Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Muhammad Sholeh Arshatta
    Puisi

    Puisi-Puisi Muhammad Sholeh Arshatta

    15 Desember 2024Tidak ada komentar3 Mins Read8 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    AKU TAKUT DEWASA

    Ibu, apakah dewasa itu harus bergincu?
    aku takut bibir merahku berubah
    sepucat bibir ibu
    bahkan, jari-jariku belum mampu
    memegang lipstik
    itu sama sekali tidak lucu

    aku takut bu,
    aku takut tepung putih yang saban hari kau tabur di pipiku
    pudar sebagaimana cinta yang luntur digerus umur

    aku selalu rindu
    ketika aku bertelanjang
    dengan pempes masih terpasang
    sementara oma datang
    beri hadiah beraneka rupa
    sambil mencubit bakpauku
    dan menyebutku unyu-unyu

    aku begini saja bu
    aku takut menjadi dewasa
    akan menjarakkan kita
    aku ingin selalu menghidu aroma napasmu
    saat-saat malam dalam kelambu
    hingga waktu mendewasakan aku
    menjadi sosok ratu di hati ibu

    Rengat, 03 September 2024

    DRAMA MOKONDO KELAS KAKAP
    : TOKSIK BOS

    bermodal naskah melas
    di balik topeng malas
    paling berkelas stadium akhir
    aku segera naik podium angkat piala
    serasa abdul razak gurnah
    merayakan tahap taraf prestasi
    siap melesat sesatkan teman akrab

    di bawah pengaruh aturan lingkaran setan
    rayap-rayap lencir menggerogoti badan
    sedangkan berat badan melejit karuan
    tapi nurani terbujur lunglai
    tak sesubur genangan antorium
    mungkin telah sesap
    lindap bersama sikap
    sigap sesat berantakan

    ketika semua nyenyak
    aku terjaga menertawai jalan hidup
    lidah gigi beradu dengan sumber cuan
    serupa beruk-beruk bedondotan
    sekuat tenaga berusaha biasa saja
    menyelesaikan alur drama
    persengketaan dunia
    yang tiada ujungnya

    & saat semua usap dada
    mengemis upah hak mereka
    juga menabur doa-doa
    supaya budaya buruk kantor kotor
    segera lenyap di marka bumi
    juga kudengar bisikan yang berpindah
    dari telinga kiri ke telinga kanan
    terselip kata “biar bos meledak porak poranda
    bersama bom waktu”

    aku terbang mengawang
    di antara kering air mata
    –keruh dahaga
    berpura-pura memungut luka
    di lubang-lubang bekas tugal basah
    mereguk hampar keringat rakyat

    Rengat, 25 Juni 2024

    USIA DOSA

    di panggung fana
    pablo neruda juga semula tanpa busana
    disulap berbadan sempurna
    sebagaimana manusia lainnya

    lantas pantaskah aku
    sang rakyat jelata
    coba memintal usia
    dari serpih air mata
    sudah dikristalisasi
    berkali-kali gagal dipintal
    jadi benang-benang hari dewasa

    sedangkan tingkah tingkat dewa
    doa-doa sekadar diselipkan
    di antara dosa-dosa di sisa usia

    sudah tentu nol di mall-mall besar
    surga menolak amin percuma
    sebab, perkara wajib terlantar
    digarap sia-sia

    Rengat, 24 Juni 2024

    WANITA SARKAS PURNABAKTI

    ia wanita sarkas kenalan pertamaku
    memaparkan alat kontrasepsi kenakalan remaja
    tentang rute bersenang remang ibukota
    pada pijar pelupuk mata ibu yang kini pudar

    sejak itu akalku mulai beranjak dewasa
    dewakan ciri-ciri segala cara
    mencuri cara buka kunci diri
    dari gang anoni pemicu onani

    maki di gendang telinga monas jadi senar gitar
    berputar searah gerak sungsang mati suri
    dan kau pun berakhir di nisan
    tinggalkan nama yang masih dikenang

    Rengat, 24 September 2024

    TERAKHIR KALI

    jika tahu canda lalu
    adalah tawa terakhir
    pasti kuselip kata maaf
    iring doa di ujung hehe

    jika nyata sua lalu
    adalah cuap terakhir
    pasti kujabat hangat tangan
    iring salam di ujung dada

    jika detik tadi
    adalah detak terakhir nadi
    kan kutalqin embus napasmu
    sebelum izrail merenggut jiwa
    di ujung nyawa

    Rumah Beratap Duka, 24 September 2024

    Muhamad Sholeh Arshatta, lahir 04 Desember 1995. Berdomisili di Pekanbaru-Riau. Sehari-hari bekerja di PT Nestle Indonesia sebagai Medical Nutrition sembari menjalani hobi menulis yang menjadikannya sebagai mentor di kelas puisi Asqa Imagination School sejak Agustus 2023 dan mentor di Symprerifora Publisher sejak Juli 2024. Peraih Anugerah COMPETER 2023. Puisi-puisinya terbit di media online dan tergabung di dalam puluhan buku Antologi bersama. Buku Solonya berupa Antologi Puisi berjudul Kepingan Renjana Matamu (2023), Solo Novel terbit berjudul Arok Tan Lika-liku Menjemput Surga (2024).

    puisi kehidupan puisi perempuan sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleHadiah Tanaman Hias Minimalis, Keren Kali, Ya…
    Next Article Keberanian Puisi /Doa/ Karya Amir Hamzah

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Situ Bagendit: Danau Melegenda di Banyuresmi, Garut

    30 April 20263 Views

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20267 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 202610 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (163)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.