Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » Api, Kita dan Tuhan
    Buku

    Api, Kita dan Tuhan

    2 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read6 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Api Kita dan Tuhan
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi-puisi Husni Hamisi kaya dengan metafora yang dibangun dari berbagai pilihan kata (diksi). Bahkan dalam banyak puisinya, metafora demi metafora mengalir deras bagai banjir bandang. Namun, jika tidak hati-hati menggunakan strategi puitik dalam teknik penulisan puisi, maka luapan metafora yang berlebihan berpotensi mengurangi kejernihan puisi. Selain itu, sudah menjadi tugas sang penyair untuk menjinakkan kata-kata yang berkeliaran liar dalam belantara puisi-puisinya.

    Wayan Jengki Sunarta – Penyair, menetap di Bali

    Suatu kebetulankah jika puisi bertemu dengan penyairnya, atau penyair bertemu dengan puisinya? Ya, puisi adalah perkara penyair. Seberapa jauh dia mengenal bahasa, seberapa dalam dia mengamati lingkungan sosial, kebudayaan, politik, ekonomi, tekhnologi, agama dan lain-lain. Puisi tidak sekadar karya imajinasi. Puisi memiliki wilayah tersendiri dalam proses penciptaannya. Dia lahir dan berkembang lewat jalannya sendiri. Membawa nasibnya entah ke mana. Seperti puisi-puisi Husni Hamisi, lahir dengan sangat hati-hati; dalam setiap lariknya menunjukan sikap yang matang dalam memilih diksi. Mengisyaratkan kepekaan batinnya dalam menangkap peristiwa.

    Di sisi lain, imajinasi liar Husni menjadi pintu masuk untuknya membolak-balikan realitas ke dunia fiksi puisi, begitu pun sebaliknya, ia sangat merdeka dengan gaya ucap dan bentuk estetik yang khas, tetapi menyimpan universalitas. Hal itulah yang menjadikan puisi-puisi Husni multitafsir; membacanya seolah memasuki lorong gelap dengan diri berkilau cahaya atau sebaliknya seperti memasuki jalan bercahaya dengan diri diliputi kegelapan. Ya, puisi dan penyair terkadang memang dipertemukan secara tiba-tiba.

    Nana Sastrawan – Penulis

    Api Kita dan Tuhan

    Buku ini bisa didapatkan di tautan ini https://shopee.co.id/hyangpustaka

    buku puisi Husni Hamisi sastra indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMembaca Radhar di City Gallery Tangerang Selatan
    Next Article Arwah Burung Hantu

    Postingan Terkait

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 2026

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 20268 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202688 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202541 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202545 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.