Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Kritik Sastra » Menikmati “Sakit Itu Rumit” Ala Joko Pinurbo
    Kritik Sastra

    Menikmati “Sakit Itu Rumit” Ala Joko Pinurbo

    7 September 2025Updated:9 September 2025Tidak ada komentar10 Mins Read32 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Oleh Atik Bintoro

    Sekilas Penyair Joko Pinurbo

    Menurut laman Wikipedia Enklopedia bebas [1]: Philipus Joko Pinurbo merupakan seorang penyair kenamaan Indonesia yang lahir pada tanggal 11 Mei 1962. Pendidikan terakhirnya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sanata Dharma, Yogyakarta.

    Penghargaan yang telah diterimanya antara lain: Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001), Sih Award (2001), Hadiah Sastra Lontar (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001, 2012), Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2002, 2014), Kusala Sastra Khatulistiwa (2005, 2015), dan South East Asian (SEA) Write Award (2014).

    Philipus Joko Pinurbo sering dikenal sebagai Joko Pinurbo, atau Jokpin telah melahirkan banyak karya sastra, khusunya Puisi, diantaranya [2]: Celana (Magelang: Indonesia Tera, 1999; Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018), Di Bawah Kibaran Sarung (Magelang: Indonesia Tera, 2001), Perjamuan Khong Guan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2020), Salah Piknik (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2021), Sepotong Hati di Angkringan (Yogyakarta: Diva Press, 2021; 2022), dan Kabar Sukacinta (Yogyakarta: Kanisius, 2021)

    Pada kesempatan ini, penulis sebagai penikmat puisi, akan menikmati satu di antara puisinya, yaitu berjudul “Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit”, seperti di bawah ini [3].

    Pertanyaan semacam itu merupakan satu diantara yang memungkinkan timbulnya hal menarik dari puisi ini, yakni bisa berpotensi mengundang pembaca untuk lanjut menikmati, dan menelusuri sampai kata kata terakhir. Tentu ibarat menikmati menu yang terhidang.

    Kadang jemari tangan kosong masih belum cukup untuk menyantap makanan. Tangan kosong itu perlu dibantu oleh peralatan secukupnya, semisal: sendok garpu, pisau roti, pisau potong daging matang, pisau oles mentega, sendok kuah, dan sendok sambal. Begitu juga

    ketika akan merasakan nikmatnya puisi, berbagai peralatan pun perlu disiapkan, semisal: Pemahaman arti kata, simbolisasi, psikologi kata kata, dan kaitan dengan prediksi lingkungan kata. Latar belakang mengapa: memulai menikmati puisi, menyiapkan peralatan penikmatan puisi, ditambah dengan tujuan menikmati puisi, misalnya untuk mendapatkan hal baru; baik menyangkut puisi itu sendiri, atau inspirasi yang bisa diambil. Semua untuk menguak misteri puisi, baik dari sisi memprediksi maunya penyair, dan atau persepsi dari sisi penikmat puisi.

    Kemudian jika ditemukan hal baru, bisa berpotensi diterapkan dalam ranah berbeda atau pun sama di kawasan puisi. Hal ini menantang penikmat puisi mengeluarkan segala sumber daya yang tersedia semisal: Logika, Makna, dan Rasa. Sumber daya ini untuk menguakkan hal hal baru tersebut.

    Adapun tahapan menikmati puisi, bisa berawal dari membaca sekilas puisi yang akan dinikmati, mendapatkan informasi singkat tentang Penyairnya, dilanjut dengan memahami judul puisi, dan diteruskan dengan menikmati batang tubuh puisi, serta berusaha menguarkan misterinya, jika ada misterinya, dan jika perlu. Perlu, dan atau ada, semua terserah Penikmat Puisi.

    Antre, Menunggu, dan Menanti

    Puisi berjudul /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/, guritan Penyair Joko Pinurbo, memang akan dinikmati. Untuk memudahkan jalannya penikmatan, puisi diberi nomor urut pada masing masing barisnya seperti di bawah ini.

    Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit

    Menunggu itu (1)
    sakit. (
    2)
    Sakit itu
    (3)
    Mahal dan rumit. (4)

    (2018)

    Ada dua kata yang mempunyai pengertian mirip dengan menunggu, yaitu: mengantre, dan menanti. Pengertian masing masing menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu [4]: mengantre artinya berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran; Menanti artinya: lama menunggu; sedangkan Menunggu artinya tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi.

