Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Kitab Hujan
    Buku

    Kitab Hujan

    23 Juli 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar2 Mins Read94 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi adalah media ekspresi yang sangat tidak asing, cukup akrab bagi siapa saja dan dimana saja kapan saja takkan dipungkiri hendak membantah, ingin menapikan lantaran sudah kemestian yg pasti bagi setiap orang yg telah terlanjur hidup normal dipentas dunia ini, ingin hidup menang, senang dan tenang memenangkan dunia ini. Begitulah kiranya ketika saya membaca kumpulan buku Kitab Hujan karya Nana Sastrawan. Ada ruang normal dan abnormal, ruang dimana saya bisa berekpresi dengan leluasa, ruang yang penuh imajinasi dan mengejutkan, ruang masa lalu, kini dan mungkin akan datang. Ketika membacanya hanya seakan tertarik kedalam ruang itu dan cukup lama untuk keluarnya lagi.

    Sungguh puisi – puisi dalam buku kedua karya Nana Sastrawan menyentuh, imajinatif, sarat makna dengan irama, persajakan, sonansi dan sangat memperhatikannya seluruh fenomena dan peristiwa yang merupakan dunia sekitar terekam. Menurut pemikirku, ada amanat yg ingin disampaikan penulis pada pembaca Kitab Hujan tentang hidup yang lurus untuk menuju kebenaran karena hanya engkaulah sendiri yg bisa menjaga dirimu karena dengan akal semata belum menjamin manusia. Melalui Kitab Hujan mari saling mengisi dan melengkapi karena kita hidup tidaklah sendiri, kita hidup bersama orang-orang yg kita kasihi. Mari mengarungi perjalanan hidup dengan ketulusan dan kesetiaan. (Ucha September, pembaca Kitab Hujan)

    [iklan]

    Nana adalah tubuh puisi yang hidup. Saya curiga puisi-puisinya di buku adalah matanya, hidungnya, telinganya, dan segala indranya yang lain. (Pringadi Abdi Surya, penyair dan cerpenis)

    “… tak terelakan, kita akan terdiam di tengah kesendirian …” (Kidung Kematian) adalah salah satu larik yang menarik bagi saya. Atau, dengan kata lain, demikianlah puisi-puisi Nana hidup dan berawal dari kesendirian. Ia serta merta mengkristalisasikan pengalamannya berjalan ke berbagai tempat,ruang, dan waktu seperti dalam sajak Pelabuhan Ratu, Kota, atau Tengah Malam. Dalam kesendirian juga ia berbicara tentang sosok dan tokoh, seperti Ibuku Perempuan Gila, Perempuan, atau sajak-sajak yang ia dedikasikan bagi WS Rendra juga Mbah Surip.

    Rupanya, Nana paham betul bagaimana seharusnya ia menyikapi kesendiriannya. Ia berhasil mereka ulang pengalamannya sebagai puisi. Selain mereka ulang, ia juga menyatakan sikap yang tegas melalui cara pandangnya sendiri atas segala hal yang terjadi, dan melingkupi dirinya. Maka, tidak heran, jika puisi-puisi Nana begitu khusyu mengolah kesendirian sebagai simulacrum. (Yopi Setia Umbara, Penyair).

    Pemesanan Buku
    0877884848000 (jika persediaan ada)

    buku puisi Buku Sastra kitab hujan Nana Sastrawan penyair
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleKomunitas Literasi Ngumpul di Tangsel
    Next Article Jual Buku Solilokui

    Postingan Terkait

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.