Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sosial Politik » Uang, Uang, Uang dan Uang!
    Sosial Politik

    Uang, Uang, Uang dan Uang!

    18 Mei 2020Tidak ada komentar3 Mins Read33 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Benar juga kata sebagian orang. Bahwa yang namanya uang bisa bikin orang mabuk kepayang. Uang bisa bikin orang lupa daratan, lupa diri, lupa status dan lupa jabatan, lupa anak, lupa istri atau suami. Lupa segalanya. Uang bagaikan ahli sihir, ahli hipnotis yang mampu mengubah perilaku manusia dalam sekejap mata.

    Pak Kyai yang jidatnya klimis karena kebanyakan sujud bisa jadi nyaris lupa dosa ketika setumpuk uang membayang di pelupuk mata. Seorang pimpinan yang harusnya jadi panutan sepertinya sudah tak punya lagi rasa malu pada bawahannya ketika ia sibuk memanfaatkan kesempatannya untuk dapat mengeruk uang negara sebanyak-banyaknya.

    [iklan]

    Begitu juga para bawahan, seribu satu macam cara akan ia gunakan untuk sekedar bisa mendapat tambahan penghasilan. Pendeknya, apakah ia lelaki atau perempuan, tua atau muda atau anak-anak, matanya akan langsung hijau jika melihat uang di hadapannya.

    Itulah uang, yang siang malam selalu kita impikan kedatangannya memenuhi kantong kita. Itulah uang yang untuk mendapatkannya kita rela memeras keringat, banting tulang siang dan malam, dengan sekuat tenaga dan segala cara. Dan anehnya berapa pun uang yang kita punya rasanya masih saja kurang banyak. Tak pernah merasa cukup. Sedikit kurang, banyak juga kurang.

    Paijo (seorang pegawai rendahan) mengeleng-gelengkan kepala. Sudah tiga hari tak nampak batang hidungnya,  begitu tiba di ruangan, Pak Kabag (Kepala Bagian) langsung menghampiri meja Mbak Denok (Sekretaris Proyek) minta agar dibuatkan voucher SPPD (Surat Perintah Perjalan Dinas) untuk pergi berdinas ke dua Propinsi sekaligus. Waduh, padahal dia baru saja pulang dinas dari provinsi XYZ.

    ”Dari propinsi ABC saya langsung ke provinsi DEF. Acaranya berurutan waktunya. Saya diminta untuk memberikan materi di kedua acara tersebut,” kata Pak Kabag dengan mantap.
    ”Acara apa sih, Pak?” tanya Ibu Denok.
    ”Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Pedesaan.”

    O, begitu, sahut Paijo dalam hati sambil melirik Pak Tulalit, Kepala Seksi yang menjadi atasan langsungnya. Yang dilirik pura-pura cuek tapi wajahnya ditekuk, dan dalam hatinya pasti berkata : “Itu kan jatah gue, kok diambil semua. Bagi-bagi keq satu. Dasar lo, rakus.”

    Tidak hanya Pak Tulalit saja yang dalam hati mengatakan rakus tapi semua orang yang ada dalam ruangan seakan berkata hampir berbarengan “Rakus, lo!”. Tapi karena teriakan hanya dalam hati, Pak Kabag tenang-tenang saja ketika kembali ke ruang kerjanya.

    Tak lama kemudian Pak Kabag keluar lagi dari ruang kerjanya. Tapi hanya separuh badan saja. Dari pintu yang setengah terbuka ia berkata: ”Oh ya, katanya hari ini rapel kenaikan gaji sudah bisa diambil, ya?”
    ”Sudah dari kemarin, Pak.”
    ”Paijo, tolong Jo…”
    ”Maaf, Pak. Harus diambil sendiri kata bendaharawannya. Kemarin saya mau mengambilkan rapelan Pailul, nggak bisa tuh.”

    Padahal Paijo bohong. Kebetulan Pailul memang tak masuk hari ini. Alasan itu spontan saja keluar dari mulutnya. Pak Kabag pura-pura menanyakan Pailul.
    ”Kemana Pailul, koq nggak kelihatan?”
    ”Sudah dua hari ia tak masuk, Pak. Anaknya sakit, katanya.”
    ”O, gitu.”

    Pak Kabag berjalan menuju pintu keluar, “Saya ambil rapelan dulu ya,” katanya.
    Tak ada yang merespon perkataan Pak Kabag. Semuanya diam. Masing-masing menilai perilaku Pak Kabag mereka yang matre abis itu.

    Begitulah yang namanya Boss. Mumpung kekuasaan ada di tangannya ya… gitu deh… Pura-pura tak mendengar ketika anak buah punya masalah. Pura-pura tak melihat ketika anak buah dililit masalah, karena dia sendiri tak pernah sepi dari masalah. Yaitu menciptakan suasana agar sebagai pimpinan ia kelihatan sibuk. Dari kesibukan itulah ia akan punya alasan untuk bisa memanfaatkan segala fasilitas jabatan yang memang sudah tersedia dan diprioritaskan oleh negara dalam rangka menunjang pekerjaannya. Dan ujung-ujungnya, dari segala kesibukan dan alasan tersebut tak lain adalah: uang, uang dan uang. Preet!
    (AY)

    ***

    Cisauk, Mei 2020

    Cerita sosial Harun Masiku Koruptor
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleKetupat Lebaran
    Next Article Puisi yang Lahir di Masa Pandemi

    Postingan Terkait

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 2026

    Mengenal Sistem Administrasi Negara Indonesia

    30 Oktober 2025

    Antara Paradoks Kekuasaan dan Sejarah Perjuangan Bangsa

    1 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Rumah Makan Rumah Mertua Indramayu

    9 April 202622 Views

    Menikmati Keindahan Alam di Taman Batu Hanjuang

    8 April 20266 Views

    Pesona Situ Cicerem Kaduela Kuningan

    8 April 202621 Views

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 202687 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (149)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.