Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku
    Buku

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025Tidak ada komentar7 Mins Read120 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Oleh Atik Bintoro

    1. Proses Kreatif Menulis Buku Kumpulan Puisi

    Tahun 2025 ini, Penulis telah melahirkan tiga buku puisi penulis tunggal, dua buku antologi puisi bersama penyair lain, dan satu buku essay berbagi misteri menikmati puisi. Tentu buku buku tersebut, tidaklah dihasilkan dalam waktu cepat, tetapi penulisan materi puisi, misalnya sudah dilakukan sejak tahun 2007. Semua materi buku buku puisi tersebut, sebelum dipilah dipilih sesuai konteks isinya, terlebih dulu telah diposting/diunggah di akun medsos atau pun di website, terutama untuk essay, telah tayang di platform online mbludus.com.

    Kegemaran menulis puisi, telah penulis mulai sejak di Tanah kelahiran di Banyuwangi Jawa Timur, tepatnya di bangku: SMPN Benculuk tahun 1976, Nyantri di Pesantren Langgar Santri Al-Ikhklas Jajag asuhan Romo Kiyai Misbahul Munir, kemudian di SMAN Genteng tahun 1980, dan berlanjut ketika mulai kuliah di Teknik Mesin Universitas Brawijaya – Malang tahun 1983. Selepas SMA, belajar menulis Puisi secara otodidak. Kadang baca puisi karya sendiri di setiap kesempatan, semisal ketika ada acara panggung seni tujuh belasan di lingkungan tempat tinggal.

    Pada tahun 2007 ketika mulai ramai sastra internet, Penulis bergabung pada Komunitas Millis sastra yahoogroup Bunga Matahari, dan komunitas sastra maya kemudian.com. Sejak saat itu kegemaran menulis puisi, makin tak terbendung dan bisa melahirkan buku kumpulan Puisi “Rimba Dalam Sains”. Buku kumpulan puisi yang pertama ini, berisi tentang: pengalaman, maupun pikiran, dan cita cita penulis; yang pada khususnya di bidang Sains, beserta kehidupan lain pada umumnya.

    1.1. Buku Kumpulan Puisi “Rimba Dalam Sains”

    Kritikus Puisi di tahun 2008 yaitu Khrisna Pabichara Marewa  telah memberikan ulasan menarik buku kumpulan puisi Rimba Dalam Sains. Ulasan dimuat ulang di platform online mbludus.com di laman https://mbludus.com/esai-sastra-sains-dalam-sajak/.

    Satu diantara ulasan Khrisna Pabichara Marewa di laman tersebut adalah:

    “Menikmati sajak-sajak Paman Atek bisa dengan mata telanjang, bisa juga dengan mata hati. Ada beberapa puisi yang ditulis lugas dengan bahasa sederhana, bahasa percakapan sehari-hari yang tidak perlu memaksa kita membuka-buka kamus dan mencari arti suatu kata. Namun, ada juga beberapa sajak yang memaksa saya mencari makna katanya dalam kamus karena saya tidak akrab dengan bahasa-bahasa kimia, fisika, dan matematika yang dipindahkan dengan cara ’indah’ dan ’luar biasa’ oleh Paman Atek ke dalam sajak-sajaknya”.

    Man Atek atau Paman Atek adalah panggilan akrab bagi penulis dari pegiat sastra pada umumnya di masa itu, ketika penulis belum mempunyai cucu. Pada saat penulis sudah punya cucu di tahun 2017, mulailah rekan rekan memanggil penulis dengan panggilan Kek Atek, atau Kakek Atek.

    Kegemaran menulis dan membaca puisi ini, bisa terus berlanjut sampai saat ini di tahun 2025. Ternyata setelah diperiksa di folder penyimpanan karya puisi di komputer, terdapat lebih dari lima ratus Puisi, yang lahir di tahun 2007 sampai dengan 2025.

    Puisi puisi tersebut belum pernah diterbitkan melalui penerbitan cetak di buku puisi.

