Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Tuma’ninah Rasa
    Puisi

    Tuma’ninah Rasa

    1 Mei 20221 Komentar2 Mins Read57 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Puisi Sastra
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Mohammad Fathan Farihi berasal dari Banyuwangi,  begitulah Sang Penyair ini memperkenalkan diri. Tiga Puisinya sanggup mengajak pembaca untuk melanglang dari ranah istilah kedokteran yang cenderung disiplin ilmiah tingkat tinggi menuju alam  tatacara dan hukum hukum bacaan dalam bahasa Arab yang juga memiliki kaidah dan substansi tersendiri.

    Dua jenis penjelajahan puisi ini bisa cenderung saling menguatkan atau justru memisahkan antara satu puisi dengan puisi yang lain. Semuanya terletak pada bagaimana pembaca nemaknai dan melogikakan serta merasakan misteri yang terkandung di dalamnya, ditambah dengan adanya penjelasan yg disediakan bagi yang belum paham terhadap pengertian istilah yang dimanfaatkan oleh Penyair dalam guritan tiga puisi tersebut.

    Mestinya bisa semakin memancing rasa penasaran untuk membedah makna di balik kata. Adakah keterhubungan antara istilah kedokteran semisal kalimat ansietas masa lalu, telah kucekoki sepaket analgesik. Satu puisi dengan istilah hukum bacaan bahasa Arab di Puisi yang lain semisal inginku mentajwidkan rindu, dengan izhar syafawi doa tanpa dosa yang ghunnah untuk tasydid rasa kita.

    Keterhubungan atau pun ketakterhubungan itulah satu di antara misteri Puisi. Selanjutnya, temukan misteri dari Puisi Sang Penyair, Silakan…

    Diagnosis Rindu

    ansietas masa lalu,
    telah kucekoki sepaket analgesik
    agar tak ada lagi ataksia tawa,
    penyebab brakikardia
    kemudian mata,
    aku tetesi collyria
    untuk mendeteksi rasa
    yang membuat aritmia
    penyebab aku terdiagnosis rindu,
    dan penawarnya adalah qobiltu.

    Banyuwangi, 07 Maret 2022

    Collyria: larutan pembersih mata
    Ataksia: gangguan koordinasi gerakan
    Brakikardia: detak jantung melemah
    Aritmia: detak jantung yang tidak teratur

    Tuma’ninah Rasa

    rindu kita, tengah tuma’ninah
    untuk rukuk dan i’tidal bersama
    membawa mihrab asa
    pada al-mustaqim cinta

    dengan tatih sujud
    aku berupaya melobi Tuhan
    agar memberi kisi-kisi rukun ibadah
    untuk asyhadu bersamamu

    lalu berjamaah rindu
    pada musholla rasa
    mentaukidkan cinta

    Banyuwangi, 28 Februari – 02 Maret 2022

    Tajwid Palar

    lafaz kerinduan tengah mengikuti waqof hasan
    dan namamu adalah saktah dalam aamiin
    untuk mentartilkan rasa
    menjadi tilawah

    inginku mentajwidkan rindu
    dengan izhar syafawi doa
    tanpa dosa yang  ghunnah
    untuk tasydid rasa kita

    Banyuwangi, 26 Februari – 03 Maret 2022

    Waqof Hasan: waqof yang tidak mempengaruhi makna
    Idzhar Syafawi: terang/jelas tanpa disertai dengung

    Mohammad Fathan Farihi, asal Banyuwangi. Anggota rumah proses Sanggar Seni Matahari OSIS SMK Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo, Sanggar Seni Bumi Blambangan, serta tergabung dalam Komunitas Penikmat Puisi (KOPIP) & Kelas Puisi Bekasi (KPB). Karya-karyanya terangkum di beberapa antologi bersama dan juga media online.

    penulis jawa timur Puisi Remaja Sastra Banyuwangi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTiada yang Bakal Merindu
    Next Article Halal Bihalal

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 2026

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    1 Komentar

    1. Mohammad Fathan Farihi on 5 Mei 2022 8:25 am

      Terima kasih redaktur Mbludus, sudah berkenan memuat karya saya yang banyak kurangnya.

      Salam ta’dzim
      Mohammad Fathan Farihi 🙏

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202622 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202611 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202628 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.