    Dari pengertian tersebut, dapat dibayangkan bahwa membaca Judul puisi, /Menunggu Kamar kosong/,artinya memang sedang ada yang menunggu, bukan mengantre, juga bukan menanti, /kamar kosong/ atau pun di sekitar /kamar kosong/.Jeda bacaan.yang berbeda akan mampu menghasilkan persepsi yang berbeda. Perbedaan ini, bisa dipahami dengan cara memberikan kata sisipan pada judul, sehingga antara lain bisa muncul pengertian variabel Anu atau seseorang, dan Rumah Sakit (RS) yang berupa sebagai berikut:

    1. Menunggu, kamar kosong/ di RS.
      Artinya ada kamar kosong di RS., ditunggui oleh si Anu.
    2. Menunggu kamar/, kosong di RS.
      Kalimat ini, bisa jadi merupakan jawaban dari pertanyaan:
      “Dimana si Anu, di Kamar atau di RS ? ”
      Si Anu sedang di Kamar/, Kosong di RS!
    3. Menunggu kamar kosong/, di RS.
      Bisa berarti menunggu antrean agar dapat kamar kosong di RS.

    Dari tiga gaya jeda bacaan kalimat di atas, mempunyai arti bisa mendekati kemungkinan maksud Penyair adalah gaya jeda nomor 3, yang berarti menunggu antrean agar dapat

    kamar kosong di RS. Hal ini bisa dipahami dari narasi atau diksi yang ada di batang tubuh puisi, yaitu dari baris (1) sampai dengan baris (4). Narasi atau diksi di batang tubuh puisi ini, bisa disusun kembali menjadi:

    Menunggu itu (1) sakit(2). Sakit itu (3) Mahal dan rumit. (4)

    Apabila baris (1) sampai dengan (4 )diasumsikian sebagai batang tubuh puisi yang menjelaskan tentang judul puisi, maka: judul puisi, dan batang tubuhnya bisa disusun menjadi seperti di bawah ini:

    /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/
    Menunggu
    itu (1) sakit(2). Sakit itu (3)Mahal dan rumit. (4)

    Sebagaimana yang disampaikan oleh para pakar bahwa puisi mempunyai makna lahir dan makna batin [5], maka puisi yang berjudul /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/ karya Jokpin, ini pun juga memiliki makna lahir, dan atau batin. Makna lahir cenderung realistis apa adanya mengikuti gaya mimetik [6] seolah memotret fenomena yang sedang terjadi.

    Sedangkan makna batin meliputi unsur tema, rasa, nada, dan amanat atau pesan yang terkandung di dalamnya [7]. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika dinyatakan bahwa pada saat lahir puisi di titi mangsa tahun 2018, Sang Penyair telah merasakan adanya pesan/amanat yang perlu disampaikan melalui: tema, sekali gus nada puisi yang terkait dengan fenomena yang berhasil dipotret; baik berdasarkan peristiwa orang lain, atau pun mungkin bahkan Sang Penyair sendiri yang mengalami, meskipun tidak secara nyata ditulis diksi aku lirik sebagai personifikasi diri sendiri di puisi tersebut.

    Ada Pesan Sinergi dan Kolaborasi di Puisi

    Puisi /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/ telah mampu menampilkan makna lahir apa adanya sekaligus makna batin yakni pesan yang terkandung di dalamnya. Pesan ini bisa untuk banyak pihak terkait, yang meliputi: Pasien, Keluarga pasien, Rumah Sakit, dan secara tidak langsung juga ada pesan untuk Penyelenggara Negara yang diberi amanah untuk mengelola Negara atas biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Adapun pengertian singkat dari pihak terkait adalah sebagai berikut.

    • Pasien

    Menurut istilah kesehatan [9], pasien rumah sakit adalah orang yang sedang dalam proses menerima pelayanan kesehatan dari tenaga profesional kesehatan di rumah sakit, untuk: memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit.

