Si Fulan berjalan sempoyongan menyusuri pematang sawah sembari sekali-sekali mengelus pipinya yang kena tamparan Mbah Samin. Dalam hati dia mengakui kebenaran kata-kata Mbah Samin, tapi caranya…
Sejak awal percakapan, Mbah Samin sudah megap-megap menahan emosi. Ingin rasanya ia meremas-remas mulut Si Fulan yang asal mangap itu, seperti meremas kerupuk, krues… krues… huh…
Ad Blocker Enabled!
Ad Blocker Enabled!
Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.