Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Menyingkap Enigma dalam Puisi
    Buku

    Menyingkap Enigma dalam Puisi

    28 Agustus 2022Tidak ada komentar3 Mins Read11 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Buku Puisi
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Judul Buku : Permainan Metafora dalam Karya Sastra
    Penulis        : Akhmad Idris
    Penerbit      : LovRinz
    Cetakan      : I, Juni 2022
    Tebal           : x + 68 halaman
    ISBN            : 978-623-446-341-5

    Dalam jenis karya sastra kita mengenal istilah novel, cerpen dan puisi. Sebagaimana kita ketahui, KBBI memaknai novel sebagai karangan panjang sebuah prosa yang mengandung rangkaian cerita seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Sementara cerpen menurut The Liang dan A. Widyamartaya cerpen adalah cerita khayal berbentuk prosa yang pendek, biasanya di bawah 10.000 kata, bertujuan menghasilkan kesan kuat dan mengandung unsur-unsur drama.

    Sedangkan jenis karya sastra yang berposisi di tengah-tengah antara novel dan cerpen dikenal dengan novela. Dengan ini, arti novela secara terminologi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kisah prosa rekaan yang lebih panjang dan lebih kompleks daripada cerita pendek, tetapi tidak sepanjang novel, jangkauannya biasanya terbatas pada satu peristiwa, satu keadaan, dan satu titik tikaian.

    Sementara puisi, beda lagi. Ia lebih singkat dan lebih pendek daripada cerpen. Namun, bahasa yang terbentuk dipilih dengan tertata secara cermat, terikat oleh irama, bunyi dan makna khusus, serta penyusunan larik atau baitnya apik dan tajam. Kesan singkat pada sebuah puisi inilah yang membuat pencipta puisi dituntut lebih cermat dan kreatif dalam menata diksi. Lalu, pemilihan diksi secara ketat dan bahasa singkat inilah yang membuat puisi menjadi teka-teki, misterius dan menyimpan enigma.

    Dalam buku terbaru karya Akhmad Idris yang berjudul Permainan Metafora dalam Karya Sastra ini menyingkap cara jitu dalam memaknai kesamaran puisi itu. Tersebutlah Michael Riffaterre, seorang kritikus sastra asal Prancis, dalam bukunya Semiotic of Poetry, mengungkap cara memaknai enigma puisi terlebih dulu dengan cara membacanya, lalu menemukan tanda-tanda yang dirasa samar, kemudian menemukan sebab-sebab kesamaran tersebut, baru setelah itu maknanya dengan mudah akan diketahui (hlm. 12).

    Penulis juga menyodorkan contoh puisi yang bisa dibedah kesamaran diksinya. Seperti puisi yang bertajuk Akankah Kita karya Hidar Amaruddin. Hal tersebut bisa ditilik dari kutipan berikut:

    Ketika di dekatmu
    Aku tak akan mengusap wajah, berapa pun aku lelah
    Mengamati tak ada lagi rintik yang jatuh
    Dari kelopak matamu (Hidar Amaruddin, Ada yang Lebih Sepi, 47)

    Kesamaran makna dalam puisi ini terletak pada kata ‘rintik’. Umumnya, rintik itu jatuh dari langit, namun Hidar justru menyebut rintik jatuh dari kelopak mata. Berarti yang dimaksud Hidar dalam kata rintik bukanlah percikan air yang jatuh dari langit, namun kristal air yang keluar dari mata alias air mata. Hidar mengganti air mata dengan kata rintik, sebab keduanya sama-sama berupa percikan air.

    Di lembar lain, penulis mencontohkan puisi karya Hidar yang berjudul Di Kepala Kami. Pada puisi tersebut, Hidar menulis ‘kami hanyalah seonggok daging bertubuh tanpa hati.’ Penggalan puisi ini merupakan ironi yang ingin mengatakan bahwa sekuat apa pun manusia, jika ia tidak memakai hatinya, maka ia sejatinya adalah manusia yang mati (hlm. 14).

    Oleh sebab itu, kurang lengkap jika kita menjatuhkan diri dalam berkarya sastra, sementara masih belum membaca, mempelajari serta memahami isi yang terkandung pada buku ini.***

    Segera pesan bukunya melalui nomor 089685875606 (Akhmad Idris).

     

    *) Fathorrozi, lahir di Jember, 23 Maret 1987. Tinggal di YPI Qarnul Islam, Ledokombo. Menulis apa saja, termasuk cerpen, puisi, opini, resensi, kisah humor, novel, biografi tokoh, khutbah, dll. Beberapa tulisannya tersebar di media online, seperti harakatuna, iqra, lpmaarifnujateng, duniasantri, ngewiyak, yoursay, mjscolombo, cerano, suarakrajan, pcnusumenep, nurulqarnain, dst. Juga di media cetak, seperti Solopos, Radar Jember, Majalah Sabili, Majalah Fathonah, Buletin Al-Amiri Pos, dsb.

    buku puisi Diksi Puisi Permainan Metafora
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleRefleksi Perayaan Kemerdekaan ke 77 Th 2022
    Next Article Problematika Nilai Moral dalam Cerpen “Roh Si Puyang” Karya Akhmad Idris

    Postingan Terkait

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202687 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202614 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202613 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202695 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (207)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.