    • Keluarga Pasien

    Orang terdekat dengan pasien adalah keluarga yang senantiasa berharap agar pasien segera sehat kembali. Oleh karena itu keluarga perlu melibatkan diri untuk meneruskan perawatan jika diperlukan pasca berobat di RS [10].

    • Rumah Sakit

    Rumah sakit adalah tempat orang sakit menerima pelayanan kedokteran, serta tempat pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat dan berbagai tenaga profesi kesehatan dan penelitian kedokteran diselenggarakan [11].

    • Pengunjung

    Adalah orang yang mengunjungi RS dengan berbagai tujuan, mulai dari berobat, mendampingi pasien, konsultasi dengan dokter, bertemu dengan pegawai RS, sampai menjenguk orang yang sedang dirawat di RS.

    • Penyelenggara Negara

    Menurut laman https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20221108-siapakah-yang-dimaksud-penyelenggara-negara-dalam-kasus-pidana-korupsi, Penyelenggara Negara adalah Pejabat Negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau yudikatif, dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Bagi para pihak yang terkait di atas, tentu untuk Pasien dan Keluarga berharap ketika berobat di RS akan mendapatkan: layanan prima sebagai Pasien, cepat sehat dan bugar, tidak perlu mengantre untuk mendapatkan kamar inap perawatan, segera ditangani oleh tenaga medis,  biaya terjangkau kalau perlu gratis, atau dibayari oleh penyancang dana semisal asuransi kesehatan, dan harga obat dapat terbeli.

    Bagi pihak RS, tentu berharap semua kebutuhan Pasien dan Keluarga dapat disediakan dengan layanan sebaik baiknya, sesuai dengan standard prosedur operasional RS.

    Tentu tiada mahluk sempurna, kekurangan di bidang apapun selalu ada, termasuk di RS.

    Kerjasama dan sinergi yang baik diantara pihak pihak terkait, termasuk dengan Pasien, Keluarga Pasien, bahkan dengan Pengunjung khususnya Penjenguk Pasien akan semakin menambah kelengkapan menuju kesempurnaan RS.

    Pengunjung khususnya para Penjenguk Pasien berharap agar dirinya bisa menjenguk Pasien yang sedang dirawat di RS. Mereka juga berharap agar sang Pasien segera sembuh, dan kembali bugar. Dalam pelaksanaan penjengukan tentu tetap mengikuti peraturan RS selama berada di kawasan RS.

    Sedangkan bagi Penyelenggara Negara yang terkait dengan ranah Kesehatan Masyarakat, Pasien, dan RS sebaiknya terus menerus melaksanakan amanah sebagai Penyelenggara Negara, seperti yang tertuang di Pembukaan UUD 1945, yaitu [12]:

    Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

    Mengingat akan amanah di atas, misal dari sisi perlakuan pada Pasien RS, tentu perlu perlindungan Pasien. Jangan sampai terlalu lama menunggu ketidakpastian untuk mendapat kamar inap perawatan sekaligus pengobatan. Perlindungan ini ujung ujungnya membuat gembira Pasien dan Keluarganya. Karena cepat sehat, bugar, dan biaya terjangkau atau bahkan gratis, atau berbiaya dari asuransi kesehatan atau pun dari bantuan Penyelenggara Negara. Begitu juga bisa meningkatkan kesejahteraan Pasien, Keluarga, serta tenaga medis dan RS melalui upaya perlindungan Pasien sesuai dengan standard kesehatan yang berlaku. Hal ini bisa terpenuhi dengan mengambil inspirasi dari Puisi:

    /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/
    Menunggu
    itu (1) sakit(2), Sakit itu (3) Mahal dan rumit.(4)

    Betapa menjadi orang sakit itu /Mahal dan Rumit/, serta harus /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/ untuk antre mendapatkan kamar rawat inap di RS.

    Melalui pelaksanaan semangat amanah pembukaan UUD 1945, minimal berangkat dari  Perlindungan Pasien, dan meningkatkan kesejahteraan semua pihak terkait di RS, akan membukan pelaksanaan amanah berikutnya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui ranah pelayanan pada pasien, dan kerja kerja di dunia medis dan kesehatan. Yang pada gilirannya akan membuka peluang bagi semua warga bangsa ikut serta menjaga ketertiban di dunianya masing masing.

