.|
    4. Jika biji congklak terakhir berhenti di lubang yang berisi biji congklak, maka pemain dapat mengambil semua biji congklak yang ada di lubang tersebut, dan melanjutkan permainan. Jika biji congklak terakhir berhenti di lubang yang kosong, maka dia mati. Dengan demikian, lawan pun mendapat giliran bermain dengan ketentuan :
      1. Jika lubang kosong adalah lubang miliknya (haknya), maka dia berhak atas sejumlah biji congklak di lubang seberangnya atau lubang hak lawan yang disebut nembak. Seluruh biji congklak hasil nembak dan biji congklak yang me-nembak disimpan ke lumbung.
      2. Jika lubang kosong adalah hak lawan, maka pemain dinyatakan mati dengan sendirinya.
    5. Permainan terus berlangsung sampai salah satu pemain tidak dapat bermain lagi karena jumlah biji congklaknya kurang dari 7 atau 5 butir. Yang dinyatakan pemenang adalah dia yang mendapatkan biji congklak lebih banyak.
    6. Secara garis besar Permainan Congklak ini dapat dibagi menjadi dua babak, yaitu:Babak I.
      Dimainkan dengan cara seperti urutan 1-6 di atas. Jika pada akhir permainan babak ini seorang pemain pada ke7 (atau 5) lubang haknya masih terdapat sisa biji congklak, maka dia berhak main pertama  pada babak selanjutnya meskipun biji congklak di lumbungnya lebih sedikit daripada lumbung lawan. Dia dinyatakan menang jalan.Babak II.Babak kedua atau babak berikutnya dimainkan dengan cara yang sama. Pemain yang jumlah biji congklaknya lebih sedikit atau berkurang, sudah pasti semua lubang haknya tidak akan terisi semua. Lubang yang tidak terisi disebut Ngacang (kacang) atau Ngeceng (keceng). Lubang kacang atau keceng tidak boleh diisi biji congklak dalam permainan.
    1. Demikian seterusnya, permainan akan berakhir sampai salah satu pemain tidak lagi cukup memiliki biji congklak untuk 1 lubang yang menjadi haknya.
      Selamat bermain. (AY)

    permainan tradisi permainan tradisi jawa tradisi jawa
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleAnugerah Sastra Litera 2019
    Next Article Kuliner dan Oleh-Oleh dari Ambon

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi dan Cerpen Terpilih mbludus.com Tahun 2026

    29 Maret 202685 Views

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202690 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202615 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.