    Di awal tahun 2025, mulai timbul ide untuk memilah memilih puisi puisi yang bertema mirip mirip dikumpulkan menjadi buku kumpulan puisi tersendiri. Akhirnya terkumpul tiga judul buku kumpulan puisi, yaitu:

    Sembunyi di Balik Puisi, 123 Sinergi Sajak Berbalas Puisi, dan Roket Bersarung Menjelajah Dirgantara.

    Di samping itu, pada tahun 2025, dua buku antologi puisi, telah memuat puisi penulis, yaitu: Buku Antologi Puisi PPN XIII “Layang Layang Tak Memilih Tangan”, dan Buku Antologi Puisi “MANIFESTO JABODETABEK”.

    1.2. Buku Kumpulan Puisi “123 Sinergi Sajak berbalas Puisi”

    Buku kumpulan puisi ini diberi judul 123 Sinergi Sajak Berbalas Puisi. Buku ini mencoba berusaha menjawab ide bagaimana melahirkan puisi atas puisi, atau pun dari sajak yang lahir mendahului. Atau bagaimana bisa saling berbalas puisi:

    “Puisi dibalas puisi, Sajak dibalas sajak saling sinergi”.

    Di buku ini terdapat 123 Puisi yang berpotensi untuk bisa saling berbalas, antara satu puisi dengan puisi berikutnya atau puisi yang lain. Dan mungkin juga akan bisa dijadikan serupa contoh praktek dalam ranah saling berbalas puisi bagi yang memerlukan. Buku ini sudah dijual di toko online.

    1.3. Buku Kumpulan Puisi “Roket Bersarung Menjelajah Dirgantara”

    Buku kumpulan puisi karya penulis, yang berjudul ”Roket Bersarung Menjelajah Dirgantara”  dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Puisi puisi di dalam buku ini merupakan puisi puisi penulis yang lahir dan berserak di media sosial yang penulis ikuti. Kemudian diselaraskan lagi, baik dari sisi substansi maupun tata letak penulisan. Penyelarasan dimaksud untuk keperluan penerbitan buku puisi. Adapun titi mangsa tahun lahir puisi, ada yang berbeda, apa pula yang sama, yakni di tahun 2008, sampai tahun 2025.

    Substansi puisi di buku ini, diharapkan berpotensi bisa menyampaikan semangat aroma ilmu pengetahuan dan teknologi seputar: roket, drone, satelit, pesawat udara, dan kedirgantaraan; melalui ranah puisi. Berpuisi ria sambil menggugah minat anjang sana sekilas tentang iptek penerbangan dan antariksa.

    Buku puisi ini dibagi menjadi tiga Bab, yaitu: Bab.1. Komponen Roket Meluncur di Ruang Pikir, Bab.2. Lelana Dirgantara di Segala Rasa, dan Bab 3. Berbukit Kabar dari Langit yang Lebar.

    Kritikus sastra kenamaan yakni Maman S. Mahayana memberikan ulasan tentang buku kumpulan puisi ini. Ulasannya dimuat di platform online mbludus.com. Satu diantara pendapatnya adalah:

    “Apa hubungannya roket dan puisi atau sebaliknya, puisi dengan roket? Inilah akibat langsung seorang ilmuwan yang kesehariannya menggeluti selok-belok dunia kedirgantaraan, peroketan, nuklir, dan ilmu-ilmu eksakta, mencintai puisi. Ia coba memanfaatkan puisi sebagai sarana untuk mendekatkan perkara kedirgantaraan atau yang berkaitan dengan itu kepada masyarakat luas. Jika berbagai risalah, makalah atau penelitian mengenai kedirgantaraan ditujukan khusus untuk para ilmuwan yang bergelut sesuai bidangnya, lalu puisi dengan tema-tema itu, dimaksudkan untuk siapa? Untuk para ilmuwan itu atau untuk penyair, sastrawan atau masyarakat luas? Bagaimana caranya? Bukankah puisi selama ini dipahami sebagai teks yang mengandalkan metafora—berkata begini, maksudnya begitu, serta kata-kata yang bermakna konotatif dan ambigu? Apakah semangat itu terkesan memaksakan diri?”

