Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Keringat Petani
    Puisi

    Keringat Petani

    22 Maret 2021Updated:22 Maret 2021Tidak ada komentar3 Mins Read119 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Setiap penulis memiliki proses kreatifnya sendiri ketika menulis sebuah naskah. Bisa saja, dimulai dengan munculnya ide. Dengan kata lain, ada semacam pusat tema dalam pikirannya yang mendasari lahirnya sebuah karya atau naskah. Kemudian, tema itu diurai menjadi bahan-bahan untuk menulis, bisa menjadi puisi, cerpen, novel, naskah drama atau skenario film. Ada pula penulis yang terdorong menulis karena melihat keadaan sekitar, peristiwa-peristiwa yang berseliweran melintas di hadapannya. Bisa juga penulis menulis dari gejolak batinnya. Kegelisahan-kegelisahan yang berkecamuk dalam hati mereka, berupa; kerinduan, patah hati, cinta atau kegagalan-kegagalan. Selamat membaca! (redaksi).

    Keringat Petani

    Nasi putih terlihat menggoda di atas meja. Sayur Asem dan sambal terasi beraroma kuat sangat terasa. Namun, mulut tercekat sulit sekali rasanya untuk berkata-kata. Melihat tubuh bapak mengucur keringat sepulang dari sawah. Sedang, makanan dan alat-alat makan terpaku melihatku, seperti mengajak untuk segera makan dahulu. Namun, tak terasa air mata berlinang begitu saja. Bapak terlihat lelah dengan sorot mata keriput dan gelisah. Keringat yang mengalir dari tubuh bapak adalah harum nasi yang dimasak para ibu. Lantas, masih kau pandang petani sebelah mata?. Tidakkah kau ingin berbaik hati, membiarkan mimpi-mimpi ditanam untuk kehidupannya. Tanah ini milik bersama. Belum cukup menodai bumi, menghanyutkan batang-batang padi, dan membakar habis mimpi. Lihatlah, keringat petani adalah benih mulia. Tubuh yang dibakar matahari itu menopang mimpi-mimpi untuk tetap hidup esok hari.

    Palembang, 2020

    Merengkuh Impian

    Dalam pikiran, berderet beribu angan
    Yang terpendam dan ingin terwujudkan
    Berpacu merengkuh satu dalam genderang
    Tuk hidup esok kian benderang
    Yang diharapkan pada malam sunyi,
    Melangitkan doa pada Tuhan
    Menggantungkan harap di langit mimpi
    Dan dibiarkannya menetap dalam ingatan

    Oh manusia, buatlah maju harapan
    Mengubur kebodohan, melahirkan pengetahuan
    Dalam merengkuh impian, jalan gelap dan sunyi pasti menanti
    Aral rintang di depan harus siap ditentang
    Dengan berbagai usaha yang mesti getir,
    Mengasah untuk terus berfikir
    Dalam perjalanan, teringat pesan bunda,
    Untuk tetap tegar melawan badai,
    Dan ikuti suara hati yang mengiringi
    Dalam perjalanan merengkuh mimpi.

    Dan aku sendiri tidak peduli seberapa banyak uang yang harus dicari
    Aku ingin meraih mimpi selama umurku masih panjang lagi

    Palembang, 2020

    Perahu Kertas

    Di musim penghujan, kau kerap kali ke rumahku untuk sekedar berteduh dan menghangatkan tubuh. Di saat itu kau mencoba menghiburku dengan sebuah kertas. Kau buat unik hingga membentuk menjelma perahu. Meski deras dan petir menerjang, kau berkata dengan irama indah memenuhi ruang. Katamu, kita akan berlayar, mengarungi samudera dengan cinta meski ombak akan menerjang kita. Kita ciptakan musim indah bersemi di samudera tak bertepi. Menikmati indah pagi dengan sebuah perahu kertas yang menjadikannya mimpi.

    Palembang, 2020

    Penyair Palembang

    Ni’am Khurotul Asna. Penikmat puisi, secangkir kopi, dan sepi. Sedang menempuh pendidikan di Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Beberapa puisinya pernah dimuat dalam antologi Montase Kenangan, Buku Suluk Santri, dan Senandung Paceklik Murka Tuhan.

    penyair palembang Puisi Harapan puisi kehidupan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSejarah Hari Puisi Dunia
    Next Article Lentera Ayu

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202538 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202541 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views

    Diksi Unik di Puisi Emha Ainun Nadjib “Doa Terampun Ampun”

    12 Desember 2025139 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.