Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Aku Ingin Pulang ke Rahimmu
    Puisi

    Aku Ingin Pulang ke Rahimmu

    26 Juni 2022Tidak ada komentar3 Mins Read59 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Aku Ingin Pulang ke Rahimmu

    Aku ingin kembali ke rahimmu, Ibu.
    Berdoa dalam gelap ruang dan waktu
    Supaya Allah tak jadi lahirkan aku
    Di lorong itu ibu, kusebut namamu
    Sambil berdoa, semoga aku tak jadi diri yang
    Meruntu setiap hari meminta asi
    Mengisi malam-malam
    Yang mengganggu tidurmu

    Aku ingin kembali ke rahimmu, ibu.
    Konon katanya malaikat membawa pilihan-pilihan
    Aku ingin memilih tak lahir karena akan menyusahkanmu
    Membuat subuhmu bergetar
    memanggil nama yang setiap pagi merepotkanmu
    Yang setiap siang lupa berjanji
    Akan pulang sebelum petang
    Akan mandi sebelum matahari tenggelam
    Akan ke masjid sebelum azan berkumandang

    Aku mau pulang ke rahimmu, ibu.
    Rumahku yang selama sembilan bulan membuatku separuh hidup
    Namun membuatmu hampir meredup
    Aku mau pulang ke rahimmu, ibu.
    Mengamini tiap doa yang tanpa sengaja kudengar
    “berilah aku anak soleh”
    Dan waktu itu aku belum mengamininya
    Pulangkan aku ke rahim Ibuku

    Way Halim, Desember 2019

    Nak, Ayah Pamit

    Dia bangun, dengan sekelilingnya kemalangan
    pada pagi yang penuh sesak dengan kidung ayam
    tetapi kepada hari dia janji
    segera menemukan separuh nafasnya

    sebelah kakinya pincang
    tapi ia masih sanggup menari, di atas doa-doanya

    bekalnya sudah habis,
    yang menyisa dari tahun-tahun yang belakang,
    hanya secarik kertas bertuliskan:
    “Nak, ayah pamit”

    sekarang, hari-harinya lapar tulang
    senjanya sesak rindu, malamnya penuh munajat:
    “Semoga ayah segera pulang Ya Allah, bawa kaki bawa tulang”

    Lampung, 5 Februari 2019

    Tambar Duka

    Dalam gemuruh waktu yang mengguruiku,
    kau desah rindu yang memapahku jauh ke alam hening doa doamu.
    Semburat angin lembut membelai lelapku.
    Kau tambar paling mujarab bagi lukaku.

    Kau timang fajar, membawakan aku cahaya di padam cita cita.
    Padamu gelimang duka,
    ditambarmu alur cerita jadi dzikir merdu tengah malam.

    Tengadahmu sejuk, tangismu tawa luka,
    di pelukmu harap berlabuh,
    dalam serumu aku tumbuh.
    Kau tambar duka yang paling utuh.

    Candipuro, 7 Juli 2020

    Tambar Luka

    Angin gelisah mencekam,
    gelayut suara lingsir mengiring padam cahaya, di malam luka.
    Langit berpendar, wangi tubuhmu tambar.
    Alunan tawamu suara damai
    Di gejolak tubuhku, kau senyap menyembuhkan

    Api beram di lemah sukmaku,
    kau dinginan embun menetes di lembayung senja.
    Apa-apa yang lalu redam dilarung gelombang,
    laut melagu turun menurun, camar berduyun-duyun,
    kau tiba di kesunyian membawa tambar perih kesepian.

    Gemulai ombak menghantam wajah,
    langgam lebamku lindap pelan-lahan,
    disapumu tubuhku yang kotor dengan syahdu.
    Aku luka dan kau tambar yang larut dalam tubuhku

    Way Halim, 6 Juli 2020

    Anggur

    Anggur O Anggur
    Kau luka, mengucur darah dari duka
    Yang seolah bintang kejora
    Merah suka cita direnggut kelam

    O Anggur, terbang di awan
    Aku menghuni tubuhmu yang lacur
    Lucut akan permai dan
    Luput akan cinta yang masih kita anggap harta

    Binasakah hati yang setia menunggu?
    Lindap dalam langgamnya gelas kaca
    Kutahu luka, kutahu usia

    Anggur O anggur, didekap kemarau
    Kau embun pagi, melayang sampai malam

    Way Halim, April 2020

    Imam Khoironi. Lahir di desa Cintamulya, Lampung Selatan, 18 Februari 2000. Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Raden Intan Lampung. Menulis puisi, cerpen, esai dan artikel. Buku puisinya berjudul Denting Jam Dinding (2019/Al-Qolam Media Lestari). Karya-karyanya pernah dimuat di berbagai media cetak maupun online seperti Simalaba.com, Apajake.id, Kawaca.com, Radar  Cirebon, Malang Post, Riau Pos, Radar Mojokerto, Banjarmasin Pos, Bangka Pos, Denpasar Post, Pos Bali, Bhirawa, dan lainnya. Puisinya masuk dalam buku Negeri Rantau; Dari Negeri Poci 10 dan banyak antologi puisi lainnya.

    penyair indonesia sastra indonesia sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleJalan Hidayah
    Next Article Cipendem

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 20268 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202688 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202541 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202545 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.