    Kembali pada puisi karya Jokpin yang berjudul /Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit/ dengan baris Menunggu itu (1) sakit(2), Sakit itu(3) Mahal dan rumit.(4); serasa penikmat puisi terbawa arus deras fenomena orang sakit, mulai dari alam realitas sehari hari, sampai pada rasa batin yang menggugah kesadaran akan pentingnya memperhatikan sungguh sungguh pada Pasien yang sakit di RS, RS-nya sendiri, sampai pada amanah Pembukaan UUD 1945 yang wajib diwujudkan oleh Penyelenggara Negara khususnya yang bertugas di bidang Kesehatan. Sinergi dan kolaborasi dari banyak pihak akan memungkinkan berujung pada kegembiraan bersama sesama warga bangsa, khususnya bagi yang sedang menjadi Pasien di RS.

    Puisi memang sering membuka mata batin, untuk selalu berusaha menjadikan hidup dan kehidupan semakin bertambah baik.

    Selamat berpuisi, dan teruslah berpuisi.

    Daftar Pustaka

    1. —, Joko Pinurbo, Ensiklodia Bebas, Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Pinurbo
    2. —, Joko Pinurbo, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta © 2025 Pemerintah Kota Yogyakarta https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/joko-pinurbo
    3. Siska Fajar Rani, 2024, Mengenang Joko Pinurbo Lewat Buku “Perjamuan Khong Guan”, Kompasiana.com https://www.kompasiana.com/siskafajarrany/662d5a0ac57afb58797e3612/mengenang-joko-pinurbo-lewat-buku-perjamuan-khong-guan?page=all&page_images=3
    4. Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://kbbi.web.id
    5. Sandi Setiawan, Rochmat Tri Sudrajat, Sary Sukawati, 2020, Analisis Unsur Batin DalamPuisi “ Kontemplasi ” Karya Ika Mustika, Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
    6. Asria Fera Nurnazilia, Humairah Zahrah Nasution, Rahmawati, 2022, Analisis Makna Pada Puisi “Percakapan Malam Hujan” Karya Sapardi Djoko Damono Dengan Menggunakan Pendekatan Mimetik, JURRIBAH Vol 1 No. 1 April 2022| pISSN: 2829-0151, eISSN: 2829-0143Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya (Protasis), Amik Veteran Porwokerto
    7. Eka Septian, Nur Indah Sari, 2021, Analisis Unsur Intrinsik Dalam Kumpulan Puisi Goresan Pena Anak Matematika, Jurnal Pujangga Volume 7, Nomor 1, Juni 2021, ISSN P 2443-1478, ISSN E 2443-148
    8. —, 2022, Siapakah yang Dimaksud Penyelenggara Negara dalam Kasus Pidana Korupsi?, Pusat Edukasi Anti Korupsi https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/ 20221108-siapakah-yang-dimaksud-penyelenggara-negara-dalam-kasus-pidana-korupsi,
    9. —, Pasien, Hukum Online, https://www.hukumonline.com/kamus/p/pasien
    10. Sirila Ngesti Purnani Skep, NS., Peran Keluarga Dalam Perawatan Pasien Anak di Ruang Rawat Intensif, Kemenkes RS. Sajito
    11. —, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, Menteri Kesehatan RI.
    12. Atik Bintoro, 2025, Pokok Pikiran Prof. Ahmad Indra Siswantara dalam Kerangka Kerja DAI5 Menjadikan Hidup Semakin Lebih Baik, Platform Online mbludus.com https://mbludus.com/pokok-pikiran-prof-ahmad-indra-siswantara-dalam-kerangka-kerja-dai5-menjadikan-hidup-semakin-lebih-baik/

    Rumpin, 02 September 2025
    Penulis: Atik Bintoro biasa dipanggil Kek Atek.
    Penikmat Puisi, sekaligus Pegiat Dapoer Sastra Tjisaoek.
    Tinggal di Rumpin, Kab. Bogor, Jawa Barat, Indonesia

    Buku Puisi Joko Pinurbo Joko Pinurbo penyair indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePuisi-Puisi Kang Thohir
    Next Article Jati

    Postingan Terkait

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 2026

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Diksi Unik di Puisi Emha Ainun Nadjib “Doa Terampun Ampun”

    12 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.