Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Keledai Badrul
    Puisi

    Keledai Badrul

    15 September 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar2 Mins Read28 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi itu makhluk ajaib. Ia bisa mengganggu pikiran kita. Kadang menciptakan rasa penasaran yang tiada sudah. Kerap juga menyejukkan hati. Tak jarang pula membuat kita riang gembira, sedih bahkan merenung. Membaca puisi Seha kita seperti dibawa pada sebuah lelorong yang menggiring kita seolah akan menemukan ‘ruang kosong’. Di dalamnya kita sejenak diam lalu merenung tentang pertanyaan: bagaimana cara menyentuh puisi? Puisi ini terkesan seperti menyajikan sesuatu yang belum selesai. Ada ketersendatan. Tetapi justru di sanalah letak menariknya. Sebuah puisi yang menyisakan ‘antara’ sebagai pintu masuk ke ruang tafsir bagi pembaca. Bisa juga semacam pemantik untuk menghadirkan pertanyaan: bagaimana puisi ini berlanjut masuk menghidupkan saklar imajinasi pembaca sebagai salah satu cara menyentuh dan mengidentifikasi puisi. Maka, silakan pembaca menafsir puisi ini dari perspektif yang lain. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi-Puisi Seha Nanika

    Kesaksian

    Nama-nama yang dipulangkan
    Dengan kapal dan layar
    Ke pelukan

    Dikabarkan oleh ombak gusar
    Dan angin muram
    Menuju-Nya

     
    Keledai Badrul

    Membaca langit,
    Menghitung gerak awan,
    Ketika seekor keledai sadar
    Ia berputar-putar di tengah gurun
    : sisa air telah habis, dan tak ada rerumputan di sini

    Ia kembali melangkah,
    Mencoba mencari jejak peradaban
    Tanah yang dijanjikan

    Tak tampak karapan yang melintas
    Atau segerombolan badui
    Yang mungkin lapar, kemudian memangsanya
    Untuk dijadikan makanan
    Atau seorang nabi yang menemukannya
    Kemudian menjadikannya tunggangan menuju surga

    Ia berharap agar Tuhan segera
    mencabut nyawanya,
    Agar perjalanan yang melelahkan dan membingungkan,
    Dan serupa kutuhan ini,
    segera berakhir

    Namun keledai itu berputar-putar,
    di dalam kebingungan

    Badrul

    Di gurun ini,
    Tak ada bau laut.

    Badrul bukan nelayan

    Cahaya langit
    Dan rasi bintang
    Adalah keasingan

    Tak ada layar
    Tak ada dayung

    Malam ini ia memilih terlelap
    Dan esok hari kembali mengatur
    Jalan menemukan Tuhan

     
    Badrul 2

    Badrul mengusir keledainya
    Setelah beberap tahun
    Menemaninya berbicara

    Mereka mencari jawaban-jawaban
    Atas pertanyaan yang mereka perdebatkan

    Badrul 3

    Badrul bukan nabi
    Keledainya bukan tunggangan nabi

    Mereka mencari Tuhan
    Karena baru saja
    Mereka paham
    Cahaya yang tak pernah padam

    )* Seha Nanika, bapaknya seorang karyawan, ibunya seorang pedagang.

    puisi kehidupan Puisi Religi Puisi Sastra Indonesia Puisi Sufi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleEkologi dan Metafora Penyair : Puisi – Puisi Ni Made Purnamasari
    Next Article Salim si Merah

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202611 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202688 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202542 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202546 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.