    Buku kumpulan puisi ”Roket Bersarung Menjelajah Dirgantara” dijual di toko online.

    1.4. Buku Kumpulan Puisi “Sembunyi di Balik Puisi”

    Buku kumpulan puisi “Sembunyi di Balik Puisi“ dapat diselesaikan dan bisa terbit sesuai takdirnya. Buku ini merupakan rangkaian panjang dari perjalanan penulis dalam mengungkapkan segala macam rasa, logika, makna maupun apa saja yang tidak bisa dituangkan kecuali melalui puisi. Buku ini disusun menjadi tiga ruang terpisah, yaitu:

    Ruang Pertama: Menyemai Mimpi

    Ruang ini berisi tentang mimpi mimpi tersembunyi bagaimana menelisik puisi dengan minat, suatu saat mendapatkan nikmat yang penuh hikmat.

    Ruang Kedua: Memupuk Harapan

    Di ruang ini bisa ditemui penjelajahan fenomena sehari hari, mulai dari berita medsos, obrolan kosong sampai pemikiran serius, bahkan menggelikan; yang berusaha diawetkan dalam untaian sinyal singkat singkat saja.

    Sedangkan Ruang Ketiga adalah Rahasia rasa, merupakan beberapa diantara perwujudan dari begitu pentingnya memanfaatkan momentum: menyemai mimpi, memupuk harapan, dan menyelami rahasia rasa. Sedikit saja terlambat dalam hal pemanfaatan kesempatan, maka saat saat emas pun bisa minggat tanpa pernah bisa diulang, meski hasrat tak lagi sekelebat minat. Kata orang tua: Sejatinya kesempatan tidak pernah sirna, hanya mungkin lebih dulu oleh orang lain memanfaatkannya.

    1.5. Buku Antologi Puisi Bersama Penyair Lain.

    1.5.1. Buku Antologi Puisi PPN XIII “Layang Layang Tak Memilih Tangan”

    Pertemuan Penyair Nusantara – PPN XIII sebagai ajang pertemuan penyair dihadiri oleh ratusan Penyair, berasal dari: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Pelaksanaan PPN XIII dilakukan pada tanggal 11 s/d 14 September 2025, di Jakarta,

    Satu diantara capaian dari PPN XIII adalah menerbitkan buku Antologi Puisi PPN XIII

    “Layang Layang Tak Memilih Tangan”. Buku Antologi Puisi ini hasil karya para Penyair peserta PPN XIII, termasuk Puisi karya Penulis Atik Bintoro/Kek Atek,

    1.5.2. Buku Antologi Puisi “MANIFESTO JABODETABEK”

    2. Buku Essay Berbagi Misteri Menikmati Puisi

    Buku kumpulan catatan tentang misteri menikmati puisi ini diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul “Berbagi Misteri Menikmati Puisi”. Sumber artikel di buku ini berasal dari tulisan penulis Kek Atek/Atik Bintoro yang sebelumnya telah terbit di portal online mbludus.com di Rubrik Sastra, Sub-Rubrik Kritik Sastra.

    Tentu dalam penerbitan buku ini, artikel-artikel tersebut telah mengalami editing ulang, terutama pada sistematika penulisan, disesuaikan dengan format penulisan buku.

    Buku yang berjudul “Berbagi Misteri Menikmati Puisi” ini dijual di tuku online.

    Demikian sekilas tentang proses kreatif menulis buku puisi tunggal, buku antologi puisi bersama penyair lain, maupun menulis essay seputar menikmati puisi.

    Bogor, 18 November 2025

    Penulis: Atik Bintoro biasa dipanggil sebagai Kek Atek
    Penikmat puisi, tinggal di Rumpin, Bogor, Jawa Barat – Indonesia
    Pegiat Komunitas Dapoer Sastra Tjisaoek

    buku puisi penyair nusantara puisi indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleRefleksi dalam Cerpen “Requiem Burung Gereja”
    Next Article Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    Postingan Terkait

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202687 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202614 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202613 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202695 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (207)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.