Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Mengajak Ke Galaksi Imajinasi
    Buku

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi

    26 November 20251 Komentar4 Mins Read47 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Mengajak Ke Galaksi Imajinasi
    Buku Kumpulan Cerpen “Cinta Terlarang” Karya Andi Samsu Rijal
    Oleh Atik Bintoro
    Penikmat Sastra

    Dari kata Pengantar buku diketahui bahwa beberapa Cerita pendek atau Cerpen yang dibukukan menjadi Buku Kumpulan Cerpen oleh pengarangnya, yakni Andi Samsu Rijal dalam judul Cinta Terlarang, bisa jadi mempunyai arti bukan hanya kumpulan cerpen semata, tetapi bisa merupakan titik tonggak atau milestone perjalanan Sang Pencerita dalam dunia sastra, khususnya di ranah Cerpen.

    Titik tonggak ini bisa berasal dari capaian perjalanan sebelumnya, atau pun menjadi semacam titik pijak menuju perjalanan berikutnya yang masih panjang dan lebih menantang, baik di dunia sastra, dan atau di bidang lainnya.

    Di Buku Kumpulan Cerpen ini, Sang Pengarang – Andi Samsu Rijal – berhasil melahirkan cerpen berjumlah 16 Judul Cerpen, dengan beraneka ragam setting: Waktu, Ruang, dan Peristiwa. Sehingga memungkinkan pembaca untuk memilih judul mana saja yang akan dinikmati sambil memetik pesan yang terkandung di dalamnya.

    Bisa juga pembaca membacanya dari judul awal sampai akhir, tanpa memilih milih judul.

    Tulisan pengantar ini, tak hendak memberikan penilaian kesasteraan maupun kesusasteraan pada buku kumpulan cerpen ini, namun sekadar berbagi setelah membaca buku kumpulan cerpen ini. Ketika menikmati cerpen cerpen di buku ini, terkait keaneka ragaman setting ini, serasa pembaca diajak ke dunia imajinasi yang sangat luas, seolah terbang dari galaksi pikir ke galaksi pikir berikutnya. Betapa tidak, misalnya cerpen berjudul “Rok Mini”.

    Cerpen ini bernarasi secara kaidah normal, yaitu: Siapa pun yang menanam akan menuai panenan. Seperti tokoh Si Pak Sawah di dalam cerpen ini, telah menuai apa yang ditanamnya. Meski pun awalnya sebagai tokoh panutan, ternyata tergoda untuk menanam pelanggaran kode etika pada seorang mahasiswi.  Mahasiswi yang seharusnya: diayomi, dilindungi, dididik penuh hormat dan kasih sayang dari Si Pak Sawah. Tetapi justru terjadi sebaliknya. Maka tibalah masa panen: hujatan, dan sangsi etika. Panenan ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya, baik dari instansi tempat bekerja, maupun dari masyarakat pada umumnya.

    Cerpen “Rok Mini” seolah sanggup menjadi pengantar untuk menembus ranah fiksi ketika membaca cerpen berikutnya yang berjudul “Takdir Kebinatangan”, begitu juga seterusnya sambung menyambung sampai ke judul terakhir “Puisi dan Hujan April”.

    Di Cerpen “Takdir Kebinatangan”, pembaca bisa merasakan adanya keterkaitan dengan ide Cerpen “Rok Mini”, yakni adanya alegori sosial berupa: simbol, narasi, maupun metafora;  kehidupan manusia. Alegorinya tentang nasib perempuan, ketimpangan gender, eksploitasi, dan makna ketulusan dalam penderitaan. Hal ini tergambar pada narasi:” Bahkan rumah perumahan terkadang harus bersih, nyaman dan asri, sementara kehadiran Nyai dan Roro akan menambah riuh. Sebab keduanya semakin dewasa dan semakin disenangi para jantan. Lambat laun mereka akan beranak pinak”.

    Buku kumpulan cerpen ini ditutup oleh cerpen berjudul “Puisi dan Hujan April”. Meski terkesan tanpa teks puisi di dalamnya, namun cerpen ini sanggup menjadi puisi tersendiri di imajinasi pembaca, semisal melalui narasi: ” Kini Tandi beserta adik-adiknya menuntut ke bapaknya agar mencarikan ibu yang sebaik dengan ibu sambungnya. Sardi beserta Gigi yang masih berumur di bawah sepuluh tahun itu bahkan memilih ikut dengan ibu sambungnya. Anggi dan Malama pun tetap bersikeras agar mereka diberi izin untuk ikut bersama dengan ibunya”.

    Narasi ini seolah sanggup memberi pesan bahwa seorang ibu bukanlah hanya ibu kandung saja, tetapi bisa jadi, ibu yang rela memberikan hidup dan kehidupan tatkala tak seorang pun menyuguhkan cinta keibuan yang tulus, dan bukan sekadar tanggung jawab formal. Bisa jadi ibu itu adalah : ibu kandung, ibu asuh, ibu dosen, ibu guru, bahkan ibu sambung sekali pun.

    Buku kumpulan cerpen Cinta Terlarang ini dijual di toko Online.

    Tentu kandungan pesan normatif, maupun subtansi yang mungkin melibatkan rasa, dan imajinasi pembaca, masih sangat bisa digali pada cerita cerita di semua cerpen di buku ini. Untuk itu Silakan membacanya dari awal sampai akhir, atau pun sesempatnya saja.

    Semua terserah Pembaca.
    Selamat menikmati buku kumpulan Cerpen Cinta Terlarang!

    Rumpin, Oktober 2025
    Penulis/Pemberi Kata pengantar di buku: Atik Bintoro, biasa dikenal sebagai Kek Atek.
    Penikmat Sastra, tinggal di Rumpin Bogor, Jawa Barat – Indonesia.
    Pegiat Komunitas Dapoer Sastra Tjisaoek.

    buku cerpen cerpen cinta Mengajak Ke Galaksi Imajinasi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBerbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku
    Next Article Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    Postingan Terkait

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 2026

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025

    1 Komentar

    1. Andi Samsu Rijal on 27 November 2025 6:49 pm

      Terima kasih atas ulasannya Prof Kiyai Atik Bintaro, sehat selalu

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202610 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20265 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 20267 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202611 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.